
Pagi ini Himawari berangkat dengan menggunakan bus lalu berhenti didekat halte sekolah lalu dia mulai berjalan kearah gerbang sekolah dan dari kejauhan dia melihat Axel yang baru datang menggunakan motornya dan hendak masuk kedalam gerbang VSA.
"Kak Axel"sapa Himawari sambil melambaikan tangan kirinya,Axel yang menyadari pura-pura tidak tahu dan mengabaikkan Himawari dan darah dari Hidung Axel keluar sedikit "(kawaii)"batin Axel.
Himawari yang melihat Axel mengabaikannya langsung bertanya pada dirinya sendiri "(ada apa dengannya)"batin Himawari dan langsung masuk kesekolahan.
Saat hendak masuk kelorong sekolah tiba-tiba Himawari didorong oleh seseorang dan terjatuh "au.."ucap Himawari lalu melihat kearah depan "Gladis"sambung Himawari.
"Ups aku sengaja Hima"ejek Gladis lalu tertawa,Himawari pun berdiri membersihkan debu dilutut dan ditangannya "baiklah Gladis,aku akan pergi dulu"jawab Himawari dengan tersenyum lalu pergi meninggalkan Gladis.
"Cih sok tegar"gerutu Gladis lalu pergi.
"Morning semua"sapa Himawari lalu mengganti bunga,Zian melihat rok Himawari yang kotor lalu menghampirinya.
"Hima,kenapa rokmu bisa kotor"tanya Zian lalu menghapus tulisan dipapan tulis, "e...,aku cuma terjatuh saat dilorong sekolah"jawab Himawari dengan gugup.
"Benarkah itu?"tanya Zian yang meletakkan penghapus dan melihat Himawari,"benar Zian"jawab Himawari lalu duduk dikursi.
Waktu istirahat dimulai Himawari,Dealova,Alexa,Zaky,Farel,Zian dan Arga mereka makan bersama dikantin.
"Hima,apakah club pencinta alam sudah diresmikan?"tanya Farel lalu memakan sesendok siomay.
"Ya,dan pendaftaran anggotanyan sudah dimulai sampai tanggal 23 "jawab Himawari lalu meneguk jus stroberi.
"Wah sepertinya seru bisa ketemu cowok yang tampan"sahut Alex lalu menyedot es teh,"pikirannya cowok mulu"ejek Dealova.
"Lah biarlah"jawab Alex,"dan anggotanya bukan dari FSA tapi juga dari VCA"balas Himawari lalu meneguk segelas jus stroberi.
Tiba-tiba ada orang yang menyiram Himawari dengan jus stroberi dari belakang Himawari dan orang itu tertawa,"Hima"ucap Arga,Zian dan Dealova secara bersamaan karena mereka berada didepan Himawaru.
__ADS_1
"Gladis apa yang kamu lakukan"sentak Zian lalu hendak berdiri namun dihentikan oleh Himawari pun berdiri dan berjalan kedepan Gladis lalu tersenyum padanya.
"Bukankan kau menyukainya Himawari?ku berikan kau jus stroberi kesukaanmu"sindir Gladis dengan tersenyum miring.
Himawari pun memiringkan kepalanya lalu mendengus dan tersenyum"terimakasih atas pemberianmu aku sangat menikmatinya"ucap Himawari.
Gladis pun menyemprotkan saus tomat kebajunya,Dealova,Arga dan Zian pun reflek pun berdiri dan Himawari mengangkat tangannya kearah meja sebagai aba-aba berhenti lalu mereka pun duduk kembali.
"Apakah ini hadiah lagi Gladis"sindir Himawari dengan membersihkan saos tomat dibajunya,"marahlah Hima"ucap Gladis dengan tertawa.
Himawari pun tersenyum lalu menggelengkan kepalanya"maaf Gladis,marah hanya membuang-buang tenaga saja,tersenyumlah agar kamu tampak bahagia"jawab Himawari.
"Dasar sekolah cuma punya otak aja sombong,buat apa punya otak kalau gak punya uang"bentak Gladis karena marah.
"Oh berarti kamu gak punya otak?pantes gak punya akal buat mikir"sindir Himawari lalu orang-orang dikantin tersenyum.
"Kau!!!!!!"gerutu Gladis,"maaf Gladis aku tidak bisa menemanimu bermain,aku harus membersihkan hadiah yang kau berikan"ucap Himawari dengan tersenyum lalu berjalan keluar kantin Dealova dan yang lainya juga pergi.
"Siapa kalian?"tanya Gladis,"tenang lah kami ini temanmu aku juga ingin menghancurkan Hima"ucap Elena,"aku Evlyn,dia Silvia dan disebelahmu Elena"sahut Evlyn.
"Ya mari kita hancurkan Hima"ucap Gladis dengan tersenyum miring, "tentu Gladis"jawab Silvia.
Disisi lain saat dikelas Zian meminjamkan kaos olahraganya agar Himawari bisa ganti"ini Hima,pakailah"ucap Zian lalu memberikan baju olahraganya "tidak perlu Zian aku baik-baik saja"jawab Himawari dengan tersenyum.
"setidaknya pakailah untukku"balas Zian dengan memelaskan mukanya, "uluh-uluh baiklah aku akan ganti"ucap Himawari lalu pergi ganti baju, "(keterlaluan kau Gladis)"batin Zian.
Lonceng pulang berbunyi Himawari pun pulang dengan berjalan kaki dan saat keluar dari gerbang sekolah tiba-tiba Gladis menghampiri Himawari lalu menamparnya sangat keras sampai membuat tepi mulut Himawari berdarah.
Himawari pun kaget lalu mengusap tepi mulutnya dengan ibu jarinya lalu melihatnya "darah"ucap Himawari lalu tersenyum dan menatap Gladis.
__ADS_1
"(Ada apa lagi ini)"batin Himawari, "(yes sudah cukup keras aku menamparnya)"batin Gladis.
Dari kejauhan Danta melihat Himawari yang sedang ditampar dia ingin menghampirinya namun tidak jadi "(bukankah itu Himawari dan mengapa Gladis menamparnya?,aku ingin sekali melihat sikap Himawari)"batin Danta.
"Jangan kau dekati mereka"sentak Gladis,"mereka?" tanya Himawari," ya Rangga,Danta,Zian dan Hugo"jawab Gladis.
Danta yang mendengar percakapan mereka pun kaget "(mengapa harus ada aku)"batin Danta.
"Oh ambilah semuanya"ucap Himawari dan dia melihat bus berhenti dan langsung menaiki bus, "Cih aku belum selesai"gerutu Gladis lalu pergi.
"(Jawaban Hima cukup sadis)"batin Danta lalu pergi keparkiran motor.
...**...
Sesampai rumah Himawari langsung masuk kedalam rumah,meletakkan tasnya diatas meja dan menjatuhkan badannya diatas kasur.
"Wah hari yang melelahkan" ucap Himawari lalu memejamkan matanya,lalu dia terbangun dan melihat bunga matahari yang berkelopak merah diatas mejanya.
"Apakah aku juga akan menjadi pembunuh?,tapi itu tidak akan bisa kulakukan"sambung Himawari lalu pergi kedepan kaca dan melihat luka ditepi mulutnya "(cukup keras juga perempuan tadi menampar)"batin Himawari lalu pergi mandi.
Setelah mandi dia pergi keruang tv dan menyalakan tv,ibu pun menghampiri Himawari "baru pulang Hima?"tanya ibu yang melihat kearah Himawari.
"Iya mah"balas Himawari yang menoleh kearah ibu,lalu ibu pun melihat luka ditepi mulut Himawari lalubsegera mengambil kotak p3k dan mengobati Himawari.
"Aku baik-baik saja ma"ucap Himawari,"kenapa ini bisa terjadi apa kamu berkelahi?"tanya ibu yang memberikan obat merah ditepi mulut Himawari.
"Tidak ma,tapi bisa saja anakmu Hima berkelahi dengan seseorang au,sakit ma"jawab Himawari yang menahan rasa sakit.
"Berkelahilah jika kau diinjak-injak Hima"balas ibu lalu menempelkan plester kecil ditepi mulut Himawari, "tentu ma"seru Himawari.
__ADS_1
Lalu ibu memegang kedua bahu Himawari "dengar Hima, darah dibalas dengan"ucap ibu dengan serius.
"tentu mah,pasti akan ku lakukan jika mereka menginjak-injakku"balas Himawari dengan meremas kursi sofa "(pasti)"batin Himawari.