
Senja menyapa hampir menenggelamkan mentari di ufuk barat, bahkan sampai se-sore ini pun Ariana belum kembali ke vila.
Semua sibuk mencari keberadaan Nona mereka, pencarian yang juga di pimpin langsung oleh Jackson.
"Masalah apa lagi ini, mengapa malah serumit ini." kesal Jackson sembari menyetir mobilnya seorang diri.
Ariana membawa hp, dan di silent, bergetar pun tidak. Jadi, dia tak akan tahu jika di hpnya ada ratusan kali panggilan tak terjawab dari Reykhel dan juga Jackson.
Di dalam vila, Reykhel mengurung Leo di dalam kamar lainnya, tak lupa juga ia meminta kepada pelayan untuk memperlakukannya dengan baik.
Sekalipun dirinya masih ragu akan status Leo yang di akui Megan sebagai anak kandungnya.
Reykhel menatap senja dari atas balkon kamar. Lagi-lagi dia mencoba untuk menelefon Ariana tapi tak juga terjawab.
(Pergantian visual ya guys, yang kemarin akunya kurang sreeek aja, gitu, ðŸ˜)
"Ariana sayang, ada di mana dirimu sekarang? Jangan membuatku khawatir, Ariana."
Pelayan pria datang mengetuk pintu kamarnya, "Tuan muda, maaf mengganggu, tetapi Tuan muda kecil menolak untuk makan, Tuan..."
Klek!
__ADS_1
Reykhel membuka pintu dengan lebar, "Biarkan saja, nanti juga kalau lapar... dia pasti mau makan. Pergilah, tetap awasi dia!"
"Baik Tuan muda, saya permisi dulu."
"Hm."
Reykhel pun kembali menutup pintu kamarnya, lalu duduk bersandar bantal di atas ranjang.
Memejamkan matanya sejenak dan mencoba untuk mengingat apa yang telah terjadi di malam hujan itu.
Dia mencoba mengingatnya, berusaha sangat keras namun tak bisa menemukan apapun dari ingatan malam itu.
Drrt... drrt... drrt...
Hp nya bergetar, shareloock lokasi Ariana saat ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Mau sampai kapan Nona melarikan diri?"
"Hah?" Ariana bahkan sampai terlonjak kaget saat mendengar suara Jackson yang menghampirinya.
"Se- sekretaris Jackson? Ke- kenapa -"
__ADS_1
Jackson menjawab pertanyaan bodoh itu dengan cara menunjukan hpnya, lalu secara bersamaan menunjuk kepalanya sendiri sembari menyeringai, itu artinya, gunakan otakmu dari pada emosi mu.
"Hmph!" Ariana membuang pandangannya ke sembarang arah, "Dasar manusia freezer!" semoga saja kau tidak laku-laku!
"Maka dari itu saya akan menunggu Nona menjanda!"
Ariana terkejut lagi, "Sekali lagi kau bicara sembarangan seperti itu, aku akan mengubur mu hidup-hidup di pasir ini!" ketus Ariana dengan bersungut kesal.
"Eh!" dia pun buru-buru menutup mulutnya saat sadar telah berani mengatakan hal itu pada Jackson.
"Oh, semenjak Tuan muda mulai membuka hati, sepertinya Nona sudah berani bertingkah, ya!" tatapan matanya menatap tak suka.
"Tidak ada, hanya dirimu saja yang terlalu kaku!"
Jackson tak peduli dengan elak kan itu, dia memutar tubuhnya membelakangi Ariana, "Lebih baik Nona segera pulang, sebelum saya memasung Nona dan menenggelamkan Nona di kedalaman laut ini!"
Ariana menggeleng, seolah belakang kepala Jackson memiliki satu mata, "Ingin mencoba?" dia seperti bisa melihat semua pergerakan Ariana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Reykhel baru saja sampai di lokasi yang di kirimkan Jackson, dia melangkah cepat untuk menemui Ariana.
Napasnya terengah-engah, "Ariana -"
__ADS_1
Namun Ariana hanya diam saja, menundukkan pandangannya dan berjalan melewatinya, memilih untuk pulang bersama dengan Jackson.
Ariana, seperti ini kah rasanya teracuh kan? Mengapa begitu sakit? Reykhel masih diam di tempat, memegangi dadanya yang berdebar tak karuan. Keduanya saling membelakangi, perasaan mereka seolah sedang terhempas angin.