
Gemetar-gemetar, seluruh tubuhnya gemetar tak karuan, Ariana berusaha untuk bangun tapi tidak kuat.
Dia berdiri di atas kakinya yang lemah, hampir jatuh dan Reykhel langsung meraihnya.
"Aku bahkan belum meniduri mu dari malam hingga pagi, dan kau sudah gemetaran seperti ini!" celetuk Reykhel yang membuat wajah Ariana memerah.
Dia menggendong 1Ariana ala bridal style menuju bath room, sebuah bath up besar berisi air yang berbusa wangi. Entah sejak kapan Reykhel menyiapkannya.
Dia menurunkan tubuh Ariana ke dalam bath up itu, "Bersihkan tubuhmu, sebentar lagi pak Jang akan datang membawakan makanan untuk mu. Gerry akan datang untuk mengawasi mu! Jika Clara ketahuan lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai pelayan pribadimu, aku akan meminta Gerry untuk menghukumnya. Kau tak mengenal Gerry yang sesungguhnya, jadi berhati-hatilah." tandas Reykhel sembari melangkah pergi meninggalkannya seorang diri.
Ariana diam menundukan wajahnya, Aku bahkan masih belum mengetahui sikap sekretaris Jackson yang sebenarnya, dan sekarang dia ingin menambahnya dengan Gerry?
Memangnya ada berapa banyak lagi orang-orang mu yang seperti itu? Mengapa aku harus hidup di dalam penjara yang menakutkan seperti ini?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selesai mandi, Ariana segera memakai dress rumahan yang sudah di bawakan oleh Clara langsung ke kamar utama.
"Selamat pagi Nona Ariana..." sapa Clara dengan senyum ramahnya.
"Mmmmm...." Ariana pun merendah, dia menyedekapkan kedua tangan di lehernya, takut jika Clara akan melihat jejak percintaan mereka, "Pa- pagi..." rona merah di wajahnya mendadak muncul, um dia begitu malu saat mengingat betapa ganasnya Reykhel saat memberikan keperkasaannya.
"Nona, makanan sudah di siapkan di atas meja... dan juga ada susu."
Ini kedua kalinya dia di berikan susu, bukankah Tuan muda di rumah ini tidak suka susu? Hm, entahlah, ikuti saja perintahnya karena pria itu adalah penguasa.
"Clara?"
__ADS_1
"Iya, Nona?" jawab Clara sembari membuka penutup hidangan.
"Setelah makan, ayo temani aku jalan-jalan... nanti juga akan ada Gerry, jadi ku rasa Tuan muda tidak akan marah."
"Apakan Nona sudah mendapatkan izin keluar rumah dari Tuan? Jika tidak, maka Tuan Gerry pun tak akan mau."
Ariana menunduk dan terlihat kecewa, "Mmmmm... begitu kah?"
Clara mengangguk, "Iya Nona, lebih Nona makan saja dulu ya... saya mau ke bawah sebentar, nanti saya kembali lagi ke sini."
"Iya..."
Clara memutar handle pintu, dan sebelum menutup pintunya dia sempat memfoto Ariana yang terlihat sedih.
Tanpa di duga, Clara mengirimkan foto Ariana kepada Sekretaris Jackson, "Nona ingin sekali jalan-jalan, Tuan..."
Beberapa menit kemudian Clara pun masuk kembali ke dalam kamar, "Kenapa Nona belum makan? Nanti Nona sakit."
"Hehehe, Nona makan ya jangan sampai sakit, jika Nona sakit maka Tuan muda pasti akan menghukum saya."
"Kenapa kalian begitu betah bekerja dengannya?" tanya Ariana sembari menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
"Mmmmm?? Kenapa ya?" Clara pun bingung, karena baginya setiap manusia itu punya sisi baik dan juga sisi buruknya.
Di sela-sela makan Ariana tersedak saat mendengar suara klakson mobil yang begitu nyaring.
"Uhuk!" Ariana memukul-mukul dadanya.
__ADS_1
"Nona Ariana?" panik, Clara pun segera menuangkan air ke dalam gelas untuknya, "Minum dulu, Nona."
"Terima kasih Clara."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di pelataran rumah, Reykhel baru saja keluar dari mobil, dia sudah mengganti pakaiannya agar tidak terciduk media.
Flashback ...
Jackson yang masih sibuk membubuhi tandatangannya di atas berkas, pun, segera menghentikan aktifitasnya saat hp nya bergetar.
Di raihnya hp itu dan segera dia membaca pesan yang masuk, "Lalu kenapa memberitahu ku? Seharusnya langsung kau kirim saja ke Tuan muda." keluh Jackson yang pastinya akan segera di repot kan.
Segera dirinya keluar dari ruangannya dan masuk ke ruangan kerja Tuan muda, "Selamat siang Tuan muda."
"Ada apa? Kau terlihat begitu serius sekali..."
"Saya mendapatkan pesan singkat dari Clara, Tuan."
"Apa?" menyebut nama Clara sudah pasti akan berhubungan dengan Ariana.
Jackson pun menunjukan pesan itu, "Siapkan pakaian biasa untukku, dan kau tetap di sini untuk menyelesaikan samua pekerjaan."
Cih! Mulai seenaknya saja! Geram Jackson.
__ADS_1
Penderitaan mu akan segera di mulai, Jackson, jadi bersabarlah.
Flashback End...