
Para preman itu berlari,Zian bersiap-siap diposisinya,menatap dengan buas tertawa,dan tersenyum menyeringai"majulah kalian para bedebah"ucap Zian dengan mengarahkan pistolnya kemereka.
Himawari memegang erat baju Zian,Dorrr suara tembakan pistol yang mengenai kaki dan tangan para preman,"(B-bagaimana ini)"tiba-tiba tangan Kiri Zian memegang erat tangan Himawari,dan tangan kanan memegang pistol.
Suara tembakan itu tidak terlalu terdengar karena Zian menggunakan Pistol anti bunyi,semua preman itu pun tepar,wajah Zian penuh akan darah,pertarungan sudah selesai namun dia masih memiliki tatapan membunuh.
Himawari melepaskan tangannya maju kedepan Zian lalu memakaikan kacamata lalu mengusap darah di wajahnya dengan sapu tangan miliknya.
"Kau tidak apa-apa Hima?"tanya Zian yang menatap dalam wajah Himawari,"tak apa,aku tidak tau siapa sebenarnya kamu,tapi kamu orang yang baik aku tahu itu"ucap Himawari dengan tersenyum.
Tiba-tiba Zian memeluk Himawari lalu menitihkan air mata"aku lelah Hima harus hidup seperti ini,aku ingin pergi".
Himawari pun kaget lalu memeluk Zian erat-erat"(kamu memiliki hati yang lembut Zian)kenapa tidak kamu akhiri semuanya".
"Tidak Hima,aku tidak bisa ini lah tugasku"balas Zian,"tak apa,tenang lah aku disini(aku tidak tahu apa yang membuatmu sampai menderita seperti ini,namun kamu tidak pantas mendapatkan perlakuan seperti ini)"ucap Himamawari.
Zian pun melepas pelukannya mengusap airmatanya "maaf Hima aku seorang pria yang cengeng"ucap Zian dengan tersenyum.
__ADS_1
Himawari pun menatap Zian "(ketika kamu tidak menggunakan kacamata kamu sangat buat namun masih memili akal sehat,dan saat kamu menggunakan kacamata kamu sangat lembut dan rapuh),tidak kamu cukup kuat".
Tak lama kemudian orang suruhan Zian datang "maaf tuan jika terlambat"ucapnya,"tidak cepat bawa pergi,bawa ketempat yang sudah aku berikan"perintah Zian untuk para orang suruhannya.
"Baik tuan,kami juga memberikan satu mobil untuk tuan bawa"ucapnya, "baik terimakasih"balas Zian,orang suruhan Zian membawa semua preman,membungkukkan badannya lalu pergi.
"Orang-orang tadi mau dibawa kemana?"tanya Himawari,Zian menjawab pertanyaan Himawari dengan tersenyum,"ketempat yang jauh,aku tidak akan menyakiti mereka(tidak saat aku bersamamu)"balas Zian.
Zian membukakan pintu mobil untuk Himawari lalu dia masuk mobil dan pergi kerumah Himawari.
...**...
"Hati-hati"ucapnya,lalu Himawari mulai menyadari seseatu,dia melihat benda yang dipegangnya dah"oh ya tas masih aku bawa".
Disisi lain Zian juga baru menyadari bahwa tanya masih dibawa oleh Himawari "oh ya tasnya,ah lupakan saja".
Himawari pun masuk rumah,pergi kekamar lalu mandi setelah itu dia duduk tepi kasur.
__ADS_1
"Bagaimana ini,besok Zian sekolahnya gimana,apa aku harus membawakan kerumahnya" ucapnya lalu dia bertanya keforum kelas tentang dimana rumah Zian namun jawabannya nihil mereka tidak ada yang tau.
Disisi lain Zian berada ditepi danau,dia mengikat para preman dan mendudukkannya ditepi pantai,setelah itu dia menyiram para preman itu dengan air dingin.
Zian yang saat itu memakai jaz warna hitam dan pakaian serba hitam tampak seperti seorang yang ingin pergi ketempat pemakaman.
"Hei kalian,wah kalian sudah bangun,apakah kalian tau aku memakai baju ini khusus untuk hari ini"ucap Zian dengan senyum yang memperlihatkan gigi taringnya,para preman itu hanya bisa diam.
"T-tolong lepaskan kam,m-maafkan kami"ucap salah satu preman.
Zian pun duduk diatas kursi didepan para preman"benarkah itu,tapi sudah aku beri dua kesempatan untuk tidak berbuat ceroboh namun kalian masih saja melakukannya"lalu jari telunjuk Zian mengarah kedepan menunjuk kearah pantai.
"Lihat lah kalian sekarang berada dimana?,dipantai milikku sendiri"ucap Zian lalu tertawa"menyenangkan bukan kalian bisa jalan-jalan kepantai gratis lagi,oh ya apa kalian mau berenang?,disini airnya sangat asin,ups ya lupa pasti kalau kena luka ditubuh kalian pasti akan sangat menyenangkan"sambungnya sambil tersenyum menyeringai.
"T-tolong bunuh kami saja,jangan masukkan kami kedalam pantai"ucap preman itu,"maaf saat aku tidak menggunakan kacamata aku tidak memiliki rasa belas kasih,tapi aku akan mengabulkan permintaan kalian"ucap Zian yang menatap tajam para preman lalu tersenyum menyeringai.
Zian pun mengambil satu ember air pantai lalu menyiram salah satu preman itu"Aaaakhhhh"teriak preman itu.
__ADS_1
"Bukankah menyenangkan,tidak seru kalau langsung mati,mari bermain dulu,dari belang tiba-tiba ada salah satu preman yang hendak menusuk Zian dengan pisau,namun Zian bertindak cepat,dia menghng menebas leher preman.