
Jet meluncur dengan kecepatan penuh dari bandara internasional Jakarta dengan tujuan Amsterdam.
Di dalam jet itu ada Tiara dan juga Rendra, keduanya duduk dengan wajah yang panik.
☘️☘️☘️Flashback ☘️☘️☘️
Tiara yang baru saja selesai menyiapkan makan malam untuk suaminya, mendadak mendapat telefon dari sang anak.
"Reykhel? Sudah lama dia tidak menelefon," segera Tiara menjawab panggilan telefon itu, "Halo -"
"Mama!" teriak Reykhel dengan panik, membuat Tiara terkejut bahkan sampai menyenggol piring yang ada di dekatnya, hingga jatuh ke lantai marmer, "Rey sayang, ada apa Nak? Mengapa kau begitu panik sayang, ada apa?"
"Mama, Rey mohon Mama dan Papa bisa datang ke Amsterdam sekarang juga -"
"Rey, sakit!"
Tiara bergeming saat mendengar suara Ariana di sela telefonnya, "Rey, ada wanita bersamamu? Siapa wanita itu, apa yang sudah kau lakukan?"
"Mama, dia istri Rey, Rey sudah menikah... saat ini dia sedang mengandung darah daging Reykhel... kondisinya sedang gawat, Rey takut Ma."
suara panik itu terus terdengar di telinga Tiara, dia bingung, apa yang akan ia katakan kepada Rendra perihal Reykhel yang sudah memiliki istri tanpa memberitahukannya terlebih dahulu?
Rendra yang baru saja keluar dari ruang kerjanya pun segera beranjak ke dapur, dan menemukan Tiara yang ikut panik.
"Sayang?"
Tiara menoleh ke sumber suara, "Sayang, bagaimana ini? Rey sudah menikah dan sekarang istrinya tengah hamil, lalu Rey bilang jika istrinya saat ini sedang dalam keadaan darurat."
Rendra tak terkejut saat mendengar kabar Rey yang sudah menikah, siapa yang tidak tahu? Pernikahan itu menjadi tranding topik di Negeri kincir angin, Belanda.
Namun, Rendra tak ingin memberitahukannya kepada Tiara, baginya Reykhel sudah dewasa dan berhak menentukan dan menjalani apapun yang telah ia pilih.
"Sayang?" sekali lagi Tiara memanggilnya dengan tak sabar, sembari menarik lengan Rendra.
"Berikan hp nya padaku," Rendra menerima hp yang ada di genggaman Tiara, "Rey, ini Papa..."
"Papa, Rey -"
"Papa sudah dengar, sekarang tarik napas mu dengan dalam dan hembuskan secara perlahan, kau tidak boleh panik, itu hal yang utama."
"Ba- baik Pa," Reykhel mengikuti instruksi sang Papa, "Papa -"
"Tenanglah, kami akan menuju Amsterdam sekarang juga, dan sebelum matahari terbit, kami akan sampai."
☘️☘️☘️ Flashback End☘️☘️☘️
__ADS_1
Jet keluaran terbaru dari perusahaan Internasional XX yang baru di beli Rendra pun mengudara dengan kecepatan yang tak perlu di ragukan lagi.
Beberapa jam kemudian mereka pun sampai di bandara internasional tujuan, Gerry sudah menunggu kedatangan Tuan dan Nyonya besar keluarga Wilson.
"Samat siang Nyonya, Tuan besar... saya Gerry, asisten kedua Tuan muda Reykhel."
"Di mana mereka?" tanya Tiara dengan panik, sementara Rendra mencoba untuk menenangkan istrinya itu.
"Tenanglah, panik tidak akan menyelesaikan masalah."
"Nona dan Tuan muda sudah tiba di rumah sakit, Nyonya..."
"Tunggu apa lagi, ayo cepat bawa kami kesana!" pinta Tiara dengan tak sabar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Akhirnya mereka pun sampai juga di rumah sakit XX, tiga pasang kaki melangkah menyusuri lorong yang akan membawa mereka ke ruang VVIP.
"Reykhel!" seru Tiara memanggilnya.
Reykhel yang tadi sedang berdiri bersandar di tembok itu pun langsung menoleh ke sumber suara, "Mama -"
Plak!
Pertemuan pertama Mama dan anak setelah sekian tahun tak bertemu, di awali dengan sebuah tamparan.
Reykhel diam dan tak berani menjawab, "Kenapa diam, Mama tidak sedang bertanya kepada patung, Rey! Mama bertanya kepadamu!"
"Maafkan Rey, Ma... Rey tahu Mama pasti kecewa dengan sikap Rey yang seperti ini..." Reykhel menunduk, "Mama pasti marah -"
"Kau bodoh!" tandas Tiara yang langsung memeluknya, "Di mana menantu Mama? Mama ingin bertemu dengannya, wanita mana yang bisa meluluhkan hatimu."
Klek!
Pintu ruangan VVIP terbuka, dokter David juga ikut keluar bersama dengan dokter Angela.
"Dokter, bagaimana dengan istriku?" tanya Reykhel yang langsung melepaskan pelukan sang Mama.
Angela menghela napas pelan, "Nona Ariana mengalami shock dan menyebabkan pendarahan hebat, maka dari itu kami memutuskan untuk segera melahirkan bayinya."
Rendra pun seketika bernostalgia akan kejadian yang hampir sama menimpa Tiara, "Dokter, apakah tidak ada cara lain?"
Angela menggeleng, "Maaf Tuan, tidak ada, dan lagi air ketubannya juga sudah sedikit, kami khawatir keadaan itu akan membahayakan bayinya."
"Operasi ini tidak akan di lakukan jika tidak mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga," imbuh David menimpali.
__ADS_1
Tiara bahkan sampai terdiam saat melihat putranya di hadapkan pada pilihan yang sulit, tetapi sebagai seorang ibu, dia tak bisa diam begitu saja.
Tiara menggenggam tangan Reykhel dengan hangat, "Rey," Rey pun menoleh ke arah sang Mama, di mana ia melihat Mamanya mengangguk pelan, "Percayakan semuanya kepada Tuhan, mungkin ini yang terbaik untuk semuanya."
Pertama kalinya di dalam hidup, Reykhel menitikan air mata, dia takut hal buruk menimpa anak serta istrinya.
"Baiklah dokter, lakukan apapun dan selamatkan mereka."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah mendapatkan persetujuan akhirnya Angela dan tim pun langsung membawa Ariana ke ruangan operasi.
Ariana masih belum sadarkan diri sejak ia tiba-tiba saja pingsan akibat menahan sakit di dalam mobil.
Semua persiapan sudah lengkap, dan operasi pun segera di lakukan.
Semuanya berdoa di dalam keheningan, tak henti-hentinya Reykhel menghela napas lalu mengusap wajahnya dengan gusar.
Semua sedang duduk di kursi tunggu, kecuali Reykhel, dia hanya berdiri dengan bersandar di dinding kaca pintu masuk ruang operasi.
Dinding kaca itu memiliki lapisan dinding lainnya yang terbuat dari tembok beton agar tak satupun orang yang bisa melihat proses berjalannya operasi.
Jessy yang sejak lima belas menit lalu mendapatkan kabar pun, dirinya baru saja tiba di rumah sakit.
"Jack," panggilnya lirih setelah ia berdiri di samping calon suaminya itu.
"Hm?"
"Apa yang terjadi? Kenapa menjadi serumit ini?"
"Entahlah, aku juga tidak tahu."
Cukup lama mereka menunggu selesainya operasi besar itu, hampir dua jam lamanya mereka menunggu di luar ruangan sampai pada akhirnya mereka menoleh ke sumber suara, pintu ruangan operasi terbuka.
Angela keluar dari ruangan dengan bernapas lega sembari melepaskan penutup kepala serta masker medisnya.
Dia tersenyum, "Operasinya berhasil, namun karena bayinya lahir prematur sebelum usianya matang, kami akan segera memasukan bayinya ke dalam inkubator."
Sedih, itu sudah pasti, seorang perawat keluar dengan membawa inkubator, di dalamnya ada bayi perempuan yang begitu cantik.
Reykhel yang begitu terharu pun langsung menangi hingga berteriak haru, "Dia putriku?"
"Iya Tuan, itu benar."
"Mama, itu putriku Ma, apakah Mama melihatnya? Papa melihatnya juga, kan? Bukankah dia sangat cantik seperti ibunya? Jackson, Gerry?"
__ADS_1
Satu persatu Reykhel tanyai dengan wajah bahagianya.