
"Nona?"ucap orang itu,dia meletakkan makanan dan minuman dimeja lalu duduk "silahkan nona"sambungnya, "baik nanti saja"jawab Himawari lalu tersenyum.
"Panggil saja saya oba"balas oba dengan tersenyum,"baik oba,apakah anda ibunya Zian?"tanya Himawari.
"bukan saya pembantu disini,saya juga yang merawat Zian,dan apakah nona kekasihnya tuan Zian?karena tuan muda tidak pernah membawa teman perepuannya kerumah"tanya oba dengan polos, Himawari pun kaget.
"b-bukan oba saya teman sebangkunya Zian"jawab Himawari.
"Syukurlah kalau tuan mendapatkan teman,saya pergi kebelakang ya nona.."ucap oba dengan nada bertanya dan berdiri,"Himawari oba"jawab Himawari dengan nada lembut dan berdiri.
"baik nona Hima saya pergi kebelakang dulu,mari"pamit oba lalu dia kebelakang, "iya,mari"balas Himawari dengan tersenyum dan duduk.
Himawari pun mulai berdiri,berjalan-jalan dan melihat-lihat pajangan,"(oh ini ibunya Zian,cantik banget,wah lihat Zian lucu sekali)", "ibuku sangat cantik bukan?"ucap Zian dari belakang Hima.
__ADS_1
"Sangat cantik,eh Zian,m-maaf kalau aku melihat foto-fotomu"balas Himawari lalu berbalik ledepan, "tak apa lihat saja" balas Zian mengambil satu bingkai foto lalu pergi duduk dan Himawari mengikutinya.
"Ibuku adalah orang yang lembut,baik,dan tidak tega,berbeda dengan aku"ucap Zian sambil melihat foto ibunya dan tersenyum, "lalu ibumu kemana?"tanya Himawari.
Zian pun mulai menghembuskan nafasnya"huffffh,dia telah meninggal".
"maaf aku tidak bermaksud"ucap Hima dengan nada bersalah, "tak apa Hima,menurutku dia wanita yang bodoh karena mau mendonorkan jantungnya untuk orang yang membencinya,tapi walaupun begitu mereka masih memandang rendah ibukku"ucap Zian dengan tersenyum.
Tiba-tiba Himawari memeluknya"kamu tidak lemah Zian,kamu sangat kuat"ucap Himawari,Zian kaget namun dia menerima pelukan itu"(hangat)".
Himawari pun melepas pelukannya dan memegang pundak Zian,"tersenyum lah seperti dulu Zian"ucap Himawari lalu dia membuka tasnya,mengambil permen berbentuk bunga matahari,membukakanya lalu menyuapi Zian.
Zian pun menatap Himawari lalu dia tersenyum,Himawari pun membalas senyumannya,lalu mereka mengerjakan tugas.
__ADS_1
Disisi lain,oba yang melihat kebersamaan mereka dia juga ikut tersenyum"(syukurlah tuan muda masih bisa tersenyum)"gumamnya dari dalam hati.
Tidak terasa matahari sudah tidak tampak lagi,Himawari memutuskan untuk pulang,Zian mengantarkan Himawari pulang menggunakan mobil.
...**...
"Ayo masuk Zian"ucap Himawari yang keluar dari mobil,"tidak Hima"balas Zian,Himawari pun berjalan kearah pintu Zian,membuka pintunya lalu memaksa Zian untuk keluar.
"Baik-baik Hima aku akan masuk kedalam tapi cuma sebentar ya"ucap Zian yang membuka pintu mobilnya,"iya Zian"balas Himawari dengan tersenyum lalu menarik tangan Zian,Zian melihat tangannya dia pun tersenyum.
"Hima apa orang tuamu tidak akan marah?"ucap Zian yang kawatir, "tidak Zian tenang saja,mereka orang tua yang sangat lembut"balas Himawari dengan nada ceria.
Himawari berjalan keatas tangga lalu membuka pintu rumahnya dan.
__ADS_1