Sunflower Girl

Sunflower Girl
Halaman 12


__ADS_3

Dari leher pria itu mengalir darah berwarna merah tua dan mengenai wajah Zian,lalu pria itu dijatuhkan kepasir pantai,Zian mengambil sapu tangan dari sakunya lalu membersihkan darah diwajahnya"eih lihat lah jaz mahalku jadi kotor"ucap Zian yang menatap preman itu,preman itu menggeliat-geliat dipasir pantai lalu Zian mengambil air pantai lalu menyiramnya "berenanglah" ucap Zian dan tertawa lalu menatap preman yang sedang sekarar itu,tak lama kemudian preman itu mati.


"Kau kejam sekali Zian" ucap preman disampingnya, "wah aku sangat tersanjung sekali" ucap Zian lalu menatap preman itu dan duduk ditempat semula,"dengar aku tidak akan membunuh kalian tapi kalian lah yang harus berusaha menyelamatkan nyawa kalian sendiri"sambung Zian lalu dia tertawa,Zian menghentakkan kakinya dipantai lalu"dibawah sini terdapat air pantai jadi kalian bisa berenang kapan saja", "tolong jangan siksa kami"ucap pentolan preman itu, "jika kalian langsung mati semua ini akan sia-sia"balas Zian dengan tersenyum menyeringai, "kau jahat sama seperti mafia"ucap preman yang terkena air pantai, "benar aku Zian anak dari seorang mafia dari marga Francis".


"Wah tuan kita salah mencari mangsa,Francis salah satu mafia yang terkenal dengan kekejamannya sama seperti psikopat"ucap preman pada pentolannya,"kenapa kau tidak bilang dari tadi"bentak pentolan preman kepada bawahannya.

__ADS_1


"Tenang lah aku tidak masalah dengan hal sepele itu,ingat jangan Beoordeel iemand niet op zijn dekking,tau artinya?"tanya Zian kepada para preman,"Tidak"mereka kompak menjawabnya,"dih dah jelek bodoh pula,makanya sekolah artinya jangan nilai seseorang dari covernya"ucap Zian lalu dia berdiri"oh ya disini tepat ditengah pantai jadi kalian bisa berenag sesuka hati"sambung Zian lalu dia berjalan menjauh"selamat berenang"teriak Zian dari kejauhan,lalu Pasir yang ditempati para preman itu lonngsor kedalam yang membuat para preman masuk kedalam air,"Aakkhhhh tolong!!!!"teriak preman itu,"teriaklah sesuka hati kalian"ucap Zian yang tertawa puas lalu dia pergi.


...**...


Disisi lain Himawari masih mencari solusi bagaimana cara mengembalikan tas Zian,"Hima ayo makan dulu nak"ucap ibu dari luar kamar Himawari,Himawari pun keluar kamar dan pergi keruang makan.

__ADS_1


"Bagaimana ini,apakah harus aku membuka tas,tapi tidak mungkin,pasti Zian akan marah,tapi mau bagaimana lagi"dengan terpaksa Himawari membuka tasnya,Himawari tidak curiga karena isi tas Zian tampak biasa saja,lalu dia melihat permen yang dia kasih untuk Zian masih tersimpan rapi disaku dalam tas Zian,Himawari pun tersenyum,lalu dia mendapat alamat rumah Zian,segera Himawari berganti pakaian,memakai hodie lalu pergi kekamar Kara.


"Kak Kara tolong antar Hima"ucap Himawari dari kamar Kara,"kemana Hima,sekarang sudah malem,aku malas keluar rumah"balas Kara dari kamar,"ayo lah kak Kara,besok bekal kakak Hima anterin kekelas kakak"ucap Himawari,lalu tiba-tiba Kara sudah bersiap-siap lalu mereka pergi kegarasi dan pergi mencari alamat rumah Zian dengan menaiki mobil.


"Hima dimana rumahnya"tanya Kara,"loh kakak bisa tahu kalau aku sedang mencari alamat rumah"jawab Himawari,"apakah dia pacarmu?,bagaimana bisa tasnya kamu bawa?"tanya Kara,"(ah bagaimana caranya aku menjelaskan pada kakak kalau tadi Zian menembaki para preman,tidak aku tidak boleh bilang)tenang lah kakak dia teman sebangku ku,dia juga anak baru,dan tasnya Hima bawa karena tadi dia sibuk urusan sekolah"jawab Himawari.

__ADS_1


Sesampai disana Himawari turun sambil membawa tas Zian dia pergi ketempat pos satpam rumahnya"(benarkah ini rumah Zian,besar sekali)"gumamnya,"e..permisi"sapa Himawari dari luar pos satpam,namun tidak ada orang disana,"bagaimana ini"Himawari pun duduk dideoan teras pos satpam lalu tak lama kemudia dia melihat mobil yang hendak masuk,Himawari pun berdiri.


"(apakah itu Hima apa yang dia lalukan disini)"gumam seseorang dari dalam mobil lalu dia turun dari mobil,Himawari pun melihat ada seseorang yang keluar dari mobil dan ternyata dia.


__ADS_2