
senja menyapa, warna itu terlihat begitu sejuk menyapu kolong langit di ufuk barat, Reykhel baru saja selesai membantu Ariana membersihkan diri di bath room.
saat tadi berada di bath room, Reykhel begitu usil, di mana saat ia menyeka bagian tubuh Ariana, Reykhel malah menarik pelan bulu-bulu hitam yang lembut dan lebat itu di bagian tengah kedua kaki Ariana.
Hal itu membuat Ariana bersemu merah, "Apa yang kau lakukan? Aku mohon jangan seperti itu. Kau membuatku malu."
tapi Reykhel malah tertawa kecil, dia melihat itu sebagai sebuah keindahan, "Kenapa harus malu bukankah kita sudah sering melakukannya... bahkan hampir melakukannya di setiap hari, setiap waktu, aku juga sudah melihat semua yang ada pada dirimu... semuanya dari ujung kaki hingga ujung rambut dan bagian terdalam tubuhmu sudah aku nikmati semua."
Ariana pun menggeleng, ia mencoba untuk menepis tangan Reykhel dengan pelan, "Cepat hentikan! Atau tidak akan ada jatah sama sekali untuk malam ini!" tandas Ariana dengan tegas, ekspresi wajahnya juga sedang tidak bercanda dan itu membuat Reykhel memasang ekspresi wajah melas.
"Ah iya baiklah... aku akan berhenti melakukannya tapi kau tidak boleh berhenti memberiku jatah."
__ADS_1
Selesai mandi Reykhel juga membantu Ariana untuk memakai piyamanya. tiba-tiba saja Ariana ingin makan nasi goreng buatan indonesia, "Suamiku, aku lapar dan aku sangat ingin makan nasi goreng... tapi kau harus membelinya di restoran khusus yang memasak masakan khas Indonesia."
Reykhel mengerutkan kening, dia menatap heran kepada Ariana, "Kenapa harus nasi goreng? Kau kan masih bisa meminta untuk membelikan hot dog, hamburger, atau makanan khas buatan koki yang biasa membuat hidangan khas ala kota Amsterdam."
Ariana sangat kesal, dia mendudukkan tubuhnya sedikit kasar dan itu membuat Reykhel panik, "Kenapa kau duduk dengan cara seperti itu? Kau bisa membahayakan baby."
"Ini semua gara-gara dirimu, aku kan hanya minta di belikan nasi goreng buatan Indonesia... Begitu saja kau sudah keberatan bagaimana jika aku meminta pergi ke bulan!" Ariana melipat kedua tangannya di depan dada lalu membuang pandangannya ke sembarang arah.
"Karena dulu kau memperlakukan ku semena-mena, aku bahkan masih ingat saat kau menendang tasku!"
mendengar hal itu pun Reykhel kembali mengingat saat-saat pertemuan pertama mereka di sebuah ruangan VVIP restoran elit, sebenarnya pada saat itu Reykhel begitu terpesona dengan wajah Ariana yang polos tanpa balutan make up.
__ADS_1
jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya, dia hampir lupa bernapas, tetapi dia harus ingat tujuan utamanya apa.
Karena tidak ingin salah dalam memilih istri, maka dari itu Reykhel memperlakukan Ariana dengan seenak jidatnya, selain menguji tingkat kesabaran nya, Reykhel juga harus tahu seperti apa wanita yang akan menjadi ibu dari anak-anaknya kelak.
Jika saya Reykhel sedikit jujur kepada Ariana, bahwa yang jatuh cinta terlebih dahulu adalah dirinya.
Ariana mampu mengisi relung hatinya dari bayangan Megan, siapa yang akan menyangka?
Jangan terlalu membenci sesuatu, maka bisa jadi kau akan tergila-gila padanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1