
Reykhel masuk ke dalam rumah, menapaki anak tangga. Megan pun sudah tak ada lagi setelah di antar Jackson ke tempat tinggalnya.
Untuk saat ini, biarkan saja dunia menjadi milik dua insan yang baru saja merasakan betapa nikmatnya belah durian itu, ðŸ¤
Reykhel menapaki anak tangga menuju kamarnya, di bukanya pintu dan mendapati Ariana yang sudah selesai makan.
Clara pun segera menyimpan bekas makan Nona nya, "Selamat siang Tuan muda," seru Clara langsung undur diri.
"Tuan?" seru Ariana yang ikut beranjak dari duduknya, dia menatap Reykhel yang sudah berganti pakaian, Sejak kapan dia berganti pakaian? Pria itu mendekatinya, "Emh..."
Tangan Reykhel menyibak rambut Ariana kebelakang telinganya, dia ingin memperlihatkan jejak kepemilikannya, "Kau malu, sampai-sampai harus menutupinya?"
Ariana pun menunduk, dia mengangguk, "Mmmmm..."
"Ayo, kau pasti bosan di rumah... aku akan mengajakmu jalan-jalan."
Hah? Kenapa dia bisa memiliki pemikiran yang sama denganku? Dia juga datang di waktu yang tepat setelah aku selesai makan.
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Reykhel sembari menggandeng tangan Ariana, membawanya menuruni anak tangga.
"Ti- tidak ada, Tuan."
"Awas saja kalau kau berani memikirkan keluarga mu, atau pun pria lain!"
Bahkan Ariana hampir lupa jika Reykhel telah menghapus status hubungan keluarga mereka. Ariana telah dianggap sebatang kara sejak saat dia memasuki dunia rumah tangganya bersama Reykhel.
__ADS_1
"Masuk." seru Reykhel sembari membukakan pintu mobil untuk Ariana.
"Iya..."
Setelah keduanya masuk dan duduk, memakai sabuk pengaman barulah Reykhel mengemudikan mobilnya melaju dengan kecepatan sedang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam, tak ada yang berbicara. Mobil mereka masih memecah keramaian kota.
"Tuan?"
"Hm?"
"Ya."
Reykhel memutar stir kemudinya menuju toko tersebut, dia melihat Ariana yang masih diam di tempat duduknya.
"Kenapa diam?"
"Uangnya?"
Reykhel terkesiap mendengarnya, "Uang? Kau sedang bersamaku dan masih meminta uang? Tidak punya!" Reykhel memang tak punya uang cash, dia mengeluarkan black card-nya, "Pakai saja." dia menyodorkannya berulang kali.
"Beli apapun yang ingin kau beli selagi aku memberikanmu izin, cepatlah, waktumu hanya lima menit."
__ADS_1
Ariana tersenyum, saat mau membuka suara wajahnya mendadak kesal.
"Empat menit lagi."
Wah, dari mana dia menghitungnya?
Ariana pun segera turun dari mobil dan masuk ke dalam toko, membeli dua botol minuman dingin XX dan beberapa cemilan, Reykhel bisa melihatnya dari dalam mobil.
Toh, dinding toko itu terbuat dari kaca.
Sembari mengantri di kasir, seorang pria mendekatinya. "Ariana?"
"Hm?" gadis itu pun menoleh, "Iya?"
Ariana terdiam sejenak, pria itu adalah sosok lelaki yang membuatnya jatuh cinta pada saat di SMA, cinta yang bertepuk sebelah tangan, "Ka- kak Arjun?"
"Wah, kau masih mengingatku ya... lama tidak bertemu."
Raja di dalam mobil itu mulai kepanasan saat melihat Ariana bercengkerama dengan pria lain.
"Iya kak, sudah lama tak berte - mmmm?" Ariana menatap bahunya sendiri di mana telunjuk Arjun menempel di sana, "Ada apa kak, Ugh!"
Arjun malah menyentil hidungnya, jelas saja sang Raja tak bisa menerimanya. Reykhel turun dari mobil dan dengan dadanya yang membara dia masuk ke dalam toko itu.
"Ariana!" tegas Reykhel menarik tangan Ariana ke dalam dekapannya, membuat keranjang belanjanya jatuh.
__ADS_1