SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Air Mata [Suka Atau Duka]


__ADS_3

Ariana terperanjat kaget saat mendengar suara ketukan pintu yang kuat berulang kali, "Jackson? Kenapa sepagi ini dia membangunkan ku?"


"Nona Ariana cepat buka pintunya!" seru Jackson dengan tak sabaran, "Nona!"


"I- iya sebentar," Ariana pun segera turun dari ranjang dan membuka pintu kamar, "Sekretaris Jackson, ada apa?-"


Napas pria itu terdengar tak beraturan, menatap tajam dengan rahangnya mengeras, membuat Ariana takut.


"Se- sekretaris Jackson, ada apa?"


Jackson yang geram pun masih mencoba menahan emosinya, "Semalam Tuan muda sudah kembali ke Amsterdam -"


"Lalu apa hubungannya denganku?"


"Saya harap Nona tidak akan pernah menyesali sikap Nona kepada Tuan."


"Sikap ku? Dia yang seharusnya menyesali perbuatannya, dia menyakitiku berulang kali -" Ariana menatap kesal.


"Paman, Bibi, di mana Mama ku?" tanya Leo yang baru saja bangun tidur, dia mengusap-ngusap mata.


"Dia bukan Mama mu anak kecil, Mama mu yang sebenarnya sudah tiada. Dia hanya mengambil keuntungan dari keadaanmu," Jackson bisa melihat seterkejut apa Ariana.


Gadis itu juga bingung, "Siapa yang bukan Mamanya? Jelas-jelas dia datang bersama dengan Nona Megan -"


"Diam!" tegas Jackson dengan nada tinggi membuat Ariana tersentak.


"Paman, jangan kasar kepada Bibi... paman yang satunya lagi ke mana?"

__ADS_1


"Pergilah bersiap, sebentar lagi orang tua kandungmu akan datang untuk menjemputmu..."


Leo mengangguk, "Emh..." dia anak kecil yang masih belum mengerti apa itu orang tua kandung, angkat, sambung, tiri, dan sebutan lainnya.


Saat Jackson ingin membalikkan tubuhnya dan pergi meninggalkan Ariana, "Jackson! Siapa yang kau maksud dengan orang tua kandungnya?" tanya Ariana sembari memegang tangannya.


Jackson menatap tangan mungil itu, lalu menepisnya dengan pelan. "Bukankah saya pernah mengatakannya? Gunakan kepala dari pada emosi, tidak kah Nona bisa berpikir dengan tenang? Menjadi istri dari Tuan muda bukanlah hal yang mudah, Nona harus bisa menerima apapun yang berhubungan dengan kehidupan Tuan," Jackson diam sejenak, "Leo, bukanlah anak kandung Tuan dan Nona Megan."


Deg!


Kedua mata Ariana membulat sempurna, cengkeraman tangannya melemah seiring dengan air mata penyesalannya.


Merasa dirinya begitu bodoh karena mudah termakan emosi, dia menangis sesegukan hingga dadanya sesak dan bruk!


Dia jatuh pingsan.


"Nona!" seru Jackson dengan panik, segera Jackson membawanya ke atas ranjang lalu menghubungi dokter kolega yang ada di Jepang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Istri Tuan muda."


"Wah, tak di sangka ternyata pria dingin itu bisa menikah juga ya, lalu bagaimana denganmu? Aku sangat ingin melihat wanita jenis apa yang bisa hidup di dalam freezer seperti mu, hahaha..."


"Bicara seperti itu lagi lihat saja apa yang bisa aku lakukan!"


"Haha, maaf... maaf..."

__ADS_1


Dr.Chikaru pun segera memeriksa denyut nadi Ariana, memeriksa secara keseluruhan.


Dia meraba bagian bawah perut, menekannya dengan lembut.


"Sepertinya dia hamil."


"Apa?" Jackson yang tadinya duduk di sofa pun langsung berdiri, "Apakah perkataan mu itu bisa di pertanggung jawabkan?" seru Jackson dengan tatapan tajamnya.


Dr.Chikaru mengangguk pasti, "Iya, setelah Nona sadar... aku akan memintanya untuk melakukan tespack."


Penerus keluarga Wilson tak boleh lahir dengan orang tua yang tidak lengkap.


"Engh..."


Perlahan Ariana mengerjap, dia merasa pusing.


"Nona, anda sudah sadar? Syukurlah..."


"Siapa?" Ariana masih berusaha mengumpulkan kesadarannya, dia berusaha bangun.


"Hati-hati Nona, jangan bangun dengan cara seperti ini... karena itu sangat tidak baik untuk janin anda."


Ariana membelalak, "Apa?" dia sangat terkejut sama halnya seperti Jackson.


Sekarang, hamil pun tak bisa apa-apa jika Reykhel mengabulkan permintaan Ariana untuk bercerai.


Ariana kembali meneteskan air mata antara bahagia dan kesedihan, dia mengusap lembut perutnya yang masih rata.

__ADS_1


Maafkan Mama sayang, Mama memang bodoh karena tak mau mendengarkan penjelasan dari Papamu...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2