
Ariana memundurkan langkah kakinya seiring dengan Reykhel yang memajukan langkah kakinya.
"Aaa!" Ariana terkejut saat kedua kakinya menabrak ranjang di belakangnya, membaut Ariana terduduk.
"Kau takut? Sekarang baru mengenal takut? Jangan main-main denganku!"
seru Reykhel yang mulai membuka kancing kemejanya.
"Bukankah aku sudah mengatakannya tadi siang? Kau akan lihat bagaimana caranya aku menguliti mu hidup-hidup, mencabik mu seperti makanan anjing!" Reykhel masih kesal karena terus terbayang dengan Ariana yang berada di dalam pelukannya.
"Tuan -" Emh!
Ariana mengernyit sakit saat Reykhel mencengkeram kuat rahangnya, "Malam ini akan ku buktikan semua ucapan ku, dan kau harus ingat ini baik-baik! Aku, Reykhel Louis Wilson tidak pernah mengingkari semua yang telah aku ucapkan!"
Aaaaa!! Sakit! Ariana memejamkan kedua matanya saat Reykhel mencium bibirnya tapi berkahir dengan sebuah gigitan yang membuat bibirnya lecet.
Reykhel mulai naik keatas ranjang, sendal rumahnya pun terlepas dari kaki-kakinya seiring dengan Ariana berada di bawah tubuhnya.
Dia pun mulai menciumi ceruk leher Ariana hingga merah keunguan.
__ADS_1
"Emh..." desah Ariana yang merasa dirinya sudah tak punya rasa malu lagi.
Tangan Reykhel mulia menyusup masuk ke dalam belahan kimono itu, meremas benda kenyal untuk yang kedua kalinya.
Lalu ciumannya pun beralih ke bibir Ariana, dia menggigit bibirnya lagi agar gadis itu mau membuka mulutnya.
Aaaaaa... wajahnya sudah Semerah kepiting rebus, bagaimana ini? Dia tegang jantungnya pun dag dig dug tak karuan.
Panas terasa menjalari darah mulai dari otak hingga ke ujung kaki Ariana, mereka bahkan sampai bertukar Saliva.
Tangannya mulai berpindah kebawah, melepaskan tali kimono, keringat dingin mereka rasakan bersama mengingat ini adalah hal yang pertama kalinya untuk mereka.
Gemetar-gemetar tangan Ariana yang sudah basah oleh keringat, sontak dia memejamkan matanya saat Reykhel mulai memasukan benda keramatnya ke syurga duniawi nya itu.
Dia meringis kesakitan, bahkan sampai menggigit kuat bibir bawahnya.
Sakit... memang seperti sedang di cabik-cabik, aaaa, sakit sekali...
Tangan mereka saling meremas ditengah dinginnya cuaca malam yang menemani mereka melewati malam pertama ini.
__ADS_1
Reykhel yang masih berusaha memasukkannya, pun, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan dari luar pintu.
Dia mengernyit sebal, ingin sekali mematahkan leher orang itu.
Mau tak mau Reykhel pun segera memisahkan diri dari tubuh polos Ariana.
Lalu di raihnya selimut putih tebal untuk menutupi tubuh sang istri, sebelum selimut itu sampai di paha, gerakannya terhenti saat dirinya melihat darah di atas seprai.
Tapi ketukan pintu itu membuatnya harus bergerak cepat.
"Sialan, akan ku cincang dia hidup-hidup!"
Reykhel beranjak untuk memakai dalaman dan juga piyama yang baru saja ia ambil dari dalam lemari.
Ariana yang melihat suaminya membuka pintu kamar pun langsung menenggelamkan tubuhnya dibalik selimut tebal itu.
Perih terasa di bagian bawah sana, malu setengah mati, "Aaaaa... sialan! Apakah ini yang namanya malam pertama? Mengapa begitu sakit seperti tercabik-cabik? Apakah setelah ini dia akan membuang ku seperti makanan anjing?" pertanyaan itu selalu berputar di dalam kepalanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Dan, begitu pintu kamar utama terbuka ternyata orang yang ada dibalik pintu itu adalah sekretarisnya sendiri, 😠