
"Pagi Zian"sapa Himawari yang memasukkam bunga kedalam vas bunga dan tersenyum.
Zian hanya memandangi Himawari dengan tatapan gelisah, "ada apa Zian?"tanya Himawari yang merasa Zian sedang memikirkan sesuatu yang berat.
"(Tak mungkin aku akan membunuh orang tua Hima)"batin Zian lalu pergi ketempat tutup dan mengabaikan pertanyaan dari Himawari.
"(Ada apa dengannya)"tanya Himawari pada dirinya sendiri dan pergi duduk.
Zian hanya diam dan menundukkan kepalanya,Himawari yang menyadari langsung menepuk pundak Zian "ceritalah apa yang sebenarnya terjadi".
Zian langsung menoleh kearah Himawari dan memegang kedua lengan Himawari "Hima pergilah jauh bawa orang tuamu dan keluargamu"ucap Zian dengan cemas.
"Apa maksudmu Zian?"tanya Himawari dengan memiringkan kepalanya.
Zian pun melepaskan tangannya dari lengan Himawari lalu menundukkan kepalanya "(apakah ini perbuatan yang benar?)"tanya Zian pada dirinya sendiri.
Himawari menghembuskan nafasnya lalu mengambil permen dari dalam tasnya,membuka telapak tangan Zian dan memberikan permen tersebut.
Zian yang menyadari perbuatan Himawari hanya bisa tersenyum tipis "(permen bunga matahari seperti dulu)"batin Zian.
"(Akhirnya tersenyum,tapi mengapa dia menyuruhku untuk pergi,sebenarnya apa yang terjadi?),tanya Himawari pada dirinya sendiri.
'Teng teng teng'
Lonceng sekolah berbunyi,tidak lama kemudian guru masuk kekelas siapa yang akan mengira hari ini pelajaran sosiologi dan guru mata pelajarannya bu Lily.
Himawari menatap bu Lily dengan antusias dan bu Lily merasa agak tidak nyaman dengan tatapan Himawari namun bu Lily mengabaikannya.
Bu Lily berjalan kearah meja guru lalu meletakkan buku dan berjalan kedepan papan tulis.
"Baik karena hari ini ada perombakan jadwal jadi sementara bu Lily akan mengajar kalian"ucap bu Lily,lalu mengambil sepidol lalu mulai menulis dipapan tulis.
"Carilah beberapa contoh sosialisasi yang ada disekolahan"baca Himawari lalu mulai menulis dibuku tulisnya.
"Baik,ini tugas kelompok satu bangku,sebelum istirahat bisa dikumpulkan"ucap bu Lily lalu berjakan kearah tempat duduk guru dan duduk.
"Jadi bagaimana ini Zian?"tanya Himawari lalu mengambil penggaris dari dalam tasnya, namun Zian hanya diam termenung,Himawari yang menyadarinya langsung menepuk pundak Zian.
__ADS_1
Zian pun kaget lalu langsung menoleh kearah Himawari "ada apa Hima?"tanya Zian lalu membuka bukunya.
"Lihatlah papan tulisnya"ucap Himawari sambil menunjuk kearah papan tulis, "oh itu, contohnya
berbicara,bermain" jawab Zian dan mencatat.
"Wah kau benar Zian"balas Himawari dan langsung mencatat jawabannya.
Jam istirahat pun dimulai Himawari dan yang lainya pergi kekanti dan Zian hanya menunggu didalam kelas.
Zian memikirkan begitu keras tentang perbuatan yang akan dibuatnya,lalu dia melepaskan kacamatanya meletakkak dimeja dan menyangga kepalanya dengan jari jempol yang berada kanan kiri hidung atas dan jari telunjuk menyangga dahinya.
"(Mana mungkin aku bisa melakukan ini)"batin Zian lalu menutup matanya.
Disisi lain Himawari yang masih kepikiran dengan keadaan Zian menjadi ceroboh dan salah fokus,disepanjang perjalanan kekantin Himawari hanya termenung.
"(Dia begitu aneh hari ini)"pikir Himawari.
Setelah sampai dikantin Himawari langsung mengambil jatah makan dan duduk bersama yang lainnya.
"Hima ada apa denganmu kenapa kau tampak pucat?"tanya Dealova dengan serius dan menatap Himawari.
Tidak lama setelah itu ada beberapa anak dari luar sekolah memasuki area kantin dan mengobrak-abrik meja dan perlengkapan lainnya.
Para murit pun berlari keluar kantin "Lova dan Alexa pergi panggil keamanan dan guru yang ada!!"teriak Himawari lalu berdiri.
"Tapi Hima.."belum selesai Alexa menjawab sudah dipotong oleh Himawari "pergilah"bentak Himawari,lalu Dealova dan Alexa pun pergi.
"Ayo teman-teman"ucap Himawar,Arga,Farel dan Zaky mengikuti Himawari dari depan "kami akan melindungimu"ujar Arga
Himawari pun berjalan kearah para orang tersebut dan dikawal oleh Arga,Farel dan Zaky.
"Woii apa yang kalian lakukan disini bukankah kalian bukan guru ataupun siswa disini"ucap Himawari dengan tegas dan berjalan kedepan Arga,Farel dan Zaky.
Salah satu dari orang tersebut menghampiri Himawari "aku Kenzo ketua dari gank Blood"ucap Kenzo dengan nada tinggi.
"Lalu apa urusan kamu kesini,disini adalah sekolah FSA dan aku wakil serikat siswa disini jadi pergilah dari sini"ucap Himawari dengan nada lembut dan tersenyum lalu menyilahkan tangannya kebelakang.
__ADS_1
Kenzo pun mendorong Himawari hingga terjatuh Arga reflek memegang erat kerah baju kenzo "berani-beraninya kau mendorong Hima" ucap Arga dengan tatapan mengancam.
Disisi lain Dealova dam Alexa memanggil Zian yang ada dikelas dengan berlari.
"Zian gawat"teriak Dealova yang menggebrak meja,Zian yang awalnya tertidur seketika kaget dan langsung memakai kacamatanya.
"Ada apa?"tanya Zian "kau harus kekantin Hima... Hima"jawab Alexa dengan terbata-bata.
Zian pun langsung berdiri dan langsung pergi kekantin,dan saat hendak kekelas Danta Alexa dan Dealova berpapasan dilorong dengan Danta dan menceritakan hal yang terjadi lalu Danta pun pergi kekantin.
Tidak sengaja saat hendak memasuki area kantin Zian dan Danta bertemu dan mereka memutuskan untuk bersama,mereka mendekat keHimawari.
Danta langsung berdiri didepan mereka "apa yang sebenarnya sedang kau lakukan disini"bentak Danta dengan nada tinggi.
Zian yang berdiri disamping Himawari tidak sengaja melihat luka memar dikaki Himawari dia pun mulai marah dan melepas kacamata memasukkan ketempat kacamata lalu meletakkan atas meja dan menatap tajam para gank tersebut.
"Lihatlah datang lagi manusia pengganggu"ujar Kenzo dengan tersenyum dan menganggak alisnya keatas.
"Kau yang menganggu,disini adalah kawasanku,aku ketua serikat siswa"ucap Danta dengan nada tinggi dan menatap tajam para gank tersebut.
"Weh tenang bro,yang punya kawasan ini kami,tanah yang kalian pijak adalah kawasan markas gank blood jaman dulu"jawab Kenzo.
"Itu dulu bukan?,bukan sekarang"ejek Himawari dengan tersenyum.
"Eh banyak cakap kau,tapi kalian tidak perlu kawatir semua guru dan keamanan sudah kami bius"ujar Kenzo dengan sombong.
Himawari yang tidak terima hendak pergi kearah Kenzo namun ditahan oleh Zian dan Farel "tenang Hima,kau harus pergi dari sini"ucap Zian dengan lembut.
"Tidak,aku tidak bisa"ucap Himawari yang berjalan satu langkah kebelakang.
"Baiklah kalau tidak bisa kau harus menjaga dirimu"jawab Danta.
'Bbbuuuk'
Danta tanpa segan-segan memukul pipi kiri Kenzo dengan bogemnya sampai hidung Kenzo mengeluarkan darah "banyak cakap kau".
Kenzo langsung memegang hidungnya dan melihat darah yang keluar dari hidungnya.
__ADS_1
'Ssttttttt,akkhh'
"Itu sakit sekali"ucap Kenzo dengan tersenyum miring dan memberi intruksi untuk menghajar Danta dan yang lainnya.