Sunflower Girl

Sunflower Girl
Halaman 39


__ADS_3

Lonceng istirahat berbunyi Himawari dan Zian memutuskan untuk pergi kekantin bersama,sesampai dikantin mereka mengambil jatah makan.


"Hima"panggil Dealova sambil melambaikkan tangannya,lalu Himawari dam Zian menggampirinya lalu duduk.


"Loh Alexa dan Arga kemana?"tanya Himawari lalu meneguk jus stroberi, "mereka melaporkan tentang siapa yang membakar lap biologi"bisik Dealova ketelinga Himawari.


"Perlukah kamu berbisik seperti ini?"bisik Himawari ketelinga Dealova, "iya Hima karena yang membakar lap biologi adalah.."belum selesai Dealova menjawab pertanyaan dari Himawari tiba-tiba Himawari badan Himawari ditarik kebelakang tetapi tangan Zian menangkap badan Himawari yang berarti Himawari tidak terjatuh.


"Hima.."panggil Dealova karena kaget,lalu Himawari memberikan isyarat untuk diam dan tenang.


Lalu Himawari berdiri dan berbalik kebelakang lalu menatap orang dibelakangnya dengan tersenyum "(oh Gladis dan 3 temannya)"batin Himawari.


"Ada apa Gladis,apa kau mau mengambil Zian?,maaf kali ini tidak akan kuberikan"ucap Himawari dengan tersenyum.


"(A-pa maksud Hima)"batin Zian, "cih jangan sombong Hima,palingan bentar lagi kau juga akan dikeluarkan dari sekolah"sindir Gladis dengan tertawa.


"Gladis pernahkah kau berfikir untuk menghisap bau bunga?pasti sangat harum jika kau mau menciumnya tetapi jika kau hanya mau mencium racun hanya bau busuk yang akan tercium oleh hidungmu"sidir Himawari dengan tersenyum.


"Cih kau tau,aku sangat membenci senyumanmu memuakkan"ejek Gladis, "kalau senyumanku membuatmu muak siapa yang menyuruhmu untuk melihat senyumanku?"ucap Himawari dengan mengeleng-gelengkan kepalanya.


"Kau!!!!"bentak Gladis, "ayo lah Gladis,dari awal yang mencari masalah adalah dirimu sendiri"ucap Himawari.


'Plak'


Suara tamparan yang sangat keras mengenai pipi kiri Himawari "saat kau tidak bisa berargumen kau hanya bisa bertindak tanpa bisa berfikir"sindir Himawari.


'Plak'


Suara tamparan yang menenai pipi kanan Himawari "sudah ketiga kalinya kau menamparku"ucap Himawari lalu mengusap tepi mulutnya yang berdarah lalu melihat darahnya.


"Aku bisa saja membunuhmu tapi aku tidak akan mau"ucap Himawari dengan tersenyum miring.

__ADS_1


Tiba-tiba ada belati yang hendak menusuk kepala Himawari dari samping namun Himawari memegang pisau itu agar tidak mengenai kepalanya sehingga tangan Himawari meneteskan darah.


"Hima.."ucap Dealova,Zian,Farel dan Zaky secara bersamaan,lalu Himawari menoleh kesamping dan menatap tajam orang yang hendak menusuknya "Silvia"ucap Himawari dengan dingin dan tatapan sinis sampai membuat Silvia gemetar.


Lalu Himawari memegang pegangan belati dengan tanganya yang terus menetes,"Hima cukup"ucap Zian karena khawatir lalu berdiri dan melihat Silvia dengan tatapan penuh amarah, "tenang aku baik-baik saja"jawab dengan lembut Himawari.


"(Mengapa tatapan Himawari sangat menakutkan)"batin Zian sambil melihat wajah Himawari.


"A-apa yang akan kau lakukan dengan pisau itu?"tanya Gladis dengan sedikit gugup,lalu Himawari menjatuhkan belati dari tangannya.


"Kau tau Gladis tangan ini tidak pernah menyakiti orang lain,namun orang lain terus membuat tangan ini sakit"jawab Himawari dengan menatap kedua tangannya.


Gladis hendak menampar Himawari namun terhenti karena pergelangan tangan Gladis digengam oleh Dealova.


"Sekali lagi kau menampar Hima kupatahkan tanganmu"ancam Dealova ke Gladis lalu mencengkram tangan Gladis.


"Au..lepas bodoh"ucap Gladis dengan kesakitan sambil berusaha melepaskan tangannya, "baru segini kau bilang sakit lihat tangan Hima sampai mengeluarkan darah"gertak Dealova dengn tatapan sinis.


"Lepaskan lah Lova,tanganmu tidak pantas memegang badan yang busuk"sindir Himawari lalu Dealova melepaskan tangan Gladis.


"Tanganmu Hima"ucap Danta dengan Khawatir,lalu langsung manatap tajam Gladis tak lama kemudian Alexa dan Arga datang bersama kepala sekolah.


"Dia disini pak"ucap Alexa, "benar diaebelah sana"jawab Arga sambil menunjukkan tempatnya.


"Ternyata kau disini Gladis!!"bentak kepala sekolah lalu melihat darah dari tangan Himawari dan pisau dari tangan Gladis.


"Tenang pak ini bukan seperti yang anda fikirkan"ucap Gladis yang membela dirinya sendiri "bukan begitu teman-teman?"sambung Gladis yang bertanya ke Silvia,Elena dan Evlyn namum mereka hanya diam.


"Ini faktanya dan banyak saksi matanya,disekolah ini dilarang membuli,menyakiti karena kalian Gladis, Silvia,Elena dan Evlyn telah melakukan pembulian,kekerasan fisik,telah memfitnah dan telah membakar lap biologi kalian akan saya keluarkan dari sekolah"ucap kepala sekolah lalu pergi.


"T-tapi pak"ucap Gladis, "semua ini gara-gara Hima"sahut Silvia, "(aku pasti akan membuatmu menderita)"batin Gladis lalu Gladis, Silvia,Elena dan Evlyn meninggalkan kantin.

__ADS_1


Lalu Himawari duduk dikursi lalu melihat darah menetes dari tangannya dan tidak lama kemudian perawat sekolah datang dan mengobati luka Hima.


"(Andai saja tidak disekolah pasti akan kubunuh mereka)"batin Zian dengan tatapan sinis, "(jika aku melihat mereka tetap menyakiti Himawari kupastikan nyawa mereka menghilang)"batin Danta.


"Oh ya kak Danta apa yang kamu lakukan disini?"tanya Himawari sambil menahan rasa sakit, "tadi ada urusan yang sangat penting dengan kepala sekolah lalu aku mendengan Alexa dan Arga melaporkan tentang pembakaran lap lalu aku ikut kesini"balas Danta dan pergi.


"Kau hebat Hima"ucap Zian dengan amat kagum,"kau juga Zian"balas Himawari dengan tersenyum, "selesai,ingat Hima karena lukanya cukup dalam jangan sampai kau memakan berbagai jenis seafoot dan telur ya,jangan lupa pakai salepnya dan ganti perbannya"ucap perawat lalu memberikan salep dan pergi.


Himawari, Alexa, Dealova, Farel, Zian, Zaky, dan Arga mereka kembali kekelas.


...**...


Saat sampai dirumah ibu Himawari kaget karena melihat tangan anaknya diperban "mengapa tanganmu diperban seperti ini?"tanya ibu Himawari.


"Ini adalah hadiah dari temanku"ucap Himawari dengan tersenyum lalu pergi kekamar dan langsung mandi.


Beberapa jam kemudian


"Hima makanlah"ucap ibu dari luar kamar lalu pergi keruang makan,Himawari pun keluar kamar dan pergi keruang makan.


"Hima tanganmu kenapa?"tanya Janu karena kaget melihat tangan Himawari yang terbalut perban.


"Ini hadiah dari seseorang"jawab Himawari sambil mengambil nasi dan lauk.


"Siapa orangnya Hima?"tanya ayah lalu memakan sesuap nasi.


"Katakan siapa yang membuatmu seperti ini,kita merawat Hima dengan kasih sayang mereka malah melukainya"sahut Kara yang menggenggam erat sedoknya.


"Tenang lah kak aku baik-baik saja"balas Himawari dengan tersenyum,"bukan pertama kalinya kamu seperti ini katakan siapa yang menyakitimu"ucap Janu lalu memakan sesuap nasi.


"Kalian berlebihan"jawab Himawari, "siapa yang berlebihan"balas Janu dan Kara secara bersamaan.

__ADS_1


"Tenanglah kalian,papa punya berita penting"ucap ayah lalu meneguk segelas air putih, "apa pah?"tanya Himawari dengan penasaran.


"Ayah akan memutuskan untuk menikahkan janu"balas ayah dengan tersenyum.


__ADS_2