Sunflower Girl

Sunflower Girl
Halaman 47


__ADS_3

'Kring kring kring'


Terdengar suara telfon dari atas meja,Himawari mengambil telfon lalu membaca nama penelefon tersebut "(Zian?)"batin Himawari lalu menerima telfon tersebut.


"Hai Hima"sapa Zian dari telfon,"oh hai juga Zian"balas Himawari sambil memandang foto yang dia cetak tadi.


"Apakah kamu sedang sibuk?"tanya Zian, "tidak memang kenapa?"tanya balik Himawari.


"Tidak,aku hanya ingin tau kabarmu saja" ucap Zian dengan nada sedikit kawatir.


"Baiklah,kamu sudah lihat foto yang kita cetak tadi?" tanya Himawari lalu meneguk segelas air dari atas mejanya.


"Sudah,tampak sangat bagus"jawab Zian, "(ya kau benar)"batin Himawari.


"Oh ya,pernikahan kak janu kapan?"tanya Zian dengan sedikit penasaran.


"Besok,tapi tidak dilaksanakan disini,mama,papa dan kak Kara juga tidak ikut mereka dirumah,memang kenapa?"balas Himawari.


"T-tidak,baiklah Hima aku akan pergi,aku tutup telfonnya ya sampai jumpa"pamit Zian lalu menutup telfonnya.


"Sampai jumpa" jawab Himawari dengan tersenyum lalu memeluk boneka lumba-lumba yang diberikan Zian dengan sangat erat.


...**...


Disisi lain dikediaman keluarga Francisco ayah Zian,Danta, dan Rangga merencanakan pembunuhan orang tua Himawari diruang kerja.


"Jadi kapan pernikahan Janu" tanya Ayah dan menghisap rokok lalu mengeluarkannya.


"D-dia bilang besok" jawab Zian dengan gugup.


'Brakkk'


"Tidak mungkin kita membunuhnya" bentak Danta dengan menggebrak meja.


"Hei anak muda bukankah kita sudah membahas ini kemarin" balas ayah lalu menuangkan wine kedalam gelas lalu meminumnya "ahhh,segar"sambung ayah.


"Aku tidak akan membunuhnya" ucap Rangga lalu pergi dari ruangan tersebut.


"Hadeh adik kalian yang satu itu memang tidak pernah bisa membunuh" ujar ayah dengan menggelengkan kepalanya.


"Sejujurnya aku tidak peduli dengan apa yang akan terjadi" ucap Zian dengan lantang.


"Berarti kau juga tidak peduli dengan keselamatan Hima?" hardik ayah lalu tersenyum miring.


"E...itu"ucap Zian dengan gugup, "lakukan saja,setelah selesai kalian akan ayah pindahkan keBelanda selama 5 tahun" jawab ayah.


Zian dan Danta yang berada diruangan tersebut hanya diam mematung,tidak berani membatah perintah ayahnya,mereka menatap tajam mata ayahnya.


Apakah kalian juga ingin membunuh ayah kalian?"ucap Ayah dengan sombong.


Lalu Zian pun berdiri lalu beranjak pergi,saat dia hendak membuka pintu dia menoleh kebelakang "kau bukan ayahku,kau hanya suami ibuku" ujar Zian dengan dingin lalu pergi dari ruangan tersebut.


"Aku juga pergi" ucap Danta dan pergi.

__ADS_1


"(Semua rencanaku berjalan lancar)"batin Ayah,lalu menuangkan wine kegelas dan meminumnya.


...**...


Keesokan Harinya.....


Pagi-pagi sekali Himawari berangkat sekolah,sebelum berangkat sekolah dia menyiapkan beberapa barang yang akan dia bawa.


"(Apakah aku perlu membawa belati dan pistol?)"tanya Himawari pada dirinya sendiri.


Lalu dia melihat dua kelopak bunga matahari yang gugur dan terjatuh diatas meja "(mengapa kelopak bunga matahari yang berwarna merah ini gugur?)"tanya Himawari pada dirinya sendiri.


Setelah berfikir dengan sangat keras akhirnya Himawari memutuskan untuk membawa dua senjata tersebut,masukkannya kedalam kotak dan memasukkan kedalam tas.


Himawari berjalan kearah halte bus dengan membawa setangkai bunga matahari ditangannya.


Dia menunggu bus yang pergi kearah sekolannya dengan cukup lama,sambil menunggu dia membeli sari buah stroberi ditoko lalu meminumnya.


Selang beberapa menit kemudia bus pun datang,Himawari hendak menaiki tangga bus,namun tiba-tiba ada seseorang yang menabraknya,sehingg orang tersebut juga terjatuh dan menjatuhkam benerapa dokumen.


"Maaf,maaf nona"ucap orang tersebut dengan berdiri dan membungkukkan badannya berkali-kali.


Himawari langsung berdiri dan memengang pundak orang tersebut "tak apa,aku baik-baik saja"jawab Himawari dengan tersenyum.


"Terimakasih nona" balas orang tersebut lalu berlutut dan mengumpulkan dokumen yang terjatuh.


Himawari yang melihat hal tersebut tidak ragu menolongnya.


"Tak masalah mari naik" jawab Himawari lalu mereka berdua naik kedalam bus.


Sebelum masuk kekelas Himawari memutuskan untuk membeli dua roti bakar dikantin sekolah lalu membawanya kekelas.


"(Satu untuk Hima dan satu untuk Zian)"batin Himawari yang berjalan dilorong sambil tersenyum.


"Pagi semuanya" sapa Himawari dengan semangat dan langsung mengganti vas bunga.


"Pagi juga" balas Arga yang baru datang dan duduk dikursinya.


Setelah selesai mengganti bunga Himawari pergi duduk dikursinya,dan tak lama kemudian Dealova datang dengan membawa suran izin dan meletakkannya diatas meja guru.


"Surat siapa yang kau bawa Lova?"tanya Himawari dengan amat penasaran.


"Oh ini,ini dari Zian,dia hari ini tidak masuk"jawab Dealova lalu duduk dikursinya.


'Brakk'


"Apa?"pekik Himawari sambil menggebrak meja sampai mengagetkan siswa satu kelas.


"Tenanglah Hima" ucap Dealova yang berjalan kearah Himawari lalu duduk disebelahnya.


"Bagaimana bisa,dia sakit apa?" tanya Himawari dengan kawatir.


"Didalam surat itu dijelaskan kalau dia sedang ada urusan keluarga" jawab Dealova "Alexa juga tidak masuk,dia sedang sakit" sambung Dealova.

__ADS_1


"Benarkah? kalau begitu kita harus menjenguknya" ucap Himawari, "tentu Hima"balas Dealova.


Teng teng teng'


Lonceng pulang berbunyi,Dealova dan Himawari langsung bergegas menjenguk Alexa tapi sebelum itu mereka pergi keparkiran sekolah untuk mengendarai mobil.


"Ayo masuk Hima"ucap Dealova yang membukakan pintu mobilnya, "terimakasih Lova" ucap Himawari lalu masuk kedalam mobil,Dealova menutup pintu masuk kedalam mobil,menyalakan mesih mobil dan langsung berangkat.


"Oh ya Lova,aku juga punya beberapa permen untuk Alexa nanti" ucap Himawari dengan menunjukkan lima bungkus permen.


"Wah banyak sekali,kau selalu membawa itu?"tanya Dealova sambil fokus menyetir mobil.


"Ya aku selalu menyiapkan permen ini untuk hal-hal yang mendadak seperti ini" jawab Himawari dengan tersenyum dan fokus kedepan.


"(Kau memang gadis baik Hima)"batin Dealova yang melihat kearah Himawari lalu kembali fokus kejalan.


Tak butuh waktu lama perjalanan dari sekolah kerumah Alexa,mereka pun sampai kerumah Alexa.


'Tok tok tok'


Suara ketukan pintu dari tangan Himawari lalu pintu rumah pun terbuka "wah kalian datang ya,mari masuk" sambut ibu Alexa dengan sangat ramah.


Lalu mereka berdua dipersilahkan untuk kekamar Alexa,sebelum masuk kemamar Alexa Himawari mengetuk pintu.


'Tok tok tok'


"Masuklah" ucap Alexa dari dalam kamar,lalu mereka berdua pun masuk kekamar.


Betapa terkejutnya Alexa melihat kedua temannya datang untuk menjenguknya "kalian datang"ucap Alexa dengan lemas.


"Alexa,bagaimana keadaanmu" tanya Himawari yang melihat Alexa berbaring diranjang.


"Biasa Hima ini hanya kecapekan" jawab Alex yang mencoba untuk tersenyum.


"Kasihan Farel dikelas hanya melamun sampai lalat masuk kedalam mulutnya" ejek Dealova sambil tertawa.


"Benarkah itu?"tanya Alexa sambil tertawa, "tidak ada kau,Farel hanya jadi benalu dikelas" jawab Dealova dengan tertawa terbahak-bahak.


"Sudahlah Lova,ini aku membawakan beberapa permen untukmu,ini tidak akan mempengarungi berat badan atau rasa sakitmu" sahut Himawari sambil memberikan 5 bungkus permen ke Alexa.


"Wah banyak sekali Hima" ucap Alexa lalu menerima permen yang diberikan Himawari dan meletakkan diatas meja sampingnya.


"Tidak ini hanya beberapa" jawab Himawari sambil tersenyum.


Lalu mereka bertiga bercerita,bercanda ria bersama,hingga waktu menunjukkan pukul 16.00 pertanda mereka harus pulang.


Himawari dan Dealova berpamitan pada Alexa dan Ibunya lalu pulang bersama dengan menggunakan mobil Dealova.


Sesampai didepan gerbang Himawari membeli beberapa jus stroberi setelah itu baru masuk kedalam gerbang.


'Brakk'


terdengar suara benturan yang begitu keras dari dalam rumah,Himawari pun bergegas membuka pintu dan begitu terkejutnya Himawari saat melihat.

__ADS_1


__ADS_2