Sunflower Girl

Sunflower Girl
Halaman 36


__ADS_3

"Baik,pagi ini aku akan bersabar,aku tidak akan membalasnya"ucap Himawari yang bersiap-siap untuk berangkat sekolah lalu berjalan kearah halte bus dan menaiki bus.


Himawari melihat kursi kosong lalu duduk dan tidak lama kemudian ada seseorang yang duduk disampingnya lalu Himawari melihat kearang orang tersebut "kak Hugo"sapa Himawari.


"Oh Hima"balas Hugo lalu membaca buku,bus pun mulai berjalan, "buku apa yang kau baca?"tanya Himawari.


"Dark note"balas Hugo dengan dingin lalu dia melihat seseorang pria memfoto rok Hugo reflek berdiri dan menarik kerah pria yang didepannya "hapus atau kupatahkan lehermu"ancam Hugo dengan tatapan membunuh.


Himawari yang didepannya pun kaget "(apa yang sedang dia lakukan)"batin Himawari.


"A-pa m-maksudmu"tanya pria itu dengan gugup,"sekali lagi kuperingatkan hapus atau kupatahkan lehermu"ancam Hugo,lalu pria itu menghapus foto rok Himawari Hugo pun melepaskan kerah pria itu.


Hugo pun melepas jaketnya dan menutupi rok Himawari "lain kali hati-hati lah saat duduk"ucap Hugo dengan dingin lalu duduk kembali,"b-baik terimakasih"jawab Himawari "(pasti karena rokku terbuka,padahal aku sudah pakai daleman rok)"batin Himawari.


Sesampai disekolahan Hugo dan Himawari pun turu dari bus "ini kak jaketnya,terimakasih"ucap Himawari dengan memberikan jaketnya, "simpanlah"jawab Hugo lalu pergi kearah gerbang VSA dan meninggalkan Himawari.


Himawari pun berdiri menunggu Hugo menghilang dari hadapannya lalu melihat kearah kerah jaket Hugo "H (mungkin sebagai tanda bahwa ini milik Hugo dan sekarang ini jadi milik 'H' yaitu Himawari)"gumam Himawari lalu mencium bau jaket milik Hugo "(wangi)"sambungnya lalu berjalan kearah kelas.


Seperti biasa sesampai kelas Himawari mengganti bunga didalam Vas lalu duduk dikursinya,"morning Hima"sapa Arga yang baru datang lalu melihat plester ditepi bibirnya "itu kenapa?"sambung Arga.


Dan tak lama kemudia Zian pun datang dan duduk,Zian juga melihat plester ditepi bibirnya "itu kenapa Hima?"tanya Zian.


"Tenang lah ini hanya luka kecil,bukan masalah bagiku"jawab Himawari dengan tersenyum, "jangan bohong kau Hima"sahut Arga.


"Biarkan aku bertindak dengan caraku"jawab Himawari dengan tegas, "(tidak biasanya Hima akan membalas sesuatu)"batin Arga.


"(Nampaknya ini sangat serius)"batin Zian lalu mengeluarkan buku dalan tasnya.


...**...


Kediaman keluarga Dierja 19.00


"Hima setelah ini bersiaplah kamu akan ikut kakak ke acara peresmian gedung baru,pakai dress yang sudah kakak siapkan"ucap Janu lalu pergi meninggalkan ruang tamu.

__ADS_1


"Ma...,Hima males ikut kak Janu ma"rengek Himawari, "jangan begitu Hima,kalau kakakmu punya pacar tidak mungkin dia mengajakmu"balas ibu dengan memegang pundak Hima.


"Tapi ma.."rengek Himawari,"bersiaplah Hima sebentar lagi kamu akan berangkan"ucap ibu dengan lembut.


Himawari pun menghabiskan makanannya lalu bersiap-siap dan pergi ke kamar.


Saat dikamar Himawari memakai dress berwarna merah muda lalu memakai sepatu yang bersana senada dengan dressnya lalu memakai dompet yang mewah dan memakai jepitan rambut bunga marahari.


Setelah bersiap-siap Himawari langsung masuk kedalam mobil dan janu menyalakan mesin mobil lalu langsung berangkat.


"Kak carilah kekasih biar kamu tidak harus mengajakku pergi"ucap Himawari,"Hmmm"balas janu dengan singkat.


"Carilah kekasih yang mau menerima sikap buruhmu"ucap Himawari,"hmmm"balas Janu, "kakak dari tadi cuma hmmm doang"gerutu Himawari.


Mereka sampai lalu Janu pun parkir,mematikan mesin lalu keluar mobil "(belum selesai ngomong loh)"batin Himawari lalu Himawari pun turun.


Mereka pun masuk kedalam gedung,lalu tiba-tiba Janu dihampiri oleh teman Direktur dari perusahaan A lalu mereka berjabat tangan,Janu pun tersenyum.


"Tidak kusangka pak Janu punya kekasih secantik ini"puji direktur perusahaan A.


"wah namanya sungguh bagus,anak juga masih remaja mungkin hanya terpaut 3 tahun"jawab Direktur.


"Cek cek permisi untuk para tamu undangan dimohon untuk duduk dikursi yang disediakan"ucap pembawa acara,para tamu undangan pun duduk.


"Mari pak"ajak direktur perusahaan A,"baik"balas Janu,lalu mereka pun duduk, "(wah ada kursi dan meja juga,wah ada jus stroberi)"batin Himawari sambil duduk.


"Baik selamat malam untuk para tamu undangan,saya akan menyampaikan susunan acara hari ini pertama pembukaan,kedua sambutan dari Direktur peresmian lalu lain-lain,baik untuk bapak direktur dipersilahkan menaiki panggung"ucap pembawa acara lalu mempersilahkan direktur menaiki panggung.


Direktur pun menaiki panggung lalu membuka acara lalu memberi ucapan sambutan lalu peresmian dan sampailah pada acara lain-lain.


"Saya juga tidak akan bisa membangun gedung butik itu tanpa dukungan dari ketiga putraku,untuk para putraku silahkan naik keatas panggung"ucap Direktur,lalu ketiga anaknya naik keatas panggung.


Betapa terkejutnya Himawari melihat ketiga anak Direktur itu "(ternyata mereka bersaudara)"batin Himawari karena kaget.

__ADS_1


"Ini lah ketiga anakku anak pertama Danta"ucap Direktur lalu Danta pun membungkukkan badannya lalu tersenyum, "(kak Danta?)"batin Himawari.


"Lalu ini putra keduaku Zian"ucap Direktur,lalu Zian membungkukan badanya lalu tersenyum sambil membenarkan kacamatanya, "(Z-zian?)"batin Himawari.


"Dan dia putra terakhirku Rangga"ucap Direktur,lalu Rangga pun membungkukkan badannya lalu tersenyum lalu para tamu undangan pun bertepuk tangan.


"(Ternyata mereka saudara?,mengapa aku tidak pernah menyadarinya padahal Rangga pernah cerita bahwa dia punya dua kakak,Zian juga pernah cerita punya saudara tiri,d-dan Gladis juga pernah bilang agar aku tidak mendekati mereka mengapa mereka tidak memberitahuku)"batin Himawari.


Dan tidak sengaja Danta,Zian dan Rangga melihat Himawari lalu mereka pun kaget,lalu Himawari pun pergi meninggalkan acara lalu mereka bertiga pergi mengejar Himawari.


"Hima..."panggil Zian dari belakang lalu Himawari pun berhenti lalu berbalik kebelakang, "aku tidak menyangka jika kalian saudara bahkan kalian tidak pernah cerita,ku kira kita berteman"ucap Himawari dengan tatapan dingin.


"K-kami ingin mengatakanya tapi kami mencari waktu yang tepat"jawab Rangga dengan memelas.


"Ya benar Hima"sahut Danta, "kau juga tahu bukan Hima bahwa kami tidak terlalu rukun"balas Zian dengan memegang tangan Himawari.


"Ini semua gara-gara ibumu"bentak Danta, Zian pun reflek menarik kerah baju Danta "hei tarik kembali ucapanmu"ucap Zian dengan tatapan sinis.


"Tenanglah kalian semua,sekarang kita ada dalam acara penting"ucap Rangga untuk melerai kuda kakaknya.


"Jika saja ibumu tidak hadir sebagai pelakor"ucap Danta, "bukankah kau juga tahu yang menghasut ibumu ibunya Gladis"bentak Zian.


Tiba-tiba Himawari menampar kedua saudara itu,Zian dan Danta terkejut Zian pun melepas kerah baju Danta.


"Ya aku memang tidak tahu masalah yang sebenarnya tapi setidaknya pikirkanlah ayah kalian dia sedang senang hari ini,jangan buat dia sedih karena pertengkaran kalian"ucap Himawari dengan tegas.


"Ya kau benar Hima,walaupun Zian bukan saudara kandungku dia juga anak ayahku dan otomatis dia juga adikku"jawab Danta.


Zian pun merangkul pundak Danta "benar aku adikkmu"balas Zian, "aku juga adik kalian"sahut Rangga.


"Ya kalian semua adikku"ucap Danta lalu merangkul pundak kedua adiknya sambil tersenyum,Himawari pun tersenyum lalu ada telfon berdering dari ponselnya.


"Halo kak Janu"sapa Himawari, "ayo pulang sudah kakak tunggu diparkiran"jawab Janu dari telfon lalu mematikan telfonnya.

__ADS_1


"Aku akan pulang,kalian harus seperti ini,kalian adalah orang yang sangat berharga bagiku"ucap Himawari lalu pergi,saat ditengah jalan dia menoleh lalu melambaikan tangan dan tersenyum.


Zian,Danta,dan Rangga pun tersenyum lalu Himawari pun pergi, "wah tamparan yang sangat keras"ucap Danta,"ya kau benar tamparan yang bisa membolak balikan hati manusia"jawab Rangga, "(ya kalian benar)"batin Zian.


__ADS_2