SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Pagi Yang Bergairah


__ADS_3

Mentari bangun di waktu yang di tetapkan, cahaya indah yang begitu hangat telah menyeruak masuk ke dalam kamar Reykhel.


Ariana terbangun dari tidurnya lebih awal, segera dia mendudukkan tubuhnya, dia menatap ke samping, punggung kekar berbalut piyama merah itu masih terlihat tenang.


Sebelum Reykhel bangun, Ariana segera turun ke lantai, namun tangan Reykhel mencegahnya, "Bukankah aku sudah mengatakannya? Setiap pagi sebelum aku membuka mata, kau ada di sini."


Ariana menelan, "Lepaskan tangan saya, Tuan."


"Berani membantahku?" Reykhel bangun dan menarik Ariana hingga terjerembab di bawah tubuhnya.


Setiap pagi benda keramat seorang pria pasti menegang, dan Reykhel tak menyia-nyiakannya. Dia kembali meniduri Ariana.


"Emh..." kedua mata Ariana terpejam dengan jemari mereka yang saling meremas.


Ciumannya berjejak di area leher, entah ada berapa banyak jejaknya di tempat itu, setelah ini Ariana harus memikirkan cara bagaimana menutupinya.


Rasa nikmat menjelajahi tubuh mereka, Ariana masih menganggap apa yang mereka lakukan ini karena sebuah keterpaksaan yang di tuntut oleh Reykhel, namun bagi Reykhel sendiri, ini adalah sebuah kewajiban yang harus di lakukan oleh seorang istri.

__ADS_1


Nafas Ariana mulai terengah-engah, dia merasa lelah. Karena itu ia mengerang seperti orang yang kesakitan.


Tanpa di sadari erangannya itu terdengar sampai di luar kamar, di mana saat ini Megan berdiri gemetar di balik pintu kamar mereka.


Dia mendengar secara langsung erangan dan desahan yang saling bersautan dari mulut keduanya.


"Nona Megan?" pak Jang mengejutkannya, "Sedang apa Nona di sini?" wajah pak Jang berubah pias menahan malu karena telinga sucinya telah ternoda oleh erangan Tuan dan Nona mudanya, "Tidak seharusnya Nona berada di sini. Sarapan pagi sudah di siapkan, ayo..." tangan kepala pelayan itu bergerak dengan sopan memintanya untuk segera turun.


Megan mengepalkan kedua tangannya dengan erat, dia menggigit bibirnya sampai bergetar.


"Nona?" seru pak Jang.


"Aku tidak lapar, kalian saja yang makan!" tandas Megan yang langsung melangkah cepat menuruni anak tangga menuju kamarnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pergumulan panas mereka di pagi ini telah berakhir, Reykhel mendekap Ariana di dalam pelukannya.

__ADS_1


Nafas keduanya masih tersengal, mencoba mengatur napas dengan baik.


"Setiap waktu aku akan meniduri mu, setelah ini aku ingin lihat apakah masih ada pria baik di luar sana yang bisa menerima wanita yang sudah tidak suci lagi seperti mu, terlebih lagi setelah mereka tahu kau adalah mantan istri Tuan muda Reykhel!"


Reykhel masih menguji Ariana, gadis itu diam menggigit bibirnya, Reykhel menelentangkan tubuhnya dan kembali menidurinya untuk yang kedua kalinya di pagi ini.


Jam dinding menunjukan pukul 10.00 waktu setempat, pergumulan panas mereka benar-benar berkahir, Reykhel segera turun dari ranjang dan meraih kimono birunya yang tergantung di hanger, lalu membawanya masuk ke dalam bath room untuk membersihkan diri.


Lalu Ariana? Dia tertidur karena kelelahan setelah dipaksa melayani drinya hingga berulang kali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jam 11.00, Reykhel sudah berada di ruang makan untuk menyantap sarapannya, sudah siang tapi ya suka-suka tuan muda sajalah. Dia yang berkuasa di rumah ini.


"Tuan muda, ini teh madu hangatnya..." seru pak Jang sembari meletakan teh itu ke atas meja.


"Pak Jang, antarkan makanan ke kamarku untuk Ariana, buatkan makanan kesukaannya."

__ADS_1


__ADS_2