SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Cemburu?


__ADS_3

Setelah keusilan Gerry, sekarang mereka sedang berada di ruang makan. Gerry duduk di dekat Ariana berdiri.


"Nona?"


"Iya?"


"Itu," tunjuk Gerry pada lehernya sendiri, membuat Ariana bingung.


"Apa?" tanya Ariana dengan mengernyitkan dahinya, masih bingung saat Gerry menunjuk-nunjuk lehernya sendiri, lalu sampailah pada Ariana yang ikut menyentuh lehernya dan teringat akan jejak kepemilikan Reykhel di sana.


"Ini hanya gigitan nyamuk!" ketus Ariana sembari mengoleskan selai cokelat di atas roti tawarnya dengan kasar, dia malu.


"Di mana ada nyamuk sebesar itu, Nona?" Gerry menahan tawa, Nona benar-benar sudah tidur dengan Tuan muda. Itu artinya Tuan muda Reykhel sudah tak marah lagi, kan? Syukurlah... Gerry pun menghela nafas.


Reykhel yang baru saja turun di lantai satu dan berjalan menuju ruang makan, dia mendengar suara Gerry yang sedang bercengkerama dengan Ariana.


Dia kelihatan tak suka, tapi masih saja gengsi. Apalagi saat melihat Ariana meletakkan roti selai itu ke atas piring Gerry.


Dia cemberut kesal dengan guratan garis di keningnya, "Sedang apa kau di sini?" tegur Reykhel dengan nada tak sukanya.


"Tuan?" Gerry beranjak dari duduknya lalu memberikannya bow, "Selamat pagi Tuan, saya datang kemari untuk mengecek keadaan Nona Ariana."

__ADS_1


"Dia baik-baik saja, kau tak perlu mengkhawatirkannya!"


Kenapa sih? Tuan muda cemburu, ya? Gumam Gerry, dia pun memiliki ide, "Nona bisakah saya minta satu roti lagi?" Gerry pria yang memiliki wajah imut face baby, bersamanya malah membuat Ariana seperti seorang kakak baginya.


"Kau bisa mengambilnya sendiri, kan?"


Tangan Ariana masih dipenuhi roti yang berselai cokelat, itu untuk Reykhel.


Dan, Reykhel yang sudah duduk di kursi singgasananya pun sesekali melirik kearah Gerry dan Ariana secara bergantian.


Dia sudah seperti sebuah cctv yang terus mengawasi keduanya.


"Ini rotinya, Tuan, saya akan membuatkan teh madu hangatnya."


"Kau bisa membuatnya sendiri, kan?" meskipun begitu tetapi Ariana pun tetap membuatkannya, Reykhel lagi-lagi mengawasi gerakan istrinya.


Setelah membuat teh madu hangat dak memberikannya kepada Tuan muda, barulah Ariana membuatkan Gerry segelas susu hangat.


"Ini, susunya..."


"Terimakasih Nona cantik."

__ADS_1


"Uhuk!" Reykhel tersedak saat meminum tehnya, 😂


Situasi apa ini? Sungguh tak nyaman, Reykhel pun segera beranjak dari kursinya tanpa menghabiskan sarapan dan minumannya terlebih dahulu.


"Tuan, sarapannya masih belum selesai..."


Tapi Reykhel hanya diam saja dan lekas pergi, tak tahan dia melihat keakraban keduanya.


Di pelataran rumah sudah ada Jackson yang menunggu kedatangannya, Ada apa lagi ini? Dia datang dengan wajah muram! "Selamat pagi Tuan muda."


"Jackson, kau tidak bisa mendidik Gerry dengan baik, kah? Mengapa dia sudah seperti perangko yang terus menempelnya?"


"Tuan cemburu?"


Reykhel diam, dan segera menyangkalnya, "Mana mungkin, kau bodoh!" lalu masuk begitu saja ke dalam mobil, dia duduk di kursi depan samping kemudi, "Cepat jalan!"


"Baik, Tuan." Tinggal bilang saja jika sedang cemburu, mengapa malah menyalahkan orang lain? Sungguh Tuan muda yang keterlaluan.


Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang memecah keramaian jalan kota Amsterdam.


"Jackson?"

__ADS_1


"Iya, Tuan? Apakah Tuan memerlukan sesuatu?"


"Kau sudah mendapatkan informasi yang kemarin? Mengapa Ariana menangis bersama dengan pria itu?" dadanya kembali sesak saat mengingat kejadian itu.


__ADS_2