SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Kegiatan Panas Dipagi Hari


__ADS_3

Hari yang di janjikan pun tiba juga, rotasi bumi untuk mendapatkan Matahari begitu cepat, Ariana merasa demam dan enggan untuk memeriksakan diri


Saat ingin kembali memejamkan kedua matanya, gedoran dari luar pintu pun tak mengizinkannya untuk bermalas-malasan.


"Nona Ariana? Ini saya pak Jang... Tuan muda ingin agar Nona segera datang ke kamarnya."


Apa lagi ulahnya? Ariana segera duduk mengumpulkan nyawa, "Iya pak Jang, saya akan datang menemuinya."


"Baik Nona..."


Ariana bergegas membersihkan diri di bath room, dia mencoba untuk menghilangkan jejak percintaan Reykhel di tubuhnya.


Begitu banyak bekas merah di leher dan terutama di bagian dadanya, "Setiap hari selalu di penuhi tanda merah seperti ini. Dia sangat suka melakukannya."


Tiga puluh menit kemudian Ariana pun sudah bersiap rapi, segera dia melangkah menapaki anak tangga menuju kamar utama.


Tok tok tok ....


Dengan pelan dia mengetuk pintu kamarnya, "Tuan?" lalu masuk, dan mendapati Reykhel sedang duduk di sofa.


Duduk dengan menaikkan kedua kakinya di atas meja, menatap arogant padanya.

__ADS_1


Apakah aku telah melakukan kesalahan?


"Berani sekali kau mengulur waktu ke datangan mu, tiga puluh menit?" Reykhel mendengus kesal, "Memangnya siapa kau ini?" tandas Reykhel.


Gadis itu mendekat dengan wajah yang tertunduk, "Maafkan saya, Tuan..."


Dengan gerakan cepat Reykhel menariknya, membaringkannya di sofa.


"Tuan?" spontan Ariana yang terkejut saat merasakan beda keramatnya menegang, dia pasrah saat Reykhel menarik ****** ********.


Dengan hentakan kuat dia melahap habis segala kelembutan yang ada di dalam sana, membuat Ariana mengerang.


Betapa perkasanya pria itu, dia benar-benar tahu bagaimana caranya membuat Ariana candu akan kenikmatan yang tak pernah ada batasnya ini.


Reykhel memisahkan diri dari kelembutan Ariana yang mulai mengering itu, melepaskannya membuat Ariana meringis sakit, sedikit terasa perih.


"Bersihkan tubuhmu, sebentar lagi mereka akan datang... jangan sampai ada orang lain yang melihatmu dalam keadaan tak pantas!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jam dinding menunjukan pukul 07.35 waktu setempat, dan sarapan pun baru selesai mereka santap.

__ADS_1


"Tuan muda," pak Jang mendekat lalu memberikannya bow, "Tuan Jackson dan Tuan Gerry sudah datang."


"Apa yang kau tunggu?" menatap Ariana yang baru selesai meminum susu hangatnya, "Bergegaslah, jangan membuat orang lain menunggu."


Kau yang tidak sabaran ingin mengetahui hasilnya! "Iya Tuan, saya pergi dulu."


Reykhel hanya diam, tak menjawab karena sedang meminum teh madu hangatnya.


Sebenarnya Ariana benar-benar gugup akan hasil pemeriksaannya, apakah dia bisa memberinya seorang keturunan?"


Kedua pria itu tidak masuk, mereka menunggu di mobil.


"Selamat pagi, Nona?" seru Gerry si usil yang begit ceria, tangannya membuka pintu mobil, "Silakan."


Langkah Ariana terhenti dengan wajah kesalnya, Gerry menyuruhnya masuk ke dalam mobil tetapi malah dia sendiri yang segera masuk dan duduk di dalam sana.


Dasar bodoh! Selalu saja melakukan kekonyolan, senyum tipis Ariana memancarkan kecantikannya.


"Gerry!" tegur Jackson sembari memicingkan matanya menatap tajam pada pria itu.


"Hehehe, maaf..." dia pun keluar lewat pintu sebelah, ada-ada saja kelakuannya untuk menghibur Ariana.

__ADS_1


Ariana pun segera masuk dan duduk dengan manis, memasang sabuk pengaman, begitu juga dengan dua pria yang sudah duduk di depan.


__ADS_2