Sunflower Girl

Sunflower Girl
Halaman 15


__ADS_3

"Hima pulang"ucapnya dan mempersilahkan Zian masuk duduk disofa dulu Zian,Zian pun duduk disofa dan Himawari pergi keatas,tak lama setelah itu ibu Himawari.


"Wah ada teman Hima"sapa ibu Himawari dengan ramah,Zian pun berdiri dan membungkukan badannya "iya ibu","duduk saja nak,dan panggil saja mama"balas Ibu Himawari dengan meletakkan makanan dan minuman dimeja dan duduk,Zian pun ikut duduk.


"Kamu sangat manis nak siapa namamu?"tanya ibu Himawari dengan lembut,"e..,nama saya Zian ma"jawab Zian dengan menundukkan kepalanya,ibu Himawari pun tersenyum"namamu indah,sudah lama berteman dengan Himawari?"tanya ibu.


"Wah teman Himawari kesini"sapa ayah dengan ramah,"iya nih Hima kok gak kasih tahu"sahut Kara,Zian pun berdiri lagi dan menundukkan badannya,ayah Himawari mendekat dan menepuk badan Zian,"jangan terlalu formal nak santai saja mari duduk lagi,mereka pun duduk lagi.


"Kamu teman sekelas Hima kan?"tanya Kara yang sedang mengambil minuman,"iya saya anak baru dikelas Hima"balas Zian dengan menundukkan kepalanya.


"Kamu jangan sungkan-sungkan santai saja nak,selama kamu didalam rumah ini kamu keluarga dirumah ini"ucap ayah dengan nada ramah.


Zian pun mulai mengangkat kepalanya lalu tersenyum "terimakasih".


"Lihat kamu kalau tersenyum sangat,pasti ibumu juga cantik"puji Ibu Himawari dengan mengambilkan makanan dan memberikannya kepada Zian.


Zian mengambil satu makanan itu "ibu saya sangat cantik sama seperti anda ma"ucap Zian dengan nada lembut,"ma?,wah lihat lah pa,mama mengangkat anak lagi"ucap Kara yang memanyunkan mulutnya.

__ADS_1


"Pasti lah lihatlah pakaian yang digunakan Zian sangat rapi"ucap ayah dengan tertawa,"ayah kok gitu"rengek Kara,mereka pun tertawa ria.


"Lihat lah ini,aku dilupakan"sahut Himawari dari atas lalu duduk disofa,"salahmu sendiri mandinya satu abad"ucap Kara yang mengacak-ngacak rambut Himawari,"lihat ma,Kak kara"rengek Himawari.


Zian yang melihat tingkah Himawari tertawa kecil,"kamu ketawa Zian,"t-tidak Hima"jawab Zian yang masih menahan tawanya.


Satu jam berlalu mereka asik bercanda bersama,tibalah saatnya Zian pulang"saya akan pulang dulu"pamit Zian,"ayo makan malam dulu,udah mama siapin"ucap ibu Himawari,"t-tidak ma"balas Zian.


Himawari menarik tangan Zian kemeja makan lalu menyuruhnya duduk,Zian pun duduk,Himawari juga duduk disebelah Zian,ibu membawa sepanci bubur ayam,lalu menaruhnya kemangkok.


"Ma lain kali jangan menawarkan sesuatu dengan Zian,tapi langsung berikan"ucap Himawari,lalu dia mengambil sesendok bubur,lalu memakannya,"baik Hima,makan yang banyak Zian"ucap ibu.


Ibu Himawari pun tersenyum"apakah enak?"ucapnya,"sangat enak ma,bolehkan saya membawa semangkuk buburnya ma,karena bubur yang anda buat sama dengan buatan ibu saya"ucap Zian.


Himawari yang duduk disebelah Zian seketika tersedak,"wah tentu saja Zian"ucao ibu Himawari dengan nada bahagia.


"Kamu kenapa Hima?"tanya ayah,"baru kali ini ada orang yang memuji enak bubur buatan mama"jawab Himawari,lalu dia meneguk air,"apa mungkin kita bukan anak mama dan papa Hima"ucap Kara dengan nada serius.

__ADS_1


"Wah mungkin saja,kita tertukar saat mama selesai melahirkan,dan papa mengambil bayi yang salah"balas Himawari dengan polos,ayah dan ibu pun tertawa.


"Mungkin saja"ejek ayah,"sudah ayo lanjut makan"ucap ibu,lalu mereka melanjutkan makan.setelah makan ibu Himawari memberikan semangkuk bubur pada Zian,Zian berpamitan lalu pulang.


"Keluarga yang hangat"ucap Zian sambil tersenyum,tiba-tiba ada telfon masuk,telfon tersebut dari orang suruhan Zian.


"Tuan bisakan anda kepantai,ini soal jazat para preman" ucap orang suruhan Zian dari telfon"eihhh,kalian ingin aku bunuh ha?,menghilangkan nafsu makan saja,baik aku akan kesana sekarang"bentak Zian kepada oara orang suruhannya,Zian pun kepantai dengan kecepatan tinggi.


Disisi lain Himawari masuk kekamar lalu dia merenung"(tidak bisa ku bayangkan betapa beratnya hidup Zian saat ini)",Himawari menghembuskan nafasnya "huffh kira-kira apa yang sedang dilakukan Zian saat ini ya"gumam dalam pikirannya.


Zian sampai ditempat dia membunuh para preman,dia melepas jaket dan kacamatanya, lalu dia berjalan ketepi pantai untuk melihat semua mayat preman itu yang sudan berwarna putih pucat.


Zian pun tersenyum sampai memperlihatkan gigi taringnya,lalu dia melihat semua preman itu dengan perasaan puas,"cepat atur posisi mereka"perintah Zian.


Lalu orang suruhan Zian mengangkat para preman itu,mereka menumpuknya diatas kayu,lalu menutup tubuh mereka,Zian pun menyiram para mayat itu dengan gas lalu pergi,saat dia melangkah 5 langkah dari mayat itu dia berhenti


Mengeluarkan korek api dari sakunya,menyalakannya lalu membuangnya kebebelakang tempat para mayat,seketika api dari korek itu berkobar dengan cepat "heel erg leuk" ucap Zian yang memiliki arti sangat bagus.

__ADS_1


Lalu Zian dengan tertawa puas,"setelah pertunjukannya selesai bersihkan abunya"suruh Zian lalu pergi.


__ADS_2