SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Lilin Aromatherapy


__ADS_3

Malam menuju puncak di mana rasa dingin menyapa kulit mereka, saling tarik-menarik selimut, rebutan.


Reykhel yang enggan membuka matanya pun langsung mengernyitkan dahi begitu rasa dinginnya menyapa jemari-jemari kakinya.


Dengan malas dia meraba-raba untuk mencari selimut, Apa ini kenyal-kenyal?


Ditengah rasa kantuk ia beradu, begitu membuka kedua matanya dia pun terbelalak kaget.


Tangannya berada di bagian dada Ariana gadis itu sangat lelap di alam mimpinya, tangan Reykhel masih menempel di sana, entah sejak kapan guling pembatasnya berada di belakang tubuhnya sendiri.


"Engh..." igauan Ariana sembari tangannya memeluk Reykhel yang ia sangka adalah guling, dia juga kedinginan, "Engh..." sampai mendelusupkan wajahnya ke dada bidang Reykhel, bidang, dan hangat.


Sontak saja Reykhel merasa geli, tapi dia masih memilih untuk diam. Mungkin juga ada sedikit rasa nyaman yang membuatnya menikmati hal itu.


Wajah Ariana begitu imut, manis, dan cantik bahkan sampai membuat Reykhel menelan dengan kuat.


Kenapa dia begitu manis? Reykhel terus beradu dengan pikirannya, menggunakan logika dimana kenyataannya kini Reykhel telah menyentuh bibir Ariana dengan telunjuknya.


Lagi, dia kembali menelan, Cih! Kau yang harus bertanggung jawab! Dia mengatakan hal itu sembari mengecup bibir Ariana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Pagi pun tiba, cahaya mentari hangat membias masuk ke dalam kamar tuan muda Reykhel melalui ventilasi jendela.


Reykhel bangun lebih awal dan membiarkan Ariana tetap tidur, dia sudah berpakaian rapi, memakai tuxedo hitam, duduk di sofa sembari memakai kaos kaki dan sepatu pantofel hitamnya.


Sesekali juga dia memperhatikan Ariana yang terlihat gelisah, apakah gadis itu sedang bermimpi yang tak menyenangkan?


Jam dinding menunjukan pukul 07.30 waktu setempat, dan sudah waktunya Reykhel untuk berangkat kerja.


Reykhel beranjak dari duduknya dan keluar kamar menuruni anak tangga, di anak tangga terkahir dia bertemu dengan pak Jang yang sudah menunggu, "Selamat pagi, Tuan muda... maaf Tuan, saya belum melihat Nona Ariana bangun -"


"Dia tidur di kamarku," pak Jang pun menatap tak percaya, seperti sedang bertanya benarkah itu? Tapi mengapa? "Kenapa melihat ku seperti itu?!" tegur Reykhel padanya dengan mengernyit sebal.


"Maafkan saya Tuan, pagi ini koki sudah menyiapkan sarapan pagi dan juga teh madu hangat."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Usai sarapan Reykhel pun segera pergi menuju pelataran rumah di mana mobil biru dan sekretaris Jackson sudah menunggu.


"Selamat pagi Tuan muda," sapa Jackson dengan sopan sembari membukakan pintu mobil bagian belakang.


"Pagi," jawab Reykhel dengan singkat, dia duduk tanpa memakai sabuk pengamannya.

__ADS_1


Setelah Jackson masuk dan duduk di belakang kemudi, barulah dia menyalakan mesin mobilnya.


Pagi ini Jackson menatap wajah tuan mudanya dari spion kecil yang tergantung itu, wajahnya terlihat berbinar ceria.


Apakah karena nona melayaninya semalam saat Tuan muda sakit?


"Jackson?"


"Iya Tuan?" imbuhnya sembari melajukan mobil dengan kecepatan sedang, meninggalkan pelataran rumah juga pintu gerbang yang besar itu.


"Sebelum tiba di kantor, aku ingin membeli lilin aromatherapy terlebih dahulu."


Jackson mengangguk, Selama ini Tuan tak pernah memakainya karena tak suka wangi-wangian seperti itu. Untuk siapa Tuan membelinya?


Pikirannya mulai menerawang kemana-mana sampailah dia memikirkan Ariana.


"Jangan berpikiran yang tidak-tidak, atau aku akan memecat mu!"


"Tidak Tuan, maaf..." lalu untuk siapa Tuan membelinya?


"Akhir-akhir ini tidurku tidak nyenyak, dan aku membutuhkan benda itu."

__ADS_1


"Baik Tuan muda, saya tahu di mana toko yang menjual lilin aromatherapy yang bagus."


Dan, mobil pun mengarah ke toko tersebut.


__ADS_2