Sunflower Girl

Sunflower Girl
BAB 4 Ternyata. Halaman 40


__ADS_3

Gambar Visual para tokoh bagian 4



...Janu...



...Lily...


...🌻🌻🌻🌻🌻...


Mendengar ucapan dari ayah Janu pun tersedak saat meminum air putih,lalu Kara lalu Himawari pun tersenyum bahagia.


"B-bagaimana bisa,aku belum mau menikah pah"ucap Janu dengan tegas, "ya kamu sudah berusia 25 tahun kamu harus menikah"jawab ayah dengan santai.


"Ta-tapi"belum selesai Janu berbicara sudah dipotong oleh Himawari "wah kalau kak Janu nikah pasti Hima punya keponakan cute"ujar Himawari dengan tersenyum.


"Kau benar Hima,apalagi kalo cewek,pasti pipinya kenyal"balas Kara lalu memakan sesendok nasi.


"Apa sih kalian ini"ucap Janu lalu pergi meninggalkan meja makan, "bagaimana ini pah,apa tidak apa-apa?"tanya ibu karena khawatir dengan Janu yang tiba-tiba meninggalkan meja makan.


"Tenang saja kalau sudah ketemu calonnya pasti dia langsung terpikat"ucap ayah dengan bangga.


Setelah makan Himawari pergi kekamar lalu memandangi bunga matahari yang terletak diatas mejanya.


"(Apakah ini pertanda buruk?)"pikir Himawari sambil memandani kelopak bunga yang berwarna merah.


Lalu tiba-tiba ada telefon masuk dari ponsel Himawari.


"Halo kak Danta"sapa Himawari, "halo Hima,aku ada perintah penting untuk kamu"jawab Danta dari telfon.


"Ya ada apa kak?"tanya Himawari sambil memandangi bunga, "besok kau tidak usah ikut rapat"ucap Danta dengan tegas dari telfon.


"A-pa bagaimana bisa?"tanya Himawari karena terkejut namun Danta langsung mematikan telfonya "(apa yang sebenarnya terjadi)"gumam Himawari.


**


FSA pukul 06.45


"Pagi semuanya" sapa Himawari yang hendak mengganti bunga namun dihentikan Zian "biar aku saja"ucap Zian lalu mengambil bunga yang dipegang Himawari lalu mengganti bunga.


"(Mengapa semakin hari Zian dan Himawari semakin dekat,atau aku yang telah mejauh dari Hima)"batin Arga yang melihat keberaamaan Zian.

__ADS_1


Himawari yang disampingnya hanya melihat Zian, "sudah Hima"ucap Zian lalu meletakkan bunga diatas meja.


"Terimakasih Zian"ucap Himawari dengan tersenyum, "tentu Hima,ayo ketempat duduk"ajak Zian, "ayo"balas Himawari dengan tersenyum lalu mereka ketempat duduk.


"Bagaimana keadaam lukamu Hima?"tanya Dealova yang baru datang dan duduk dikursi depan Himawari.


"Ini sudah sembuh kok tenan saja"ucap Himawari dengan tersenyum, "cih kau masih saja berbohong Hima"jawab Dealova,lalu pergi ketempat duduknya.


"Hima kenapa Dealova sangat ingin melindungimu?"tanya Zian karena penasaran dengan sikap Dealova ke Himawari,Himawari pun bercerita ke Zian.


Flasback on


Kejadian itu berlangsung saat Himawari dan Dealova kelas 1 FSA,mereka hanya murit baru yang telah melalui masa pengenalan sekolah dan mulai pelajaran sekolah.


Ruang kelas 1-A


"Siapa namanu?" Sapa Himawari dengan lembut lalu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan,namun Dealova mengabaikkannya dan pergi.


"Bukankah dia Dealova,ku dengar dia tidak pernah memiliki teman karena sikap kasar dan tomboynya"gumam siswa disamping Himawari, "wah kudengar juga begitu"balas siswa disampingnya.


Himawari yang mendengar hal itu langsung tersenyum "(sangat menarik)" batin Himawari lalu pergi ditempat duduk Dealova dan duduk disampingnya.


"Hai Lova"sapa Himawari,Dealova yang disampingnya pun kaget "(d-dia,bagaimana dia bisa mengetahuinya) hei kau bagaimana kau bisa mengetahui nama kecilku Lova"ucap Dealova dengan kaget.


Himawari pun langsung merangkul Dealova dibahunya "aku akan selalu memanggilmu dengan nama itu,tapi mau kah kau menjadi temanku?"ucap Himawari dengan tersenyum.


"B-bolehkah aku berteman denganmu?,nada bicara dan kata-kataku sangat kasar"jawab Dealova dengan lembut.


"Tak apa,mari kita berteman"balas Himawari dengan tersenyum sampai memperlihatkan gigi gingsulnya,Dealova juga ikut tersenyum.


Flasback off


"Oh ternyata begitu baru tahu aku"jawab Zian, "ya begitulah,makanya Dealova protektif denganku"balas Himawari.


Lonceng pulang berbunyi,para siswa pulang kerumah namun Himawari harus menghadiri rapat,sebelum rapat dia pergi keuks untuk mengganti perbannya sehingga membuat Himawari datang terlambat keacara rapat.


"Maaf telat"ucap Himawari yang datang dengan tergesa-gesa dan langsung duduk ditempatnya,semua anggota pun kaget termasuk Danta.


"Apa yang kau lakukan disini"ucap Danta dengan tegas, "tentu saja rapat"balas Himawari dengan tersenyum.


"Bukankah sudahku bilang,jangan ikut rapat"balas Danta dengan nada tinggi, "tenanglah kak aku baik-baik saja" ucap Himawari dengan tersenyum "jadi ini sampai mana?"sambung Himawari.


"Baik kita lanjutkan"ucap Danta mereka berdiskusi sampai pulang lalu Himawari mencoba mengunci pintu namun sulit karena tangan telapak tangan Himawari diperban.

__ADS_1


Lalu dari samping Danta mengambil kuncinya dengan lembut lalu mengunci ruangan "bukankah sudahku bilang kau tidak perlu datang" ucap Danta lalu memberikan kunci keHimawari.


Himawari menerima kuncinya lalu memasukkan kedalam tas "Hima aku punya sesesuatu untumu"ucap Danta lalu berjalan ketempat duduk dan duduk.


Himawari pun mengikuti dan duduk disamping Danta "apa kak?"tanya Himawari karena penasaran.


Lalu Danta mengeluarkan suatu kotak dari tasnya lalu memberikan pada Himawari "ini Hima"ucap Danta.


"Wah apa ini"tanya Himawari yang memedang kotak tersebut, "pakai tanganmu bukalah sendiri"ucap Danta dengan marah.


Himawari pun membuka kotak tersebut dan Himawari terkejut melihat isi kotak itu "pistol"ucap Himawari dengan kagum lalu mengeluakan pistol tersebut dari kotak dan melihat-lihat pistol itu.


"Ya,ada ukiran bunga matahari dipegangannya,aku tak tau hadiah apa yang kau suka"jawab Danta dengan tersenyum.


Himawari pun tersenyum sampai memperlihatkan lesung pipinya "terimakasih tas hadiahnya,aku suka"balas Himawari.


"Sudah ada 100 peluru didalam kotak dan pistol itu,sekali kau tembak musuhmu akan langsung mati"ucap Danta dengan serius.


"Tapi mengapa kakak memberikanku pistol ini?"tanya Himawari lalu memasukkan pistol itu kedalam kotak dan memasukkan kedalam tas.


"Pistol itu sangat langka hanya ada 5 didunia,aku melihat itu saat diBelanda kemarin"jawab Danta.


"J-jadi kemarin kakak kebelanda?,cuma sehari disana?"tanya Himawari karena terkejut.


"Ya begitu lah,yang ikut ke Belanda hanya aku dan Zian saja dan saat melihat-lihat diarea senjata aku langsung menyukainya"balas Danta dengan tersenyum.


Himawari yang melihat senyuman Danta langsung terpesona "kukira kakak hanya bisa marah-marah,ternyata bisa tersenyum juga"ejek Himawari sambil.


"Hei kau..."belum selesai Danta menjawab pertanyaan Himawari,dia langsung terpesona dengan tawa ceria Himawari.


Tiba-tiba ada ranting yang jatuh tepat dikepala Danta,lalu Himawari langsung menarik baju Danta sehingga dia tertindih oleh badan Danta,Danta yang kaget langsung menyangga tubuhnya dengan tangannya tepat diatas Himawari.


Seketia semua menjadi tenang dan mereka berdua saling menatap sampai tidak terasa pipi Danta bersemu merah jambu,Danta pun langsung menyadari dan langsung berdiri.


"Se-sebaiknya aku akan pulang lain kali jika ingin membantu bilang"ucap Danta dengan gugup lalu pergi meninggalkan Himawari.


Himawari pun berdiri "manis sekali"pikir Himawari dengan tersenyum lalu dia pulang.


Saat menunggu bus dihalte dia bertemu dengan bu Lily dia hendak pulang dengan menaiki bus "bu Lily"sapa Himawari,lalu bu Lily pun langsung duduk disebelah Himawari.


"Kamu juga pulang Hima?"tanya bu Lily dengan tersenyum, "iya bu benar sekali"bagaimana keadaan tanganmu?"tanya bu Lily dengan memegang tangan Himawari.


"Sudah sembuh bu"balas Himawari lalu tak lama kemudia bus datang "mari masuk bu"sambung Himawari.

__ADS_1


"Tidak silahkan"balas bu Lily,lalu Himawari melambaikan tangannya lalu naik kedalam bus,saat didalam bus dia tidak melihat tempat duduk namun dia melihat Hugo yang hendak pulang dan duduk di kursi.


__ADS_2