
Mobil masih melaju di tengah keramaian jalan kota, jarak duduk di antara keduanya sedikit jauh.
Ariana membuang pandangan matanya ke arah jendela, lebih memilih menikmati pemandangan itu dengan kesendiriannya.
Saat mobil melintasi sebuah toko cake, Reykhel tiba-tiba saja meminta pak sopir untuk kembali mundur.
"Hentikan mobil, dan cepat mundur... aku melihat ada toko cake di sana."
"Baik, Tuan muda," dan pak Sopir pun menuruti apa yang baru saja di perintahkan oleh Tuan mudanya.
Mobil pun segera mundur ke belakang dan berhenti tepat di depan toko bercat cokelat dengan dinding yang dominan terbuat dari kaca.
"Hei kau perempuan pemalas, cepat belikan aku cake blueberry itu, sekarang!"
seru Reykhel sembari meletakan uang di atas tangannya, "Cepat!" lanjutnya sembari mendelik.
Tatapan apa itu? Sungguh membuat Ariana sampa naik darah, tapi gadis itu masih enggan untuk meladeninya.
"Simpan saja uangnya, Tuan, lagi pula saya masih menyimpan uang yang pernah Tuan muda berikan kepada saya waktu itu."
__ADS_1
Maksud hati Ariana adalah baik, agar suaminya itu tidak boros. Namun, ternyata Reykhel malah merasa jika gadis itu telah menghinanya.
"Lancang! Berani sekali kau menghinaku!"
Sontak saja Ariana pun terkejut mendengarnya, dia bingung saat Reykhel menganggapnya telah menghina dirinya. Menghina di bagian mananya?
Reykhel, pun, memperlakukan Ariana dengan kasar. Dia mencengkeram rahangnya dengan kuat.
Bahkan sampai membuat Ariana meringis kesakitan, "Emh! Sakit!" Ariana pun mencoba untuk melepaskan cengkeraman tangannya itu, dia spontan memukul-mukul tangan kekarnya.
Bakan pak Sopir saja sampai tak berkutik, dia merasa iba tetapi juga tak rela jika harus kehilangan pekerjaannya. Jadi, dia lebih memilih untuk diam dan menutup mata.
"Kau hanya perempuan pemalas yang miskin, hanya menumpang hidup tapi berani sekali kau menghinaku, hah?!" cengkeraman tangannya pun semakin kuat, "Jika bukan karena aku yang bersedia menikahi mu maka sudah pasti keluargamu itu menjadi gelandangan di pinggir jalan!"
Bruk!
"Ah!" punggung Ariana membentur sisi mobil saat Reykhel menghempaskan nya.
Pria itu bahkan sampai tak puas, Reykhel segera turun dari mobil untuk membeli cake blueberry.
__ADS_1
Dadanya masih bergemuruh penuh kekesalan, dia kembali masuk ke dalam mobil dan pluk!
Reykhel mendaratkan cake itu di wajah Ariana, dan menekannya dengan kuat hampir tak membuatnya bernapas.
"Uhk!" Ariana bahkan sampai batuk dan langsung menangis, dia memang cengeng, dan mudah untuk ditindas.
Masih kesal juga, cake itu ia lumerkan di atas kepala Ariana, lalu mengelap tangannya di pakaian Ariana juga.
"Brengsek! Rasakan itu! Kau memang pantas untuk di hina dan ditindas hingga lenyap dari muka bumi ini!" napasnya terengah puas, lalu dia meminta kepada pak sopir untuk putar haluan, kembali pulang ke rumah, "Apa lagi yang kau tunggu, cepat kembali ke rumah!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setibanya di rumah Ariana pun segera turun dari mobil tanpa menunggu lagi, dia mengusap air matanya dengan kasar.
Dua penjaga pintu depan membukakannya pintu masuk, tanpa menyambutnya dengan senyuman.
Ariana berlari masuk ke dalam kamar dan mengunci dirinya di dalam bath room. Dia menangis sesegukan menghadap cermin yang terpasang di atas wastafel.
"Tuhan...." seru Ariana sembari membersihkan cake yang ada di wajah dan rambutnya, dengan menangis, "Tuhan..." dia sesegukan, "Tuhan... seberat inikah cobaan hidupku?"
__ADS_1