Sunflower Girl

Sunflower Girl
Halaman 41


__ADS_3

"Kak Hugo"sapa Himawari lalu berdiri didepan Hugo,Hugo pun berdiri "duduklah"ucap Hugo dengan dingin.


"Tidak perlu"balas Himawari dengan tersenyum,lalu Hugo melihat tangan Himawari yang diperban dan menatap kearah wajah Himawari dengan tajam.


"B-baik aku akan duduk"balas Himawari dan duduk,Hugo pun berdiri didepan Himawari sambil menutupi rok Himawari.


"Tanganmu kenapa?"tanya Hugo dengan dingin sambil melihat kearah tangan Himawari, "ah ini cuma luka kecil (tidak mungkin aku akan berkata sejujurnya)"ucap Himawari "(ah iya baru ingat aku),kak Hugo"sambung Himawari.


"Hmmm"jawab Hugo lalu membuka tas mengambil buku dan membaca buku, "jadi gini"balas Himawari dengan gugup.


"Apa?"ucap Hugo dengan dingin, "kan kakak bisa masak,dan karena besok libur ya kan,jadi tolong ajari aku memasak"jawab Himawari dengan tersenyum dan menyatukan kedua telapak tanganya.


"Ya,besok datang lah,untuk bahan biar aku yang cari" balas Hugo lalu membalik buku,reflek Himawari memeluk Hugo"terimakasih kak"ucap Himawari.


Hugo pun terkejut "t-tunggu a-apa yang kalu lakukan"jawab Hugo dengan gugup,lalu Himawari melepaskan pelukannya lalu duduk kembali.


"Maaf kak,tadi reflek karena terlalu senang"jawab Himawari sambil menggaruk dikepalanya walupun tidak gatal.


"(mengagetkan)"batin Hugo yang masih syok,lalu dia melanjutkan membaca buku.


...**...


Dikediaman Dierja pukul 18.00


Karena malam ini adalah malam minggu,Himawari memutuskan untuk melihat-lihat barang yang dia simpan didalam kotak rahasianya.


Dia mengeluarkan kotak itu dari dalam lemarinya dan meletakkannya keatas kasur,lalu Himawari membuka gembok dari kotak itu,dan membukanya perlahan-lahan.


"Sudah lama aku tidak membuka kotak ini"ucap Himawari sambil memegang belati yang diberikan Zian dan membuka kotak hadiah Danta lalu melihat kedua senjata itu dengan seksama.


"(Kedua benda memiliki kesamaan)"pikir Himawari lalu dia melihat ukiran yang ada dipegangan pistol dan dimata pisau "(bunga matahari)"batin Himawari.

__ADS_1


Lalu meletakkan kedua senjata itu kedalam kotak yang khusus untuk kedua senjata itu lalu meletakkan diatas meja sebelah vas bunga matahari.


"Hima ayo makan"ucap ibu dari luar kamar, "ya ma"jawab Himawari sambil memandani barang diatas mejanya "(akankah kedua benda ini saling terhubung?)"pikir Himawari lalu pergi keruang makan.


"Besok malam kita adakan tunangan,kita buat kecil-kecilan" ucap ayah lalu meneguk air putih, "mengapa mendadak sekali pah"sahut Janu karena kaget.


"Tidak sudah ayah siapkan semuanya kamu hanya tinggal tukar cincin saya"jawab ayah dengan serius, "wah pasti rumah kita akan ramai"balas Himawari dengan semangat.


"Ya begitu lah"sahut Kara lalu memakan sesendok nasi, "Hima,ibu sudah memilihkan baju yang cocok denganmu"ucap ibu lalu membereskan meja makan.


...**...


Siang ini Himawari akan belajar memasak dengan Hugo,dia bersiap-siap dengan memakai rok dan baju berwarna senada tidak lupa dia mengikat rambutnya kebelakang dan memakai jepit rambut berbentuk bunga matahari lalu dia memakai sneakers berwarna kuning dan tas yang memiliki bordiran bunga matahari.


Setelah bersiap-siap Himawari berangkat kerumah Hugo dengan membawa bunga matahari ditangannya lalu menaiki bus.


Sesampai dihalte Himawari langsung kerumah Hugo,setelah sampai Himawari langsung mengetuk pintu rumahnya.


'Tok tok tok'


"Masuklah"ucap Hugo sambil menerima bunga dan menutup pintu rumahnya "langsung kedapur"sambung Hugo lalu mereka pun kedapur.


Sesampai didapur Hugo memberikan apron dan Himawari memakainya lalu menaruh tanya dimeja makan.


"Apa yang ingin kau buat hari ini?"tanya Hugo sambil menyiapkan bahan, "e...jadi begini hari ini tepatnya nanti malah kakakku akan melaksanakan acara tunangan jadi aku ingin membuat kue yang berkesan untuk mereka"jawab Himawari dengan tersenyum.


"Oh baiklah kita buat kue tart saja"balas Hugo lalu mengambil mangkok dan mixer dari lemari.


"Baik"ucap Himawari dengan semangat, " pertama kau harus melelehkan margarin terlebih dahulu sebelum kita membuat adonan"Ucap Hugo dengan mengambil panci lalu memasukkan margarin kedalam panci dan meletalkan diatas kompor lalu menyalakan apinya.


Tak lama kemudian margarin mencair lalu Hugo mematikan kompor lalu menyisihkan margarin yang cair tadi "lalu selanjutnya apa kak?"tanya Himawari.

__ADS_1


"masukkan telur bersama dengan gula pasir dan SP. Lalu aduk-aduk semua bahan ini secara merata sampai mengembang dengan menggunakan kecepatan yang tinggi pada mixer sampai mengental"ucap Hugo dengan memutar mixer searah jarum jam.


Adonan tadi pun mengental lalu Hugo mengurangi kecepatan mixer dan memasukkan terigu secara perlahan "wah jadi terigu itu penting ya"ucap Himawari.


Hugo pun memberikan mixer keHimawari "aduklah secara perlahan"jawab Hugo lalu memasukkan margarin secara perlahan "(wah kak Hugo pandai memasak)"batin Himawari karena mengagumi Hugo.


Hugo mengambil loyang dari lemari lalu meletalkan diatas meja dan mengolesi loyang dengan margarin "masukkan adonan keloyang"ucap Hugo,lalu Himawari memasukkan adonan keloyang.


Adonan tadi tidak sengaja terciprat dipipi Hugo " panggang adonan selama 25 menit dibawah suhu 190 derajat sampai matang dan mengembang secara merata"ucap Hugo dengan memasukkan adonan kedalam oven dan menyalakan oven.


Namun Himawari mengabaikkannya dan reflek mengusap pipi Hugo,Hugo yang terkejut pun tiba-tiba membuat pipinya menjadi merah jambu karena malu.


"A-apa yang kau lakukan"ucap Hugo karena gugup, "diamlah sebentar"jawab Himawari lalu membersihkan tangannya "Sudah tadi pipi kakak terciprat adonan kue" sambung Himawari dengan tersenyum.


"(Tadi sangat menegangkan)"batin Hugo dengan memegang kepalanya, "kakak kenapa?sakit kepala?"tanya Himawari karena penasaran.


"Tidak lupakan saja"jawab Hugo,lalu mereka berdua menunggu sampai adonan tadi berubah menjadi kue.


Setelah matang Hugo mengeluarkan kue dari oven "wah...."ucap Himawari karena terpukau dengan kue yang dibuatnya dan Hugo mengembang sempurna.


Lalu Hugo memindahkan kedalam pendingin,setelah beberapa saat Hugo mengambilnya lalu meletakkannya keatas tempat untuk menghias.


"Hiaslah sesukamu"ucap Hugo dengan memberikan beberapa krim dan taburan ke Himawari, "tapi aku tidak bisa"ucap Himawari.


"Coba saja dulu"balas Hugo lalu meninggalkan Himawari,Himawari pun mulai berfikir tentang gambar apa yang seharusnya dia buat.


"(Ah aku tahu)"gumam Himawari lalu dia mulai menggambar diatas Kue,sebelum menggambar dia mengoleskan krim dasar lalu membuat bentuk yang dia inginkan.


Hugo pun kembali lalu melihat gambar yang ada diatas kue tart tersebut "edelweiss?"ucap Hugo.


"Ya kamu benar,bunga ini melambangkan keabadian"balas Himawari dengan tersenyum.

__ADS_1


Setelah selesai Hugo memasukkan kue tersebut kedalam kotam kue lalu memberikan keHimawari.


"Ini kuenya"ucap Hugo,Himawari melepaskan apron lalu menerima kue tersebut "terimakasih"jawab Himawari lalu melihat ketangannya untuk melihat jam "(sudah pukul 15.00)kak sebaiknya aku harus pulang"sambung Himawari.


__ADS_2