SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Negara Maju


__ADS_3

"Karena aku menyukai Ariana, aku mendekati Sena hanya agar aku bisa mendapatkannya, sial sekali karena mengetahuinya menikah dengan pria seperti mu!"


"Tak ku sangka aku bisa melihatnya lagi di rumah duka, aku tak bisa menahan hasrat lelaki ku kepada gadis itu, aku ingin sekali menikmati tubuhnya hahaha..."


Betapa geramnya Reykhel saat mendengar semua perkataannya, "Kau memang pantas mati! Jackson!"


Lalu Jackson mengangguk dengan tatapan tajamnya, dia menggerakkan tangannya memerintahkan anak buahnya untuk melepaskan tali pengaitnya.


"Aaaaaa!!! Hentikan! Hentikan! Kalian tidak boleh menyakitiku seperti ini! Aaaaaaaaarrrggghhh!!"


Semua mata menyaksikan kematian tragis Andreas, membuat anak buahnya keringat dingin bahkan sampai wajah mereka pun terkena rembesan air kencing mereka sendiri.


"Bebaskan mereka!" seru Reykhel yang baru saja beranjak dari duduknya, "Mereka akan merawat anak-anakku di sini."


Napas lega yang baru saja mereka rasakan sedetik kemudian berubah menjadi asap tebal.


Lolos dari maut tapi harus bekerja di lubang maut, mengenaskan!


"Kalian..." Reykhel menunjuk satuan keamanan Brilian Group dengan tatapan tajamnya, "Awasi mereka, jika ada yang membangkang buang saja sebagai santapan anak-anak."


"Baik!" jawab mereka dengan serentak dan segera memberikan bow kepada dua pria berpengaruh di Brilian Group itu.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dalam perjalanan pulang dari penangkaran menuju rumah sakit, Reykhel tak henti-hentinya menghela napas.


"Tuan mengapa begitu gelisah?"


"Jackson, bagaimana jika tadi aku datang terlambat? Apakah aku masih bisa melihat Ariana? Gadis miskin itu membuat hati ku tergugah, ada perasaan asing yang mampu membuat posisi Megan bergeser sedikit demi sedikit, apakah aku sudah terkena pelet?"


"Pft..." Jackson menahan tawa, "Di Negara maju seperti Amsterdam ini, tidak ada hal yang seperti itu Tuan. Itu hanyalah kepercayaan nenek moyang dari Negara lain."


"Kenapa kau tertawa? Aku benar-benar merasakan perubahan sikap ku padanya," Jackson menatap Tuan muda dari spion kecil itu, Reykhel tengah mengusap dadanya yang berdebar, "Aku merasakan irama di setiap detak jantungku saat kami sedang bersama."


"Aku merasa semua ini tidak terjadi begitu saja jika tak ada yang aneh dengan hati ku," kini Tuan muda sedang senyum-senyum sendiri, dia bahkan menarik sudut bibirnya berulang kali, "Kau tahu?" tanyanya pada Jackson.


"Bagaimana perasaan Tuan muda yang sesungguhnya terhadap Nona?"


"Aku masih abu-abu, tetapi aku ingin belajar mencintainya, aku ingin belajar untuk hidup bersamanya."


"Hm," Jackson mengangguk, sekarang gantian dia yang menjawab sang Tuan muda dengan kalimat super singkatnya, hm!


"Kau cari mati!" tegas Reykhel yang tak suka di jawab seperti itu.

__ADS_1


"Hm ... eh, tidak!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Senja menyapa di ufuk barat daya, warnanya begitu indah membuat Reykhel enggan berkedip.


Dia baru saja menyingkap tirai penghalang jendela besar, membiarkan cahaya itu menjadi lukisan nyata bagi siapapun yang melihatnya.


Sudah senja namun Ariana masih belum sadar juga, Reykhel tak menoleh ke sumber suara saat pintu ruangan terbuka.


"Jackson," seru Reykhel memanggilnya.


"Iya Tuan? Apakah Tuan membutuhkan sesuatu?"


"Siapkan jet, aku akan membawanya berlibur."


"Tuan ingin berangkat kapan?"


Reykhel menatap Jackson dengan ekor matanya, "Kapan lagi," lalu menatap Jackson dengan senyumannya yang begitu tulus, ini pertama kalinya Jackson melihat Tuan mudanya tersenyum seperti itu, "Sekarang juga."


"Baik Tuan muda," balas Jackson dengan senyuman yang tak kalah tulusnya.

__ADS_1


__ADS_2