
'Tok tok tok'
Suara ketukan pintu dari luar ruangan kantor kepala sekolah "masuklah." Ucap kepala sekolah dari luar ruangan.
Himawari dan pria itu masuk kedalam ruangan "wah tidak disangka kalian bisa datang bersama." Ucap kepala sekolah.
Himawari dan pria itu berdiri didepan kepala sekolah lalu membungkukan badannya.
"Ah itu,kami tidak sengaja bertemu tadi" jawab pria itu lalu meletakkan dokumen diatas meja kepala sekolah.
"Baik saya akan pergi dulu pak." Pamit Himawari dan berjalan hendak keluar.
"Tunggu." Ucap kepala sekolah,lalu Himawari mengampri kepala sekolah dan berdiri disamping pria itu.
"Ada apa pak?" Tanya Himawari.
"Karena ketua serikat mahasiswa telah terpilih,dan ketua serikat mahasiswa yaitu Rajen,seorang mahasiswa disampingmu Hima." Jawab kepala sekolah sambil mengarahkan jarinya ke Rajen.
Himawari mendongakan kepalanya kearah Rajen lalu kembali fokus ke kepala sekolah.
"Ya dia disampingmu,oleh sebab itu,saya ingin kamu menjadi wakil ketua serikat mahasiswa." Ucap kepala sekolah dan membuka satu dokumen.
Mendengar ucapan kepala sekolah Himawari sangat terkejut "T-tapi,saya sudah menjadi wakil selama tiga tahun pak."
"Apakah kamu ingin membantah?" Tanya kepala sekolah dan melihat Himawari.
"B-baiklah kalau begitu." Ucap Himawari dengan sedikit ragu.
"Oke sudah diputuskan bahwa kamu Himawari yang akan menjadi wakil ketua,kamu juga tidak akan lama menjabat sebagai wakil,ini hanya sementara selain Rajen ceroboh saya berfikir kalau kamu yang cocok mengambil posisi itu" Ucap kepala sekolah lalu memberikan surat perjanjian menjadi wakil ketua serikat mahasiswa.
Himawari membungkukan badannya lalu mendatangani surat tersebut lalu memberikannya kepada kepala sekolah.
"Baik kalian bisa pergi" Ucap kepala sekolah.
Himawari dan Rajen membungkukan badannya lalu keluar dari ruangan tersebut lalu duduk di kursi taman.
'Hufffhh'
"Tidak kusangka aku akan menjadi wakil lagi" Ucap Himawari sambil menyederkan kepalanya kesenderan kursi.
__ADS_1
"Maaf,aku telah merepotkanmu Hima" Jawab Rajen dengan melihat kelangit.
"Tenanglah,kamu sama sekali tidak merepotkanku" Ucap Himawari sambil tersenyum dan menoleh kearah Rajen.
Tiba-tiba ada seorang mahasiswi yang mengampiri Rajen dan Himawari lalu membungkuk sambil memberikan sekotak coklat kepada Rajen.
"I-ini,u-untuk kakak Rajen" Ucap mahasiswi tersebut.
"Hima ayo pergi" Ujar Rajen yang berdiri lalu pergi meninggalkan gadis itu.
Himawari yang melihat kejadian itu berdiri dan menegakkan badan mahasiswa itu "bolehkan aku yang memakannya?" Ucap Himawari sambil tersenyum.
Mahasiswi itu pun tersenyum lalu memberikan sekotak coklat lalu pergi begitu saja,Rajen yang menyadari bahwa Himawari tidak disampingnya langsung menoleh kebelakang "Hima ayo" Ucap Rajen.
Himawari yang mendengar ucapan Rajen langsung menghampirinya dan menyamakan langkahnya dengan Rajen dan mereka berjalan bersama.
"Wah tidakku sangka kamu begitu terkenal,namun aku baru melihatmu" Ucap Himawari lalu mengambil permen dari sakunya "kau mau?" Sambung Himawari sambil menyodorkan permen.
"Terimakasih" Ucap Rajen yang menerima permen itu lalu membuka bungkus dan memakanya "wah permen ini sangat manis" Puji Rajen dengan tersenyum.
"Benarkah?,aku membuatnya sendiri,permen iti terbuat dari biji bunga matahari" Jawan Himawari.
"Aku terkesan padamu Hima"Balas Rajen lalu menghentikan langkahnya.
"Aku lupa hari ini ada kelas,aku masuk kelas dulu ya" Pamit Rajen lalu pergi.
Himawari melihat Rajen yang menghilang dari hadapannya lalu kembali berjalan dan masuk kekelas Vokal.
"Hai Hima" Sapa Dealova yang terlebih dahulu sampai dikelas,Himawari yang melihat Dealova duduk dikursi langsung berjalan menghampiri dan duduk.
"Kudengar kau tadi bertemu dengan Rajen" Ucap Dealova yang menatap Himawari dengan penasaran.
"Oh itu,ya tadi aku bertemu dengannya,dia tadi tidak sengaja menjatuhkan benerapa dokumen jadi aku membantunya membawakan dokumen keruang kepala sekolah" Jawab Himawari sambil mengeluarkan buku dari dalam tasnya.
'Brakk'
"Kau hebat Hima,bisa berbicara dengannya" Seru Dealova sambil menggebrak meja.
"Memang kenapa?" Tanya Himawari dengan penasaran.
__ADS_1
"Dari berita yang kudengar walaupun dia ceroboh dan pelupa dia jarang mau berbicara dengan seorang cewek" Jawab Dealova dengan tatapan serius.
"Sepertinya kau terlalu banyak bergosip Lova" Ejek Himawari sambil menepuk bahu Dealova.
"Aku tidak berbohong Hima"Jawab Dealova.
"Iya (ya walaupun begitu ucapan Lova tadi ada benarnya)"balas Himawari.
"Hari ini kau ada berapa kelas Hima?" Tanya Dealova lalu membuka botol cola dan meminumnya.
"Hanya ada satu,kalau sekarang pukul 10.00" Ucap Himawari sambil melihat kearah jam arloji di tangannya "mungkin pulang pukul 15.00"Sambung Himawari.
"Wah lamanya,pasti nanti kau sangat lelah"Jawab Dealova .
"Ya aku harus mengambil kelas tambahan" Balas Himawari.
Tak lama kemudian Dosen memasuki kelas dan betapa terkejutnya Himawari saat melihat Dosen tersebut adalah....
"Siang perkenalkan saya Hugo,saya akan menjadi Dosen Vokal" Sapa Hugo yang berdiri didepan mahasiswa.
"(Wah sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan kak Hugo)" Batin Himawari yang menatap serius Hugo.
Sebaliknya Hugo tampak biasa saja saat melihat Himawari "(oh dia ada dikelas ini)" Batin Hugo.
"Bukankan dia kak Hugo" Bisik Dealova sambil menyenggol pelan tangan Himawari.
"Ya sepertinya begitu" Balas Himawari.
"Baik saatnya kita mulai pelajaran" Ucap Hugo sambil menulis whiteboard.
Himawari mengikuti kelas Vokal sampai selesai,setelah keluar dari kelas terdengar suara dering telfon dari dalam tasnya lalu dia menjawat telfon tersebut.
"Halo kak,ada apa?" Sapa Himawari dan duduk dikursi depan kelasnya.
"Bisakah aku menjemput Ichi,dia sedang les piano,mendadak ada masalah dikantor" Jawab Janu.
"Tapi...."
'Tutt tuttt tuttt'
__ADS_1
Suara telfon yang terputus "aihhh,kenapa harus mendadak" Gerutu Himawari lalu memasukkan ponsel kedalam sakunya dan melihat jam arloji ditangannya "(apa sudah pukul 15.00 bukankan kelas piano akan selesai pukul 15.00 aku harus bergegas)" Batin Himawari lalu bergegas menjemput Ichiro.
Dari kejauhan Himawari melihat Ichiro sudah keluar dari kelas dan Ichiro bersama dengan seorang pria.