SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Cinta Di Atas Laut


__ADS_3

"Engh..." lirih Ariana saat merasakan angin lembut menelisik kulitnya, dia memeluk selimut tebal berbulu lembut itu, dia mengernyit mengapa dinginnya semakin terasa?


Ariana pun memaksa kedua matanya untuk bangun, dan terkejut saat mendapati dirinya sudah berada di dalam kamar mewah dengan dominan warna pink.


Angin kembali berhembus pelan memainkan tirai, jendela kamar terbuka.


"A- a- aku ada di mana? Kenapa bisa ada di kamar? Apakah seseorang telah menculik ku?" lalu dia memeriksa diri, tubuhnya polos tanpa pakaian, dua setel pakaian berserakan di lantai.


Seseorang telah menidurinya, Ariana menggigit kuat bibirnya sampai bergetar dengan kedua manik cokelatnya yang mulai tergenangi cairan bening.


Kedua telinganya pun menangkap suara gemericik air di dalam bath room, dia sudah tak peduli lagi dengan sosok pria itu.


Dia ingin pulang, cepat-cepat Ariana turun dari ranjang dan segera memakai pakaiannya. Pakaian yang sama saat ia berada di rumah sakit, wajar saja jika ia mengira telah di nodai orang lain.


Ariana melangkah menghampiri pintu untuk memutar handle, tapi tak bisa, "Di mana kunci pintunya?" lalu berpikir untuk melompat dari jendela, dia pun segera menghampiri tempat itu.


Angin laut terasa sedikit kuat memainkan rambutnya, sebuah bangunan yang berdiri kokoh di bibir laut luas.


"Aku di mana? Kenapa bisa di atas laut?!" pekik Ariana yang mulai panik dan kembali menangis.

__ADS_1


"Dasar cengeng!"


Ariana menoleh ke sumber suara itu, "Tu- tuan?" ada perasaan lega saat tahu siapa pria yang sedang bersamanya di dalam kamar ini.


"Kenapa kau jadi perempuan begitu cengeng? Aku benci yang seperti itu."


Ariana menundukan wajahnya, dia terdiam, dia juga tidak tahu mengapa dirinya bisa tumbuh dengan begitu cengeng.


Apakah karena sejak lahir ia tak pernah merasakan kasih sayang dari Mama, dan juga perhatian yang seharusnya ia dapatkan dari keluarganya yang tersisa.


Terdengar jelas suara langkah kaki Reykhel yang mendekatinya, kini manik indah Ariana bisa melihat sepasang kaki berbulu di hadapannya. Dia menelan.


Alhasil, ciuman hangat itu pun berakhir dengan sebuah percintaan yang menggelora untuk yang kedua kalinya di malam ini.


Malam waktu Jepang, hampir satu jam lamanya mereka melakukan pergumulan panas itu hingga akhrinya Ariana mencapai titik klimaksnya.


Dia meremas kuat pundak suaminya sembari mengerang penuh kenikmatan, di mana desahan mereka pun saling bersautan.


Akhirnya Reykhel pun ambruk begitu saja di atas tubuh mungil Ariana, dia masih sempat untuk mencium pipi mulusnya.

__ADS_1


Dada keduanya beradu di dalam basahnya keringat, napas mereka tersengal, keduanya kelelahan.


Segera Reykhel menarik diri dari kepemilikan Ariana setelah napasnya kembali normal.


Dia memiringkan tubuhnya sembari memeluk Ariana setelah menarik selimut.


Ariana pun entah sejak kapan sangat suka mendelusupkan wajahnya di dada bidang sang suami, lalu menggesek-gesekkan pelan hidungnya di sana.


"Tuan?"


"Hm?" Reykhel mengecup pucuk kepala Ariana, "Berhentilah memanggil ku seperti itu..." Ariana pun diam, "Aku adalah suamimu, panggil aku dengan sebutan itu. Ayo, aku ingin mendengarnya."


"Su- suamiku..." suaranya lembut memanggil.


"Beri aku kesempatan untuk belajar menjadi suami mu, dan belajar mencintai mu, Ariana."


Ariana mendongakkan wajahnya, dan kembali mendapatkan kecupan mesra di bibir tipisnya.


🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2