SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Kalian Tak Punya Hati


__ADS_3

Mobil mulai mendekati area kediaman Adijaya, bendera putih sudah terpasang di beberapa tempat.


Ariana yang mulai panik gelisah itu pun segera turun, "A- apa yang terjadi? Mengapa ada bendera putih?"


Jackson dan Reykhel pun melangkah masuk mendahului Ariana yang mulai gemetaran.


Tak ingin tertinggal, Ariana pun segera beranjak mengikuti langkah kaki keduanya dari belakang.


Ruangan tengah yang dipenuhi oleh kolega, dan rekan bisnis Adijaya Group sedang duduk menundukan wajah dengan raut sedih berkabung.


Begitu Ariana sampai di ruangan itu dan melihat foto Sena yang di bingkai bunga juga ada peti di tempat itu, darahnya serasa meluncur deras dari jantung ke ujung kakinya, hampir terasa keluar dari mulutnya.


"Kakak?" ucapnya dengan lirih, air matanya mulai mengucur deras.


Dia menerobos dua punggung kekar di hadapannya, dan saat langkahnya hampir melewati batas, Jackson langsung mencengkeram kuat tangan Ariana.


Membuat langkah gadis itu terhenti tepat di hadapan mereka, Ariana pun menoleh menatap dua wajah dingin tak berperasaan.


Dia menatap Jackson yang menggeleng pelan, lalu menatap Reykhel yang hanya menatap tajam dirinya. Ariana tak punya kekuatan untuk melawan, dia menundukan wajahnya.

__ADS_1


"Nona, Tuan muda, Tuan Jackson." Ariana terenyuh saat mendengar suara pria itu, bagaimana bisa dia memanggil Ariana dengan sebutan Nona?


Papa, kau bahkan memperlakukan hal itu padaku... segera Ariana mengusap air matanya, lalu berdiri di sisi kanan Reykhel, menggandeng tangannya.


"Kami turut berduka cita atas meninggalnya putri mu, Tuan Adijaya." seru Jackson membuka suara.


"Terimakasih karena kalian sudah mau repot datang kemari."


Ariana diam dan mencoba mencari keberadaan bi Laurance, dia merindukan sosok tersebut.


Mencari kesana kemari namun tak menemukannya, Kemana bibi Laurance? Kenapa aku sama sekali tak melihatnya?


Dia mendongak menatap Reykhel dengan tak percaya.


Air matanya kembali menetes, dia ingin memanggil pria paruh baya itu dengan sebutan Papa, tetapi sepertinya Papa memang sudah tak menganggap Ariana sebagai putrinya lagi.


"Apa penyebab kematian putri anda, Tuan?" tanya Ariana dengan rasa penasarannya. Tetapi memanggilnya dengan sebutan Tuan? Haha, Reykhel membuat situasi macam apa ini?


Hubungan antara anak dan ayah benar-benar tak harmonis.

__ADS_1


"Ariana, ketahui batasan mu!" tegas Reykhel, "Kami datang untuk mengucapkan belasungkawa, maaf sekali kami harus segera pergi."


Adijaya pun mengangguk, "Iya, baiklah Tuan... hati-hati di jalan."


Hubungan seperti apa ini? Bukan ini yang di inginkan oleh Ariana, saat Reykhel mengajaknya untuk berbalik badan, namun Ariana melepaskan gandengan tangannya.


"Apa-apaan ini? Bagaimana bisa kau memutuskan hubungan antara aku dan keluargaku? Bahkan di saat masa berkabung seperti ini?" Ariana tak bisa lagi menahan air matanya. Dia ingin memeluk sang kakak untuk yang terakhir kalinya.


"Ariana!" bentak Reykhel membuat semua mata menyorotinya.


Papa juga sepertinya tak membenarkan apa yang telah di lakukan oleh Ariana, "Pulanglah. Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk datang."


Ariana tak habis pikir dengan mereka, "Papa, apakah Papa sudah tak mau mengakui Ariana sebagai anak papa lagi?" Ariana mengusap wajahnya yang basah, "Ada apa dengan kalian, kenapa kalian bisa tidak punya hati sama sekali? Setidaknya biarkan aku sebentar untuk memeluk kakak ku... aku - a- aku -"


Bruk!


Ariana tiba-tiba saja pingsan, hampir jatuh jika Reykhel tak segera menangkapnya.


"Ariana!"

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2