Sunflower Girl

Sunflower Girl
Halaman 54.S2


__ADS_3

Himawari tersenyum saat melihat Ichiro berlari,Zian yang mengetahui ada kesempatan berdua dengan Himawari langsung mendekatkan kursinya sebelah Himawari.


"Hima.."Panggil Zian dengan lembut sambil menatap wajah Himawari.


Himawari yang mendengar panggilan dari Zian pura-pura tidak mendengar.


"Permisi,es krim telah siap" Ucap pelayan lalu meletakkan eskrim diatas lalu pergi.


Himawari mengambil eskrim lalu memakannya tanpa memerdulikan Zian,Zian hanya tersenyum melihat tingkah Himawari.


"Makanlah" Ujar Himawari lalu melanjutkan makan eskrim "Jangan pernah berbicara denganku" Sambung Himawari dengan nada dingin.


"Tolong maafkan aku,aku terpaksa Himawari" Ucap Zian sambil memegang tangan Himawari yamg berada diatas meja.


Mendengar hal tersebut Himawari mendengus lalu menatap Zian dengan tajam "sekali kubilang akan membunuh,aku pastikan akan membunuh".


"Baiklah Himawari" Ucap Zian dengan tersenyum "aku pastikan akan membuatmu memaafkanku Hima" sambung Zian.


'Kring..kring..kring'


Suara telfon berbunyi dari saku Zian,Zian mengambil ponsel dari sakunya lalu melihat nama sipenelepon dan membaca.


Anak buah 1


"Angkatlah" Ujar Himawari lalu memakan eskrim didepannya.


Zian menerima telfon tersebut "halo tuan,semua sudah selesai dan siap" ucap anak buah Zian dari telfon.


"Tunggu aku masih sibuk" Jawab Zian sambil melihat kearah Himawari.

__ADS_1


"Pergilah lakukan tugasmu" Balas Himawari yang memalingkan muka.


"Baik,aku akan kesana" Ucap Zian lalu mematikam telfon tersebut dan berdiri "aku harus pergi" sambung Zian.


"Ya pergilah" Jawab Himawari dengan nada dingin.


Mendengar jawaban dari Himawari Zian tersenyum dan pergi dari tempat tersebut.


"(Dia masih menjadi pembunuh)"Batin Himawari dan menghabiskan eskrim.


...**...


"Bawa mereka dipantai" Ucap Zian yang sedang mengendarai mobilnya dn berbicara dengan anak buahnya dari telfon.


"Baik"Jawab anak buahnya.


Sesampai dipantai,Zian berhanti pakaian,lalu berjalan kearah anak buahnya,dengan memakai setelan jas berwarna Hitam dan tanpa mengenakan kacamata dia tampak berbeda.


"Lepaskan kain di matanya"perintah Zian,anak buahnya membuka kain dimata dua pria tersebut.


"Lepaskan kami"Ucap pria berbaju biru tua dengan ketakutan.


"Kami akan melakukan apapun" Sahut pria berbaju kuning.


"Hahahahaha"


Tawa jahat keluar dari mulut Zian,Zian menatap kedua pria tersebut dengan tatapa buas "kalian tidak akan mati,aku punya permainan menarik" Ucap Zian sambil tersenyum menyeringai.


"Saya mohon lepaskan kami" Jawab Pria berbaju Kuning.

__ADS_1


"Sepertinya kalian sangat ingin segera bermain" Ucap Zian,lalu duduk dikursi depan kedua pria tersebut "kau tau ini" sambung Zian sambil mengetuk-mengetuk pasir dibawah kakinya.


"A-pa ini"


"Dibawah sini ada airpantai loh,apa bila aku membuka penahan pasir otomatis kalian akan terjatuh dan leher kalian akan tergantung" Ujar Zian sambil tertawa.


Medengar hal tersebut kedua pria itu seketika ketakutan,dan mencoba melepaskan diri.


Zian berdiri dan berjalan pergi,saat berada ditengah Zian berhenti lalu menoleh kearah kedua pria tersebut lalu menekan tombol open untuk membuka penahan pasir.


Sedikit demi sedikit pasir pantai longsor kedalam,kedua pria tersebut masih berusaha membuka tali ditangan mereka namun gerakan longsor tersebut terlalu cepat sehingga membuat kedua pria tersebut masuk kedalam air pantai dengan leher terikat ditali.


Melihat tersebut Zian mendengus "sangat memuaskan" Ucap Zian,lalu anak buahnya menghampirinya "segera bakar selagi masih hidup" perintah Zian.


"Baik" Jawab anak buahnya lalu mereka berjalan ketepi pantai dan melihat kedua pria tersebut menggeliat-geliat didalam air.


Merasa belum puas Zian menyuruh anak buahnya mengangkat kedua pria itu,setelah terangkat Zian menyiramnya dengan gas.


"Setelah aku pergi bakar" Perintah Zian,lalu kembali berjalan menjauhi anak buah dan pria tersebut,Zian berhenti lalu menoleh dan memberi aba-aba untuk dibakar.


Anak buah Zian membakar kedua pria yang sedang sekarat itu.


"Akhhhhh"


"Panass tolonggg"


Suara teriakan dari kedua pria tersebut yang saling bersaut sautan membuat Zian menjadi lebih senang.


"Teriaklah,tidak ada yang akan mendengar kalian" Teriak Zian dengan tersenyum miring lalu pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


Saat hendak memakai helm Zian masih memikirkan kajadian yang terjadi tadi siang "(sejak kapan Hima menjadi pembunuh)" batin Zian lalu memakai helm menyalakan mesin dan pergi dari tempat itu.


__ADS_2