
"Engh..." Ariana baru saja tersadar dari tidurnya, dia merasa ada yang kurang. Perlahan mencoba mengusap perutnya.
Deg!
Ariana pun menangis berteriak histeris membuat mereka yang berada di luar ruangan rawat segera masuk, terutama Reykhel.
"Ariana!" dia melangkah cepat lalu memeluk Ariana yang memaksakan dirinya untuk duduk, di tambah lagi Ariana yang berusaha untuk mencabut infus dari punggung tangannya.
"Ariana hentikan ini, apa yang kau lakukan ku mohon hentikan!" Reykhel memegangi tangan Ariana, memeluknya dengan paksa.
"Lepaskan aku, di mana Papa dan anakku? Lepaskan aku -"
"Ariana!" sekuat tenaga Reykhel mengguncang kedua bahunya membuat tubuh Ariana berguncang, "Sadarlah, Papamu sudah meninggal -"
Ariana mendorong Reykhel lalu beranjak dari bed, berusaha berdiri di atas kedua kakinya.
Plak!
"Kau pembohong!" tamparan Ariana di wajah Reykhel membuat Tiara terkejut, dia menutup mulutnya sendiri dengan tangan.
Reykhel diam saja, dia merasakan perih di tempat yang sama setelah tadi di tampar oleh sang Mama.
"Kembalikan Papaku, kembalikan dia padaku!" Ariana benat-benar shock dan histeris, membuat Tiara segera bertindak.
"Ariana, putriku..."
Dua kalimat itu terasa sejuk membuat Ariana sejenak diam, pusing, dan hampir jatuh karena kedua kakinya tak kuat menopang berat tubuhnya yang tak seimbang.
"Engh..."
__ADS_1
"Ariana," seru Reykhel yang langsung menopang tubuhnya. Reykhel pun langsung membaringkan tubuh tak berdaya itu di atas bed, dia mengusap air mata Ariana menggunakan dua jempolnya, "Tabahkanlah hati mu, sayang..." Reykhel mencium kening Ariana, "Kau tidak sendirian di dunia ini, lihatlah mereka..."
Ariana menatap wajah penuh khawatir itu, dia mengabsen wajah mereka, ada Jackson, Gerry, Jessy, dan dua orang berwajah paruh baya, Mama Tiara dan Papa Rendra.
Tak lupa sesosok wanita tua yang membuat Ariana kembali menangis adalah bi Laurance, Ariana sesegukan sembari mengulurkan tangannya dia ingin agar bi Laurance mendekat.
Bi Laurance pun ikut menangis karena tak pernah menyangka jika Tuan Adijaya akan menyimpan sebuah rahasia besar ini.
Dengan suara bergetar bi Laurance memanggilnya, "Nona?" keduanya bercucuran air mata, "Nona jangan merasa sendiri di dunia ini masih ada orang-orang yang peduli dan memperhatikan Nona Ariana."
Tangisan itu tak terhenti, Reykhel pun keluar dari ruangan yang ternyata juga di ikuti oleh sang Papa.
Rendra mengikuti putranya itu dan duduk di samping Reykhel, mereka tengah duduk di kursi tunggu.
"Ada apa, putraku?" tanya Rendra sembari mengusap pundak Reykhel.
Reykhel diam sejenak dia merasa sesak di dada, lalu dengan kuat menghela napasnya, dia menunduk sembari menutup wajahnya dengan tangan. Dia menangis.
"Kenapa rasanya begitu sakit, Pa? Sakit sekali saat melihat orang yang ku cintai begitu menderita..." suaranya bergetar, hidung memerah dengan kedua matanya yang sembab.
"Papa mengerti dengan apa yang kau rasakan, ibaratnya ada satu bagian tubuh yang terluka, maka yang merasakan sakitnya adalah seluruh tubuhmu. Kita adalah manusia yang tercipta dengan memiliki hati, hati yang lembut meskipun kau berusaha keras untuk menutupinya."
"Cepat atau lambat Ariana pasti bisa menerima semua ini, Rey... percayalah, kalian harus bisa melewati semua ini demi putri kalian," lanjut Rendra, dia beranjak dari duduknya, "Ayo masuk, Ariana pasti mencari mu."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Suasananya pun sudah kembali tenang, Ariana sudah mulai bisa menerima kematian sang Papa.
Pemakaman akan di lakukan besok pagi, setelah kondisi Ariana stabil.
__ADS_1
Beruntung sekali karena Ariana di kelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.
"Sayang, apa yang terjadi mengapa perutku sakit sekali dan di mana anak kita?"
"Suster akan membawanya kemari..."
Benar saja tak lama kemudian suster dan dokter Angela datang dengan mendorong inkubator ke dalam ruang rawat Ariana.
Mereka akan di rawat di dalam ruangan yang sama, "Sayang, itu -"
"Iya, putri kita..."
"Ariana?" mama Tiara mendekat, dia mengusap wajah Ariana, "Terima kasih karena telah memilih Reykhel sebagai suami mu..."
Pria yang di sebutkan namanya sudah sangat bangga.
"Padahal, kau bisa mendapatkan yang lebih darinya!" celetuk papa Rendra membuat wajah Reykhel berubah pias.
"Pft... hahahaha..." dan Gerry adalah orang pertama yang menyambar jawaban Rendra dengan suara tawa, Jessy pun berusaha keras menahan tawanya namun suara tawanya pun lolos begitu saja.
Begitu pun juga dengan Jackson yang segera memalingkan wajahnya, menjaga image sekretaris dingin.
Mama Tiara juga tak kalah terkejutnya dengan candaan Rendra, dia yang hampir tak pernah bercanda seumur hidupnya. Mendadak jadi seperti ini?
Pepatah mengatakan, orang yang tidak pernah bercanda dan suatu hari dia bercanda, maka candaannya itu akan terasa menusuk.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ariana : 😭
__ADS_1
Mau ketawa ngakak, tapi gak bisa, kan habis operasi sesar.
Ariana : "Papa Rendra mengapa kita baru bertemu sekarang?"