Sunflower Girl

Sunflower Girl
Halaman 68.S2


__ADS_3

Saat Himawari melihat seorang pria didepannnya dia cukup terkejut lalu menatap tajam pria tersebut "(untuk apa Danta kemari)" batin Himawari.


"Hai Hima" sapa Danta dengan tersenyum.


Himawari tak menghiraukannya, dia melihat ponsel ditangannya dan mengacuhkan Danta yang duduk didepannya.


"(Mengapa Hima sekarang menjadi dingin)" batin Danta dengan melihat wajah Himawari "oh ya kudengar kau sudah membentuk tim untuk girlband mu" ucap Danta.


"Oh ya, kamu benar" balas Himawari dengan melihat kearah ponselmu.


"Agensi kami juga mencari girlband, barangkali kau dan timmu bisa daftar" jawab Danta.


"Ini cappucino pesananmu" ucap Arthur dengan meletakkan cangkir cappucino keatas meja.


Mendengar pesanannya yang sudah datang Himawari meletakkan poselnya diatas meja,lalu melihat kearah Arthur "terimakasih" jawab Himawari dengan tersenyum.


"Baik, sama-sama" balas Arthur lalu kembali kebelakang "(di imut sekali)" batin Arthur dengan tersenyum.


Himawarai langsung mengambil cangkir Cappucino lalu meminumnya "(ini ternyata pahit)" batin Himawari lalu meletakkan cangkir diatas meja.


"Setelah ini apa yang akan kau lakukan?" tanya Danta dengan tersenyum.


"Aku akan menjemput Ichi" balas Himawari lalu bermain dengan ponselnya.


"Hima, kenapa kau selalu mengabaikanku" ucap Danta.


Himawari mendekatkan wajahnya kedepan Danta "bagaimana mungkin aku melupakah hari dimana kau dan adikmu membunuh orangtuaku" jawab Himawari dengan mengecilkan suaranya lalu bersadar disandaran kursi.


"Kau tidak melukapannya?" tanya Danta.


"Orang bodoh mana yang melupaka ketika orangtuanya dibunuh" balas Himawari lalu dia menghabiskan cappucino lalu berdiri meninggalkan Danta.


Pergi kekasir untuk membayar lalu keluar dari kedai dan langsung masuk kedalam mobilnya "mengapa aku setiap hari harus berhadapan dengan mereka" gerutu Himawari dengan memukul setir mobil.

__ADS_1


Lalu dia menyalakan mesih dan pergi menjemput Ichiro.


Sesampai disana Himawari langsung memarkirkan mobilnya dan duduk didepan ruang tunggu, dari kejauhan Himawari melihat Danta yang berjalan kearahnya "(Aish untuk apa dia mengikutiku sampai kesini)" batin Himawari.


"Hai Hima" sapa Danta lalu duduk disamping Himawari.


"Untuk apa kau mengikutiku sampai kesini? Apa kau tidak ada kerjaan dikantormu?" tanya Himawari dengan dingin.


"Tidak ada" balas Danta dengan tersenyum.


"Bubun!" Seru Ichiro yang berlari kearah Himawari dan langsung memeluknya "Ichi lindu cama bubun" rengek Ichiro.


Mendengar hal tersebut Himawari langsung mengangkat tubuh Ichiro lalu memangkunya dipangkuannya "wah benarkah, kau sangat merindukan bubun?" tanya Himawari dengan tersenyum.


"Iya bun" ucap Ichiro dengan memanyunkan mulutnya.


"Seberapa Ichi merindukan bubun?" tanya Himawari dengan tersenyum.


"Wah besar sekali ya" jawab Himawari dengan tersenyum.


"Bun, dia ciapa?" tanya Ichiro dengan melihat kearah Danta "mukanya menakutkan" sambung Ichiro dengan memeluk Himawari.


"Ini namanya om Danta" jawab Himawari dengan mengelus kepala Ichiro.


"Ooo hawlo om" sapa Ichiro dengan tersenyum.


"Hai.." jawab Danta dengan tersenyum kearah Ichiro


.


"Baik ayo pulang" ucap Himawari dengan menggendong Ichiro.


"Aywoo!" seru Ichiro dengan semangat.

__ADS_1


Himawari berjalan keluar dari dalam sekolah dan disusul oleh Danta dari belakang. Dari kejauhan Himawari melihat Janu yang sudah menunggu lalu mereka menghampiri Janu.


"Wah pak Danta, anda juga disini" sapa Janu dengan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


"Iya anda benar sekali" jawab Danta dengan berjabat tangan.


"Baiklah kalau begitu, terimakasih Hima sudah menjemput Ichi" ucap Janu dengan mengambil Ichiro dari gendongan Himawari.


"Ya tentu" balas Himawari.


"Maaf saya harus segera mengantar Ichiro pulang" pamit Janu.


"Oh silahkan" jawab Danta dengan tersenyum.


Janu masuk kedalam mobil bersama dengan Ichiro lalu menyalakan mobil dan pergi dari tempat tersebut.


Merasa tugasnya sudah selesai Himawari juga memutuskan untuk pergi namun tangan Himaeari digenggam oleh Danta "jangan lupakan tawaranku" ucap Danta.


"Iya" jawab singkat Himawari lalu pergi kedalam mobil dan meninggalkan Danta.


"(Kenapa Himawari selalu bersikap dingin, apa aku kurang tampan?)" pikir Danta pada dirinya sendiri.


...૮₍ ˶ᵔ ᵕ ᵔ˶ ₎ა...


Hai...


Untuk teman-teman semua jangan lupa mampir dinovel keduaku ya judulnya


╰╮Life Or Death╭╯


Salam hangat dari author


⎙ My name is A⎙

__ADS_1


__ADS_2