SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Mencari Buku Antologi


__ADS_3

Wah, akhirnya malam menuju puncak di penghujung tahun 2020, Jumat, 31 Desember.


Semoga semua Pandemi ini cepat berlalu, dan kita semua bisa menjalani aktifitas seperti biasanya tanpa hambatan ruang gerak.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ariana kembali dengan membawakan semangkuk bubur hangat, "Tuan, saya membuatkan bubur gandum untuk Anda, tuan..."


"Kau menggunakan susu?" Ariana menggeleng pelan, "Bagus, cepat suapi aku."


Ariana mengangguk dan segera duduk di tepi ranjang, dan mulai menyuapi Reykhel secara perlahan.


Sesekali juga Ariana memberinya minum air hangat, di sudut bibir Reykhel terdapat sisa bubur.


Dia menoleh kesana kemari namun tak menemukan tisu, "Tuan, maaf, di sudut bibir Anda ada sisa bubur."


"Apa, di mana? Bicara yang jelas!"


"Di sini, Tuan."


Tanpa sadar Ariana menggerakkan tangannya untuk mengusap dan membersihkan sudut bibir Reykhel.


Reykhel yang terkejut, pun, memilih untuk diam daripada memarahinya. Dia sendiri juga sudah lelah marah-marah.

__ADS_1


Usai makan malam, Reykhel meminta Ariana untuk mengambilkannya sebuah buku di ruangan baca.


"Cepat pergi dan ambilkan buku antologi XX, di ruang baca."


"Tuan, bisakah saya makan terlebih dahulu? Saya belum menyentuh makan malam -"


"Siapa yang peduli, kau di rumah ini setelah menjalani kehidupan di luar hanya menjadi pelayan pribadiku. Cepat ambilkan buku itu, baru kau boleh makan!' tegas Reykhel tak ingin di bantah.


"I- iya baiklah, Tuan..."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Perlahan Ariana menuruni anak tangga, kepalanya mulai pusing karena menahan rasa lapar yang merongrong.


"Pak Jang?" kebetulan sekali dia melihat kepala pelayan itu.


"Pak Jang, bisakah membantu saya untuk mencarikan buku antologi XX di ruang baca Tuan muda?"


Pak Jang menatap ruang baca yang tertutup rapat, tapi tak terkunci.


"Maaf Nona, itu merupakan salah satu ruangan pribadi Tuan selain ruang kerja... siapapun tak boleh masuk tanpa mengantungi izin dari Tuan muda," pak Jang membungkuk meminta maaf, "Jika ada hal lain yang Nona perlukan katakan saja, mungkin kami bisa membantu."


"Em, ah iya baiklah... tidak apa-apa pak Jang, saya akan mencoba mencarinya sendiri."

__ADS_1


Pak Jang mengangguk lalu tersenyum, sebenarnya dia juga ingin membantu, tetapi apalah daya dirinya hanya seorang kepala pelayan di rumah ini. Tak memiliki power apa pun.


Di dalam ruangan baca itu Ariana mencoba untuk mencari buku tersebut di mulai dari lemari di bagian sudut, lalu berpindah kebagian tengah rak. Tapi tak menemukannya.


Sudah hampir dua lemari yang ia cari, perutnya juga semakin keroncongan, tubuhnya mulai gemetaran, dia pun menyerah.


"Sudahlah, memang tidak di temukan, minta maaf saja saat Tuan muda marah-marah."


Ariana mulai beranjak dari tempatnya berdiri, melangkah melewati meja, dan langkahnya pun terhenti saat tak sengaja ekor matanya tadi melirik dan menemukan buku antologi XX tersebut.


Dia pun berdecak senang sampai menjejakkan kaki girang, "Aaaaaaa... akhirnya, aku menemukannya juga, syukurlah..."


Secepatnya dia meraih buku antologi nya dan langsung membawanya naik menapaki anak tangga menuju kamar Tuan muda.


"Tuan muda, ini buku antologi XX yang anda inginkan," seru Ariana yang langsung menyodorkan buku tebal itu kehadapan nya.


"Kau menemukan di mana?"


tanya Reykhel sembari mengambil alih buku tersebut.


"Di atas meja, Tuan. Em ... kalau begitu apakah saya sudah boleh makan?"


"Hm."

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ariana pun bergegas turun ke lantai satu menuju ruang makan.


__ADS_2