SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Aku, Pelayan Pribadinya


__ADS_3

Seketika Ariana menundukan wajahnya sembari menggigit bibir, menatap nanar pada apa yang ia lihat di bawah.


Kedua matanya mulai di penuhi cairan bening, Jangan terlalu berharap, Ariana... pria manapun bisa melakukannya tanpa ikatan cinta! Dia adalah pria normal, yang membutuhkan sentuhan seperti itu.


Ariana mencoba untuk menghirup napas dengan dalam, lalu mengusap air mata yang hampir tumpah.


Dengan senyuman ia mendekat, "Tuan?" seru Ariana yang sudah berdiri tepat di samping Reykhel, di mama ia melihat secara langsung betapa eratnya pelukan mereka berdua.


Reykhel sedikit terkejut dengan kehadiran Ariana, segera ia melepaskan pelukannya dari Megan.


"Nona siapa? Apakah saudari dari Tuan muda?" tanya Ariana dengan keramahannya.


"Bukan, aku kekasihnya."


Kuat lAriana, kuat, aku pasti bisa... gumamnya mencoba untuk menguatkan dirinya sendiri.


Reykhel yang sepertinya salah tingkah itu pun hendak pergi meninggalkan keduanya, namun suara Ariana menghentikan langkah kakinya.


"Kenapa pergi? Nona cantik ini sudah datang, kenapa tidak di ajak mengobrol? Kalian di sini dulu, saya akan membuatkan teh hangat."


"Kau siapa?" tanya Megan.

__ADS_1


"Saya ... " sekuat hati dia menyebutkan dirinya, "Saya pelayan pribadi Tuan muda, Nona..."


"Oh, aku Megan, salam kenal." imbuhnya yang kemudian langsung duduk di sofa, dia juga menarik tangan Reykhel meminta pria itu untuk menemaninya.


Perih hati seorang istri yang melihat suaminya seperti itu, apakah itu artinya Reykhel akan kembali membuka pintu hatinya dengan lebar?


Di dapur Ariana menyalakan keran wastafel untuk membasuh wajahnya yang basah terlebih dahulu oleh tetesan buliran bening, air matanya mendadak terjun bebas tanpa meminta izin darinya.


Jangan menangis Ariana, jangan!


"Nona?" seru Clara yang mengejutkannya, dia melihat Ariana yang langsung mengusap-ngusap wajahnya.


"Iya Clara, ada apa?"


"Aku tidak apa-apa Clara, sungguh, hanya saja tadi ada binatang yang masuk ke mata ku... oh ya, kau bisa mengantarkan secangkir teh hangat ini kedepan? Tuan kedatangan tamu."


"Bisa, akan saya antarkan Nona, lebih baik Nona istirahat saja dulu."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Clara dengan hati-hati membawakan secangkir teh hangat itu, dia membawanya sampai ke meja depan.

__ADS_1


"Permisi Tuan, Nona, ini teh hangatnya..."


Clara menatap tangan Megan yang bergelayutan di lengan Reykhel, Siapa wanita ini? Kenapa bersikap tidak sopan seperti itu kepada Tuan muda?


"Lihat apa?" tanya Reykhel dengan keningnya yang mengerut.


"Mmmmm.... tidak Tuan muda, maaf, saya permisi ke belakang dulu," tutur Clara pamit undur diri.


Pak Jang yang saat ini sedang berada di ruang kerjanya pun, dia nampak gelisah, "Apakah akan ada perang dunia ketiga? Di mana saat ini di kehidupan Tuan muda memiliki dua orang wanita, satu wanita adalah istri Tuannya, dan yang satunya lagi mengaku sebagai kekasih dari Tuan muda."


Kegelisahannya membuat dirinya mondar-mandir bak setrikaan, tak mau memikirkannya sendiri, akhirnya pak Jang pun meraih hp yang ia letakkan di dalam laci meja.


Mengirimi sebuah pesan kepada sekretaris Jackson, "Tuan, seseorang yang bernama Megan datang ke rumah dan mengaku sebagai kekasih dari Tuan muda di hadapan Nona."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di ruang rapat Brilian Group, Jackson masih sibuk beradu argumen mengenai pembangunan tembok raksasa di perbatasan kota, hingga akhirnya dia memutuskan untuk menunda rapat ini.


"Rapat akan dilanjutkan tiga hari lagi, rapat hari ini selesai." tegas Jackson yang segera berdiri dan beranjak ke ruangannya.


Sesampainya dia di kursi ternyaman, Jackson pun mengeluarkan hp dari dalam laci, mengecek pesan masuk.

__ADS_1


Dia mendapatkannya dari pak Jang, Jackson sontak mengerutkan dahinya.


"Jangan membuat masalah tanpa tahu solusinya, Tuan. Atau akan ada hati yang terluka!" geram Jackson pada pesan yang baru saja ia baca.


__ADS_2