SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Tak Berhak Menolak


__ADS_3

Bawaan hamil itu namanya ngidam, Ariana tahu jika usia kehamilannya masih seumuran jagung, mana ada yang namanya ngidam.


Tetapi dia akan tetap melakukannya demi untuk membalas semua perbuatan mereka yang sudah memperlakukannya dengan tidak baik, dulu, saat awal pertemuan.


Dia tidak dendam, hanya saja dia masih ingat seperti apa cara Reykhel memperlakukannya.


Terlebih lagi si manusia freezer itu, Ariana mengumpulkan mengumpulkan segudang niat untuk untuk menyusun rencana.


"Aku juga masih ingat awal pertemuan kita, kau menendang tasku dan mendorongku -"


Tanpa mau mendengarnya lebih lanjut, Reykhel menyerang bibir Ariana dengan memberikannya ciuman lembut, lama, dan dalam.


Lalu dia memeluknya dengan erat, tak rela jika Ariana melepaskan pelukannya.


"Aku mencintaimu, tak ada yang bisa merubah perasaanku terhadapmu...",.


"Emh..." wajah Ariana merona merah samar, terlebih saat Reykhel membaringkannya..


Membuatnya berada di bawah kungkungannya dengan jemari mereka yang saling meremas, Ariana menoleh ke arah kiri saat Reykhel memberikan ciuman di ceruk lehernya, "Emh..." dia memejamkan mata dan mulai menikmatinya, "Suamiku..."


"Ini tidak akan lama, sayang..."


Baru saja Reykhel melepaskan kancing piyama Ariana satu persatu.


Klek!


"Nona... eeeeeeeeehhh?" si tengil Gerry mendadak masuk, untung saja mereka belum melepaskan semua pakaian yang menempel di tubuh.


"Ehem!" seru Jackson, wajahnya merona merah samar, Sialan! Bisa-bisanya melakukan hal seperti itu saat sedang berada di rumah sakit.

__ADS_1


Cepat-cepat Reykhel kembali duduk di tepi ranjang, "Ehem, sejak kapan kalian datang?" begitu pun juga dengan Ariana yang langsung kembali mengancingkan piyamanya.


"Mmmmm... baru saja, Tuan..." jawab Gerry, mereka berdua pun segera masuk setelah menutup pintu.


Duduk di sofa, yang juga di ikuti oleh Reykhel dan Ariana.


"Kami kemari untuk memberikan ini," imbuh Jackson sembari meletakan buah-buahan segar.


"Nona sudah kembali sehat, kapan kita jalan-jalan?" celetuk Gerry yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari sang raja.


"Dia tidak akan pergi denganmu, aku suaminya!" tegas Reykhel yang langsung mendapat reaski dari Ariana.


Ariana mengelus tangannya, "Dia hanya bercanda, jangan memarahinya..."


"Kau membelanya?"


"Sayang, aku sama sekali tidak membelanya. Jangan mengada-ngada."


"Kami pergi dulu," seru Jackson yang tidak mau melihat pertengkaran kecil akan berubah menjadi percintaan di depan mata, "Ayo!" ajaknya pada Gerry.


Keduanya berdiri dan langsung memberikan bow, "Selamat malam..."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ariana masih ngambek karena kekolotan pemikkiran Reykhel, "Aku mau tidur."


"Tadi kau ingin makan nasi goreng, jadi atau tidak?"


"Aku tidak mau jika kau masih marah-marah," kesal Ariana yang sudah mau beranjak dari sofa namun Reykhel langsung menarik lengannya.

__ADS_1


Mendudukkan Ariana di atas pangkuannya, "Sayang?"


"Semenjak hamil kau jadi lebih menyebalkan, tidak perlu membawa-bawa baby sebagai alasan!"


Tangannya mulai meraba benda kenyal Ariana, "Aku tahu jika itu hanya alasanmu untuk membalas ku."


Kini, tangannya sudah bergerilya kesana kemari di tempat-tempat favoritnya.


Aaaaa... apakah ini artinya aku sudah ketahuan? "Kau juga selalu menggunakan alasan, jika kau ingin menjenguk baby..."


Ariana merangkul kan kedua tangannya di leher Reykhel, saat pria itu menggendongnya lalu membaringkannya di atas bed.


Reykhel kembali melanjutkan aktifitasnya yang sempat tertunda, "Aku adalah Papanya, sudah sewajarnya jika aku selalu menjenguknya. Dan, sebagai istri dari Reykhel, kau tak memiliki hak untuk menolaknya. Aku yang lebih berhak atas dirimu, Ariana!" mode on egois Reykhel.


Malam penuh kehangatan itu mereka lalui dengan percintaan hangat. Terkadang, Reykhel pun masih belum bisa sepenuhnya mengontrol emosi.


Dia menganggap Ariana hanya seorang istri yang memang di haruskan untuk menuruti semua perkataannya, dia tak menolak ataupun melawannya.


Karena itu adalah konsekuensinya menikah dengan seorang Reykhel, menolaknya pun Ariana tak mampu, keluarganya akan jatuh miskin jika hal itu terjadi.


Satu jam kemudian pergumulan panas mereka pun berakhir, Ariana membenamkan wajahnya di dada bidang Reykhel, telunjuknya menempel di sana, menggambar sesuatu, membentuk pola hati.


Selimut menutupi tubuh polos keduanya, "Suamiku?"


"Hm?" Reykhel mengusap-usap punggung Ariana, lalu mengecup keningnya, "Apa? Masih mau lagi? Tunggu satu jam lagi."


"Bu- bukan itu -" Ariana yang mau mendongakkan wajahnya pun, Reykhel malah menekan kepalanya agar tetap berada di posisi yang tadi. Tetap membenamkan wajah di dada bidangnya.


"Suamiku, aku tak bisa bernapas."

__ADS_1


Kusik-kusik tak tenang, "Suamiku... Reykhel suamiku tersayang, aku mencintaimu..." akhirnya lolos juga, 😂


__ADS_2