
Satu minggu berlalu sejak kejadian itu,para orang tua dari preman itu mencarinya karena sebagian dari para preman adalah siswa dari FSA yang pernah menindas Himawari,para polisi pun juga ikut mencari namun hasilnya nihil.
Saat pelajaran berlangsung Himawari nampak sangar cemas,karena dia merasa dia yang membuat para preman itu menghilang.
"Zian apakah kamu yang membuat mereka menghilang" bisik Himawari.
Zian yang sedang membaca buku kaget,namun dia berusaha agar tetap tenang"tidak Hima,kan kamu tahu kalo aku yang membawanya kerumah sakit (bisa gawat kalau Hima sampai curiga)"ucap Zian dengan tersenyum.
"(Benar juga orang seperti Zian tidak mungkin membunuh seseorang,dia begitu lembut)"gumam Himawari.
'Teng teng teng'
Jam istirahat berbunyi,Zian memutuskan untuk tetap dikelas,dan Himawari pergi keluar kelas,lalu tiba-tiba Arga menarik tangannya,dan membawanya ketaman sekolah.
"Kenapa kamu selalu menghindar,katamu kita teman tapi mengapa kamu tak peduli denganmu"ucap Arga yang memengan kedua lengan Himawari dan menatapnya dengan penuh tanya.Himawari hanya dia dan menatap Arga dalam-dalam.
"Jawab Hima"ucap Arga yang menatap Himawari dengan penuh harapan,Himawari pun melepas tangan Arga dari lengannya,Himawari hanya menundukkan kepalanya.
"Jawab Hima,aku ingin kamu jujur"bentak Arga,Himawari pun kaget orang yang dia sukai membentaknya dan Himawari hanya menatap Arga,"baik aku akan jujur,aku menyukaimu,aku tidak tahan karena kamu selalu menjauhiku"ucap Arga dengan menggenggam tangan Himawari.
__ADS_1
Himawari hanya tersenyum mendengarkan ucapan Arga "aku dulu juga menyukaimu,tapi tidak untuk sekarang"ucap Himawari lalu mencium pipi kiri Arga lalu pergi,Arga pun kaget tanpa sadar dia membiarkan Himawari pergi.
Dia berhenti berjalan lalu menoleh kebelakang dan tersenyum pada Arga lalu pergi,"(apa?,b-bagaimana bisa)"gumam Arga yang hanya terdiam ditaman,"(maaf Arga)"gumam Himawari yang berjalan kekelas.
...**...
Pukul 15.00 menunjukkan waktunya pulang,para murit pun pulang termasuk Himawari,saat digerbang dia bertemu dengan Arga"H-hima,mari pulang bersama"ucap Arga dengan gugup,Himawari pun tersenyum "Mari Arga"ucap Himawari,lalu mereka pulang bersama.
"Hima sejujurnya Silvia itu bukan kekasihku"ucap Arga, "iya aku sudah tahu Arga"balas Himawari,"tapi kenapa kamu menjauh?"tanya Arga lalu menatap Himawari, "aku tidak mau membuat hatiku sakit,saat kau dicium oleh Silvia rasanya dadaku sesak,aku tidak bisa seperti itu"balas Himawari yang menatap Arga.
"M-maaf Hima"ucap Arga,Himawari pun memeluk Arga "tak apa,lupakan saja".
Mereka berjalan dan bercerita bersama,tiba-tiba terdengar suara tembakan,"Akhhh"suara Arga yang memegang dadanya dan betapa terkejutnya Himawari saat mengetahui peluru tembakan itu melesat tepat didada Arga.
Arga pun terjatuh,Himawari pun menangis lalu dia meletakkan kepala Arga dipangkuannya,Himawari terus menitihkan air mata,"m-maaf Arga"ucap Himawari,"jangan sedih,kamu tidak cocok untuk menangis"balas Arga dan mengusap air mata Himawari.
Orang-orang yang menembak itu pun keluar sambil menodongkan pistolnya "lihat kau yang telah membunuh teman-teman kami"ucapnya,Himawari pun melepas pasnya,menaruhnya ditanah,lalu memindahkan kepala Arga diatas tasnya.
Dia pun berdiri lalu menatap para preman itu,para preman itu pun tersenyum miring lalu menghampiri Himawari dan memukul perut Himawari "akkhh" lalu keluar darah dari mulut Himawari,dia pun terjatuh,namun dia mencoba bangkit,lalu mengeluarkan semprotan cabe dari sakunya,lalu menyemprot mata preman itu,mereka pun berjalan kebelakang.
__ADS_1
Itu bukan berarti mereka kalah,namun karena mereka mengambil posisi dan memukuli Himawari karena marah "rasakan ini"ucapnya,Arga mencoba bangkit namun darah yang keluar dari dadanya semakin banyak.
Sekilas Himawari melihat Arga dengan tersenyum"payah mengapa ini bisa terjadi)"ucapnya,lalu oandangan Arga mulai dan dia mulai pingsang.
Himawari yang melihat Arga pingsan langsung memberontak dan menghampiri Arga,lali dia menepuk-nepuk pipi Arga,"bangun Arga"ucapnya.
Tiba-tiba Zian datang lalu mengampiri Himawari,dan betapa terkejutnya dia disaat Himawari babak belur,dan dia juga melihat Arga yang terkapar lemah,Himawari yang melihat Zian pun tersenyum "kau datang Zian,bukankan Arga akan hidup"ucapnya,tiba-tiba darah keluar dari Hidung Himawari.
Zian pun mengusap darahnya,lalu memegang pipi Himawari lalu dia tersenyum "Hima, aku harap kau tidak pernah menyesal berteman dengan ku"ucap Zian dengan lembut,lalu Zian melepas kacamatanya,menaruh tasnya lalu berdiri didepan Himawari,"(apa maksdunya)"ucap Himawari laly dia memanggil ambulan.
Lalu dia mengeluarkan pisau dari sakunya,lalu menatap buas para preman itu lalu dia tersenyum sampai memperlihatkan givi taringnya "kalian aku beri 2 kesempatan untuk lari"ucapnya.
Lalu seorang preman menembakkan pistolnya tepat dimata Zian,namun terpental karena logam dari pisau Zian melindungi matanya"satu kesempatan telah kalian gunakan,pergilah enyahlah dari hadapanku"ucap Zian,lalu dia berbalik dan menghampiri Himawari.
"Banyak cakap kau bocah"ucap preman itu,lalu menebakan pistol keZian,namun Zian menghindar dan hanya menggores sedikit tanganya,Zian pun melihat goresan tangan itu,dia hanya tersenyum,lalu kembali fokus dengan keadaan Arga yang sekarat.
Suara Ambulan pun berbunyi,Zian membantu mengangkat Arga dalam mobil dan membantu Himawari untuk naik,lalu dia menghampiri para preman itu.
"Baik,mari kita bermain satu permainan,tapi jangan disini,mari kita pergi ketempat yang lebih luas"ucap Zian ,lalu dia mengajak para preman itu kesuatu tempat.
__ADS_1
Himawari yang melihat Zian dari jendela Ambulan langsung turun,namun dihentikan oleh perawat medis tapi Himawati menolak,terpaksa perawat itu hanya menutupi luka Himawari,Himawari pun turun dan ambulan itu pergi.
Dia melihat tas dan kacamata Zian tertinggal dan dia membawanya dan membuntuti Zian secara diam-diam dan betapa terkejutnya Himawari saat melihat Zian pergi ke.