SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Bujang Lapuk, Sialan!


__ADS_3

Jackson yang tak bisa menerimanya pun langsung memitingnya, mengunci tangan Jessy kebelakang tubuhnya.


"Aaaaa!!! Lepaskan aku, lepaskan! Marie, tolong aku!" pinta Jessy sembari menahan sakit di tangannya.


"Tuan apa yang kau lakukan, cepat lepaskan Jessy!" Marie berusaha melepaskan tangan Jackson dari Jessy.


Tapi percuma saja, mereka tetap kalah tenaga. "Minggir!" dia menghempas tubuh Marie hingga membuatnya terduduk di atas lantai, lalu membawa Jessy masuk ke dalam mobilnya.


Dia membawa gadis itu ke kantor Brilian Group, melepaskannya di tempat yang tak ingin siapapun masuki.


"Lepaskan aku! Seseorang tolong! Ada psikopat yang menculik ku, Akh!"


Jackson mencengkeram kuat rahang Jessy setelah memaksanya duduk di jok depan, "Kau sudah membuat masalah dengan kami, nona rubah!"


"Lepaskan aku, kau gila!"


"Aku bahkan bisa lebih gila lagi, nona!"


"Emh!" Jessy mengernyit kesakitan saat Jackson menghempaskan nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesampainya di Brilian Group, Jackson mencengkeram kuat tangan Jessy agar ia tidak kabur, masih menyeretnya masuk ke dalam suatu ruangan yang dingin dan gelap, sesak, dan pengap.


Tek!

__ADS_1


Lampu ruangan menyala terang benderang, cahayanya begitu menyilaukan dan membuat bola mata sakit, perih, berkedut.


"Ugh!" Jessy langsung berbalik menghadap tubuh kekar Jackson, "Kau ingin membuatku buta?"


Bruk!


"Akh!" pekik Jessy kesakitan yang baru saja di dorong, terduduk di atas lantai, "Sakit... kenapa kau menyakiti gadis imut yang tak berdosa seperti ku? Aku akan menuntut dan melaporkanmu!"


Jackson menyeringai, dia mensejajarkan tinggi tubuhnya, kembali mencengkeram rahang Jessy.


"Kau hanyalah gadis rubah, pria manapun tak akan ada yang mau memandang mu!" Jackson beranjak dari posisinya dan pergi melangkah meninggalkan Jessy sendirian. Mengunci pintu dari luar.


"Hei! Kau gila, kenapa kau mengurungku di sini! Aku bisa mati karena sesak napas!" berusaha merusak handle pintu, "Jika aku mati, lihat saja! Aku pasti akan menghantui mu dasar bujang lapuk, sialan kau!" haaah... haaah... haaah... Jessy sampai ngos-ngosan pun tetap tak membuahkan hasil.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jackson yang masih di rundung kesal, dia mendudukkan tubuhnya di sofa. Menelefon Gerry untuk segera masuk dan membawakannya segelas ice cola.


"Tuan Jackson?"


"Masuklah."


"Kenapa Tuan sampai sekesal itu? Apakah Tuan bertengkar dengan pacar? Aaaa... Tuan, kan, tidak punya hahaha..."


"Gerry, jika kau masih ingin hidup maka diamlah sebelum aku membuang mu ke tempat penangkaran."

__ADS_1


"Aaaa... tidak! Tolong maafkan kelancangan saya, Tuan."


Gerry menuangkan cola ke dalam gelas mini yang ada es batunya.


"Kau tahu jika ada seseorang yang baru saja meretas -"


"Iya Tuan, saya sudah melacak IP orang itu."


Jackson meneguk ice cola, "Dia ada di ruangan S."


"Hah? Tuan bahkan bisa dengan cepat menangkapnya? Hebat sekali. Saya ingin melihatnya, Tuan... apakah dia itu pria atau wanita?"


"Wanita!"


Gerry menggeleng pelan, antara kagum dan pemasaran. "Saya ingin melihatnya, wanita mana yang bisa membuat Tuan begitu kesal seperti ini."


Gerry pun pergi keruangan S untuk menemuinya, "Gerry, pastikan setelah itu kau membersihkan semuanya... Tuan muda tidak perlu sampai mengetahuinya."


"Baik bos," 👍


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jessy yang mulai kepanasan tak karuan itu pun ingin membuka baju, kalau bisa telanjang maka dia akan telanjang saat itu juga.


Tapi, di setiap sudutnya malah ada cctv. Malang sekali nasib mu, Jessy.

__ADS_1


__ADS_2