SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Kencan Ala Freezer


__ADS_3

Mobil merah baru saja memasuki area parkir sebuah restoran elit di tengah kota Amsterdam.


"Tuan, kakak ipar, kita sudah sampai..."


Jackson hanya diam dan segera turun, begitu pun juga dengan Jessy yang baru saja ingin turun.


"Aduh!" kepalanya terhentak pintu mobil saya Jackson menutup pintu itu tanpa melihat ke belakang.


Dasar bujang lapuk sialan! Geram Jessy sembari mengusap jidatnya yang memerah, dia pun segera turun dari pintu yang sama.


"Ah, Kakak ipar ada apa dengan kening mu?" tanya Gerry yang menunjuk kening Jessy dari jauh, dan langsung di tatap oleh Jackson.


"Tidak apa-apa, hanya saja tadi ada nyamuk yang tidak tahu diri -"


"Bodoh!" ketus Jackson memotong ucapan Jessy.


"Apa? Bicara saja sesukamu!" Jessy membalas dengan tak kalah ketusnya, "Ayo..." ajak Jessy sambil menggandeng tangan Gerry.


Berjalan hampir melewati Jackson, langkah Jessy terhenti saat ada yang menariknya.


Tetapi jarak mereka sedikit jauh, sekitar lima langkah darinya. Lalu?


Saat Jessy mengedarkan tatapan matanya, dia terkesiap saat melihat Jackson mencengkeram tangan Gerry.


"Kau!"


"Lepaskan dia, dia tak ku izinkan berada di dekatmu!" dengan kuat Jackson menarik tangan Gerry, membawa pria itu berdiri di sampingnya.


"Apa? Kau ini kenapa, sih? Kau cem-"


"Karena dia adalah asistenku, asisten selalu ada di dekat Tuannya!"


Jleb!


Percaya diri sekali Jessy karena mengira Jackson telah cemburu, haha memalukan sekali.


Astaga Tuan ku, kenapa kau aneh sekali? Tak biasanya kau seperti ini... gumam Gerry yang mulai bosan dengan perdebatan mereka.


"Tuan, Kliennya bisa kabur jika kita terlambat."


"Berisik!" bantah Jackson, lalu dia pergi mendahului mereka berdua. Lalu, apa gunanya dia menghentikan Gerry, tadi?

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Meja sudut nomor dua puluh, seorang klien pria sudah menunggu kedatangan Jackson, "Selamat sore, Tuan..."


"Sore, maaf atas keterlambatannya..."


"Ah tidak masalah, kok," seru Nathan sembari mengulurkan tangannya yang segera di jabat oleh Jackson.


Tak lama setelah keduanya duduk, Nathan melihat Gerry melangkah bersama Jessy, gadis berambut panjang cokelat itu telah mencuri hatinya.


"Tuan bolehkah saya bertanya?"


"Apa?" jawab Jackson dengan wajah datarnya.


"Siapa gadis yang bersama asisten Anda itu? Boleh kah saya menikahinya?"


Jackson yang tadinya hanya fokus memeriksa berkas, tatapannya langsung menatap tajam pada wajah Nathan.


Dingin tak berekspresi, itulah Jackson.


"Mmmm... hanya bercanda saja," elak Nathan demi bisa menyelamatkan diri.


Gerry menarik kursi di dekat Jackson meminta Jessy untuk segera duduk, "Kakak ipar, silakan duduk."


Nathan yang melihat Jessy pun dengan sedikit segan dia membalas senyuman Jessy.


Mendadak hawanya terasa berat dan aura di sekitar mereka serasa berkabut hitam. Nathan pun mendadak menelan.


Jangan memandanginya Nathan, ingat, asisten itu barusan memanggilnya dengan sebutan kakak ipar... seru Nathan dari dalam hati.


"Proposal Anda sama sekali tidak cocok untuk pengajuan kerja sama ini, bukankah Anda juga tahu seberapa penting nya proyek pembangunan ini?"


"Iya Tuan, saya faham dan bisakah memberikan saya waktu untuk merevisi nya?"


"Tiga hari, setelah itu datanglah kembali ke kantor," Jackson diam sejenak tanpa membuang pandangannya dari Nathan, "Pertemuan ini cukup sampai di sini!"


Apa? Jadi aku di bawa kemari hanya untuk mendapatkan tontonan seperti ini saja? Tanpa makan dan minum? umpat Jessy dengan kesal.


Nathan segera berdiri saat melihat Jackson beranjak dari kursinya, begitu pun juga dengan Jessy yang seperti latah saat melihat Jackson beranjak, dia pun ikut-ikutan bangun dari duduknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Gerry mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali menatap dua penumpang yang saling membuang pandangan..


Yang satunya lagi cemberut, dan yang satunya lagi cuek.


"Dasar kucing tidak tahu diri!" teriak Gerry yang langsung mengeram mendadak membuat mobil hilang kendali kesana kemari.


"Aaa!!" seru Jessy yang terkejut tubuhnya terhuyung begitu pun juga dengan Jackson, tak sengaja wajah Jessy tersentuh oleh bibir Jackson.


Cit!


Decitan nyaring ban mobil yang berhenti mendadak, "Haaaah...." helaan napas Gerry benar-benar lega saat melihat serigala dan kucing berciuman.


"Apa yang kau lakukan? Dasar bujang lapuk!" pekik Jessy yang langsung mendorong tubuh Jackson dengan kasar.


"Gerry, kau cari mati!" pekik Jackson dengan bersungut-sungut.


"Tidak Tuan, tapi tadi benar-benar ada dua makhluk menyebalkan di depan sana dan hampir tertabrak," maksudnya makhluk itu adalah kalian berdua.


"Dasar pencuri!" tandas Jessy menuduh Jackson, tak terima, Jessy pun langsung turun dari mobil.


"Hei tutup mulutmu!" Jackson juga tak terima karena di tuduh sebagai pencuri.


Sebelum tertangkap lagi Jessy pun berlari agar menjauh dari pria itu, Jessy benar-benar bisa lari dengan cepat.


Begitu inginnya kabur dari Jackson sampai tak melihat kondisi jalan, dari arah kiri ada motor yang melaju dan menyerempetnya.


Tin! Tin!


Bruk!


"Aakkhh!!" Jessy terserempet motor, tentu saja yang paling khawatir adalah Jackson, jika dia tak berlari untuk mengejarnya maka hal itu tak akan terjadi.


"Jessy!"


Dan, itu adalah pertama kalinya Jackson menyebut nama aslinya, sebelum ini dia akan memanggilnya dengan sebutan wanita rubah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rumah sakit terdekat adalah tujuan mereka sekarang, tanpa ragu Jackson menggendong Jessy ala bridal style, rona merah menyembul samar di wajah Jessy.


__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2