SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Permintaan Ariana


__ADS_3

Ehm, btw maaf sebelumnya ya kalau kalian merasa bab Super Rich Man ini di penuhi dengan cerita Jackson dan Jessy, 🙏


Karena dari bab 105 sampai dengan bab 114 memang aku khususkan untuk membahas mereka berdua, jadi dalam 10 bab itu (Kejadian dalam satu hari Jackson dan Jessy) dan di dalam 10 bab itu juga kalian enggak menemukan "Waktu" malam, jadi hanya menceritakan kisah satu hari mereka, (10 bab untuk membahas kisah rentetan keduanya).


And than, sekarang aku anggap kisah mereka sudah selesai, ya mungkin akan nyempil di bab Ariana x Reykhel (Bab kembali normal).


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Enam bulan berlalu, usia kandungan Ariana yang tadinya masih satu bulan dan sekarang sesuai dengan perkembangan waktu yang terus maju, usia kandungan Ariana sudah tujuh bulan.


Pagi ini Ariana memakai kemeja suaminya, kemeja yang Reykhel beli pada madam Charlotte.


Satu pcs nya saja sudah menghabiskan 15000€, sungguh pria super kaya, rela membuang uangnya demi seseorang yang ia cintai.


"Sayang?" tutur Ariana saat Reykhel memeluknya, dia mencium leher dan pundak Ariana.


"Kau suka kemejanya?"

__ADS_1


"Sangat, tapi ... kenapa ada lebih dari satu kemejanya, sayang? Pasti harganya mahal, kan? Bukankah lebih baik jika kau berhemat?"


"Untuk apa aku berhemat? Aku punya uang dan harta yang banyak, jadi, kau tidak perlu khawatir... aku akan bekerja keras untuk kalian..."


"Mmmmm..." Ariana membalikan tubuhnya bersihadap dengan Reykhel, "Sayang, kapan kau akan memperkenalkan ku kepada Mama dan Papa? Kau kan berjanji akan membawaku ke Indonesia."


"Aku berencana dalam waktu dekat ini..."


Ariana mengangguk, dia menyandarkan kepalanya di dada bidang Reykhel. Perut besarnya membuat Ariana sedikit sulit untuk memeluk tubuh sang suami.


Setiap kali mereka berpelukan selalu saja baby menghalangi, membatasi kegiatan itu, seolah baby tahu. Baby cemburu.


"Sayang, ada apa? Kau kesakitan," imbuh Reykhel bertanya dengan wajah panik, dia pun ikut mengusap-ngusap perut istrinya.


Dia juga merasakan gerakan kecil dari janin yang hidup di dalam rahim sang istri, "Baby, apa yang kau lakukan? Jangan membuat Mama mu kesakitan, sayang..." bisik Reykhel dengan pelan, dia baru saja mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan perut buncit Ariana.


Ciuman Reykhel membuat Baby lebih tenang, tendangannya pun sudah tak sekuat tadi.

__ADS_1


"Sayang, aku sudah tidak apa-apa... mmmmm ... apakah itu artinya baby cemburu padaku?"


Reykhel beranjak dari posisinya, lalu mencium kening Ariana, "Kenapa harus cemburu? Apakah kau menginginkan sesuatu?"


Ariana menunduk, dia takut mengatakan apa yang ia inginkan dari lubuk hatinya yang terdalam.


"Hei..." tutur Reykhel dengan lembut seraya mengangkat dagu Ariana, keduanya saling bersitatap.


"A- aku... aku ... "


"Hm? Ada apa, katakan saja aku tidak akan marah..."


Ariana menggenggam kedua tangan Reykhel, suaranya sedikit bergetar, "Aku ingin menemui Papa di rumah dan juga bi Laurance -"


Reykhel menepis pelan tangan Ariana, "Kau mencoba melawanku?" Ariana menggeleng, "Lalu apa? Kau ingin memberontak padaku? Tidak kah kau tahu siapa yang lebih berhak atas dirimu setelah kita menikah?"


Ariana terdiam saat itu juga seraya menggigit kecil bibir bawahnya, menahan air matanya agar tidak tumpah.

__ADS_1


Hanya ingin bertemu dengan papanya sendiri, tetapi tetap di larang.


__ADS_2