SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Aku Ada Di Sini


__ADS_3

Bola matanya memanas saat melihat bagaimana pria itu memperlakukan Ariana. Dengan tak sabarnya Reykhel turun dari mobil bahkan sebelum Jackson membukakan pintu mobilnya.


Reykhel merendahkan tubuhnya, "Ariana?" tangannya terasa hangat membelai wajah Ariana yang terasa dingin itu, "Ariana sadarlah, buka matamu!" seru Reykhel penuh dengan nada perintah.


"Cih! Dasar pengganggu!" tandas Andreas yang langsung membuat Jackson dan Reykhel membara dengan api yang bersungut-sungut di dalam dirinya.


Mereka berdua tak sendirian, beberapa menit kemudian tiga buah mobil dengan masing-masing mobil ada enam penumpang, mereka satuan tim pengaman Brilian Group. Outfit serba hitam netral, penuh kharisma.


"Lebih baik Tuan pergi dan bawa Nona Ariana, sisanya serahkan kepada kami." seru Jackson yang langsung berdiri di hadapannya.


"Bawa anjing itu ke hadapanku dengan menyisakan sepertiga nyawanya!" lalu segera menggendong Ariana ala bridal style, membawanya masuk ke dalam mobil dan seorang pengawal segera mengikuti Reykhel masuk ke dalam mobil untuk mengemudikannya.


Mobil pun melaju meninggalkan area tersebut, di dalam mobil Reykhel tak henti-hentinya mencoba untuk membangunkan Ariana, "Ariana, buka matamu... aku ada disini untuk menjemputmu, Ariana dengarkan aku!"

__ADS_1


Wajah Reykhel berubah menjadi sedih, dia mengusap memar dan darah kering yang ada di sudut bibir Ariana. "Aku tak peduli apapun jenis kelamin anak kita, sekalipun kau memberikan lima anak perempuan sekaligus, mereka tetap darah daging ku, dan aku adalah ayah biologis mereka. Tak ada satupun makhluk di muka bumi ini yang bisa menyangkal hal tersebut sekalipun itu dirimu."


Reykhel meraih tangan Ariana kemudian mencium punggung tangannya, lalu dia memeluk Ariana mendekapnya dengan hangat. Mobil masih melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit terdekat di ditempat itu, namun Reykhel masih tak bisa menenangkan dirinya meskipun dia dia tahu bahwa Ariana hanya pingsan, "Ariana kumohon buka matamu, Aku tidak ingin hal buruk terjadi padamu... sadarlah sayang."


"Ku mohon bukan matamu, aku tidak tidak akan melepaskan mereka yang telah menyakitimu dengan cara seperti ini!"


Tak lama kemudian akhirnya mobil pun sampai di pelataran rumah sakit, mereka pun turun mencari petugas medis yang ada di tempat ia pijaki saat ini, "Dokter! Dokter!" seru Reykhel yang kemudian di hampiri beberapa petugas medis yang datang untuk membantunya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Engh..."


"Ariana?" seru Reykhel yang terus memandanginya dari kursi, dia tak melepaskan genggaman tangannya, "Ariana, kau sudah sadar? Syukurlah..." Reykhel pun segera menekan tombol nurse call untuk memanggil tenaga medis keruangan VVIP.

__ADS_1


Ariana teringat bagaimana perlakuan Andreas terhadap tubuhnya tadi, dia pun kembali menangis.


Dia shock dan segera duduk mencoba melepaskan selang infus di tangannya, namun Reykhel tak kalah cepat untuk menahannya.


"Ariana!" dia memeluknya, mencoba untuk menenangkannya, "Tenanglah Ariana, aku ada di sini... tidak akan ada hal buruk yang akan terjadi selama aku berada di sisimu."


"Rey, aku takut..." balas Ariana dengan menguatkan pelukannya tanpa sadar dia telah menyebut nama pria itu tanpa embel-embel sebutan Tuan.


"Tenanglah," pinta Reykhel mengusap punggungnya sembari menciumi pipi Ariana, "Aku ada di sini untuk melindungi mu..."


"Aku takut, dia... dia hampir menodai ku... dia juga menodai kak Sena, dan dia juga mengancam akan menggilir ku -"


Ariana sesegukan membuat Reykhel menatap nyalang setelah mendengar aduan Ariana.

__ADS_1


Tangannya terkepal erat, "Tenanglah Ariana..." suaranya mulai terdengar berat dengan helaan napas memburunya yang ingin menghabisi orang itu.


__ADS_2