
Deburan ombak menghantam batu karang, rembulan menyembunyikan cahayanya sejenak.
"Tuan muda harus cepat bertindak, saya tahu jika Tuan mengetahui fakta akan kebohongan Nona Megan, bukan?"
Reykhel masih diam menyimak, dia enggan berkomentar.
"Hanya karena darah yang sama tetapi bukan berarti anak itu bisa di anggap sebagai anak kandung, kan?"
"Mau sampai kapan lagi Tuan muda menguji Nona? Di matanya ada begitu banyak cinta untuk anda, Tuan."
"Kau pikir aku sebodoh itu dan langsung percaya jika Leo adalah putraku? Ku rasa pembuktian ini sudah cukup, aku sekarang tahu betapa besarnya dia mencintaiku."
Lalu Reykhel beranjak dari duduknya, rembulan pun kembali menampakkan cahaya terangnya dari kegelapan.
"Bawa beberapa anak buah mu, sudah cukup baik aku membiarkan Megan hidup dengan layak." imbuh Reykhel yang berjalan menuju mobilnya.
"Baik Tuan muda, saya juga sudah sangat geram dengannya."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dua mobil itu melaju dengan kecepatan maksimal membelah keramaian kota, bukankah hal yang sulit untuk menemukan Megan di kota ini.
__ADS_1
Sesampainya di sebuah apartemen mewah, sebuah mobil hitam juga sudah terparkir di pelatarannya, dua orang yang keluar dari dalam mobil itu adalah termasuk satuan pengaman Brilian Group.
Reykhel turun dari mobil begitu pun juga dengan Jackson, "Kau yakin ini apartemennya?" tanya Reykhel.
"Benar Tuan, mereka sudah memastikan hal itu adalah benar."
"Bagus, bawa dia keluar."
Jackson mengangguk patuh dan segera memerintahkan dua anak buahnya untuk menggerebek Megan.
Di dalam apartemen, Megan yang baru saja mematikan tv pun terkejut saat melihat dua pria yang berhasil masuk dengan memecahkan sandi password-nya.
"Si- siapa kalian, lancang! Cepat keluar!" pekik Megan dengan suara tinggi sambil menunjuk ke arah pintu.
Megan pun melangkah cepat meraih hp di atas meja, "Sial! Kenapa hp ku tak bisa di akses?" dia pun segera meraih telefon rumah mencoba menelefon petugas keamanan, "Sial! Kalian telah menyabotase semua ini, kan?!" pekik Megan dengan wajah panik.
Kedua pria itu saling bersitatap lalu mengangguk, dan bergerak cepat menyergap Megan.
"Lepaskan aku! Lepaskan!" berontak nya sekuat tenaga.
Mereka menyeret Megan dengan paksa kehadapan Tuan muda.
__ADS_1
Bruk!
"Aaaargh!" pekik Megan kesakitan, kedua lututnya memar saat jatuh di bawah kaki Reykhel.
Reykhel mensejajarkan tubuhnya dengan Megan, dia mengangkat dagu Megan agar bisa saling bersitatap.
"Aku masih berbaik hati karena tak melenyapkan mu, Megan Chaterine! Serendah inikah caramu ingin menjatuhkan ku di hadapan kelinci kecil ku? Kau bahkan tak layak untuk di bandingkan dengannya."
"Apa... apa yang kau katakan, kau menolak kenyataan bahwa Leo adalah putra kita -"
Plak!
Pipi kanan Megan berdenyut perih saat menerima tamparan dari tangan kekar Reykhel, sudut bibirnya pun berdarah, juga memar.
"Dua tahun kita berpisah, dan selama kita bersama aku bahkan tak pernah menyentuh mu apa lagi sampai menodai kesucian mu, dua tahun berpisah lalu kau hadir kembali membawa anak laki-laki itu? Bahkan usianya saja lebih dari dua tahun."
"Kau sungguh serigala betina yang bodoh dan tolol!" Reykhel dengan kuat menghempaskan nya kembali dengan kuat.
"Aaaakkkhh!!"
"Bawa dia, jangan sampai aku melihatnya di muka bumi ini lagi!"
__ADS_1
Jackson mengangguk, "Tuan tidak perlu khawatir, karena saya telah menyiapkan tempat yang layak untuknya."