
Selesai membersihkan diri Ariana kembali ke atas ranjang untuk segera tidur, dia begitu mengantuk, kantuk berat yang menyiksanya membuat dirinya tak sanggup lagi untuk melangkahkan kakinya ke lantai bawah.
Dia menyelimuti tubuhnya dengan selimut halus nan tebal, nyaman terasa. Apa lagi saat ia tidur ditemani dengan lilin aromatherapy, membuatnya begitu rileks.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Reykhel yang masih berada di ruangan kerja, dia duduk di sofa sembari menaikkan kedua kakinya di atas meja, memijit keningnya yang baik-baik saja. Melakukan hal itu seperti sedang merasakan penat saja.
"Hanya perempuan kecil seperti mu, berani sekali menyulut emosi ku!"
Klek!
Ekor matanya melirik pada pintu yang terbuka, Megan berdiri di ambang pintu.
"Kenapa belum tidur?"
"Kau juga, kenapa?"
__ADS_1
Reykhel diam tak menjawab, lalu menurunkan kedua kakinya saat Megan mendaratkan tubuhnya di sisi Reykhel.
Dia ingin mendaratkan kepalanya di pundak lelaki itu, tetapi Reykhel malah beranjak berdiri.
"Tidurlah, ini sudah malam. Aku mengantuk."
Begitu Reykhel hendak melangkah, Megan bangkit dari duduknya lalu memeluk erat Reykhel dari belakang, dia mencium punggung kekarnya, "Ayo tidur bersama." tangannya meraba dada bidang Reykhel dan sampai ke perutnya.
Gerakan tangannya terhenti saat Reykhel mencengkeramnya, Megan senang, dasar makhluk tak tahu malu.
"Megan!"
"Ariana adalah istri sah ku, pernikahan kami di akui secara hukum negara dan agama. Karena dia adalah istriku, maka dia harus menjalankan semua kewajibannya terhadap seorang suami. Aku hanya memanfaatkan kehadiran mu untuk melihat seberapa jauh -"
"Tidak! Itu tidak benar sayang," Megan menarik tangannya lalu berdiri tegap di hadapan Reykhel, dia menepuk wajah tampan itu dengan kedua tangannya, "Kau hanya mencintai ku, iya kan? Benarkan sayang? Ayo katakan itu."
Reykhel mengernyitkan dahi saat Megan menjinjit kan kakinya untuk mencium bibirnya, ciuman itu terasa hambar.
__ADS_1
Bruk!
"Aw!" wanita itu merintih kesakitan, "Kenapa kau tiba-tiba saja berubah, tadi kau memperlakukan dengan begitu baik," Megan mencoba berdiri sembari mengusap kedua sudut matanya yang basah.
"Sudah ku katakan, bukan? Aku hanya memanfaatkan mu untuk melihat seberapa jauh aku memandang Ariana. Lebih baik kau istirahat saja dan tenangkan pikiran mu, besok pagi Jackson akan mengantarkan mu pulang. Tak perlu sungkan padanya. Dia tak akan menyakitimu jika kau bertindak baik-baik saja!"
"Jika kau pergi, aku akan melompat dari lantai dua!" pekik Megan menghentikan langkah kaki Reykhel yang sudah berada di ambang pintu.
Dia menarik lehernya dan di ikuti dengan lirikan tajam ekor matanya menatap Megan, "Itu lebih baik untuk mempercepat kepergian mu!"
Megan gemetar geram, bagaimana bisa pria yang dulunya sangat mencintai dirinya dan kini telah berubah, berpaling kepada wanita lain.
Megan terduduk lemah, dia menangis sejadi-jadinya, "Reykhel, aku mencintaimu... hanya aku yang bisa menjadi ibu dari anak-anak mu! Aaaaaa!!!" dia masih menangis dan memukul udara.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sekembalinya Reykhel ke dalam kamar, dia melihat Ariana sudah terlelap tidur di dalam balutan selimut, dia tersenyum samar dibuatnya.
__ADS_1
Reykhel duduk di tepi ranjang, mengusap rambut, lalu membelai wajah manisnya, "Aku ingin lihat sejauh apa kau cemburu, dan aku tidak akan pernah menceraikan mu, Ariana."
Cup! Ciumannya mendarat di kening dan di bibir Ariana. Usai menciumnya, Reykhel pun segera berbaring dengan memberikan batasan guling di antara keduanya. Biarlah Ariana melihatnya seperti itu, nanti, saat ia bangun.