SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Namaku Jessy


__ADS_3

Jessy perlahan membuka kedua matanya, dia merasa berdenyut di bagian punggung tangannya, dan saat ia menoleh ternyata selang infus sudah tertanam. Jessy berusaha untuk bangun sembari memegangi kepalanya yang terasa pusing berdenyut, "Aku di mana?" tanya Jessy dengan begitu lirih.


"Nona, anda sudah sadar?" Ariana masuk ke ruangan sembari membawa segelas susu hangat dan beberapa potong roti untuk Jessy. Ariana mendekat sembari meletakkan nampan berisi itu, "Apakah kalian bertengkar? Aku bahkan sampai tidak habis pikir... mengapa sekretaris Jackson begitu tega menghukum kekasihnya sendiri," Ariana menghela napas pelan.


Jessy terkejut, Sejak kapan kami pacaran? pria sialan itu aku pasti akan membalasnya dasar bujang lapuk! Jessy pun tersenyum kepada Ariana, "Apakah Nona yang sudah menolong saya? Siapa Nona kalau boleh saya tahu?"


Ariana pun membalas senyumannya, "Namaku Ariana, aku istri dari Reykhel."


Reykhel? rasa-rasanya aku pernah mendengar nama itu, tapi di mana? Ah mungkin hanya perasaanku saja, gumam Jessy sembari menggeleng pelan.


"Lalu siapa namamu, nona?" Ariana bertanya seraya menyodorkan segelas susu hangat itu kepadanya.


"Terima kasih Nona, mama saya Jessy. Tolong jangan panggil saya Nona."

__ADS_1


"Wah kalau begitu kau juga jangan memanggilku Nona, Kau kan sudah tahu namaku..."


"Ya, baiklah Nona eh maksudku Ar- Ariana," imbuh Jessy. Jessy pun mulai meminum susu hangatnya, dia menghabiskannya dalam dua tegukan.


Sementara itu ketiga pria yang saling berhubungan di Brilian grup sedang duduk berhadapan di ruangan Jackson, "Siapa wanita itu?" tanya Reykhel yang mulai membuka suara.


Garry hanya diam, dia tidak ingin jawab karena dirinya takut jika kejahatan wanita itu akan terbongkar, dia cukup tahu diri jika dirinya itu sedikit ember dan sedikit sulit untuk menjaga rahasia.


"Tidak ada, Tuan!" jawab Jackson dengan lantang raut wajahnya pun menunjukkan keyakinan jika memang tak ada satu pun yang mereka sembunyikan.


"Kau yakin?" pertanyaan itu ia tujukan kepada Gerry, karena Reykhel tahu betul seperti apa pria yang sedang duduk tepat di hadapannya ini.


Hanya perlu ditatap dengan dalam dan tajam maka dia pasti akan menjadi gelagapan dan terbongkarlah semua rahasia. Tetapi selama ada Jackson, maka hal itu tidak akan terjadi, di bawah kolong meja kaki Jackson menginjak kuat kaki Gerry, memastikannya agar tidak bermulut ember.

__ADS_1


"Iya Tuan, semuanya baik-baik saja tidak ada hal buruk yang terjadi..." ucap Gerry dengan begitu meyakinkannya.


"Oh Ya baiklah kalau begitu, kalian lanjutkan lagi pekerjaan yang belum selesai. Aku juga akan segera pulang." Jackson dan Gerry segera berdiri saat melihat Reykhel beranjak dari duduknya, lalu mereka menggangguk kan kepala dengan pelan sebagai tanda penghormatan untuk si tuan muda.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Reykhel pun masuk ke dalam ruangannya, dia mendapati dua orang wanita yang sedang berbincang terlihat seperti sudah akrab, "Ariana!" panggil Reykhel yang sepertinya tidak suka jika istrinya itu terlihat akrab dengan orang lain selain dirinya, dia cemburu padahal dirinya tahu jika lawan bicara istrinya itu adalah seorang wanita.


"Sayang?" Ariana beranjak dari duduknya dan menghampiri Reykhel,"Di mana sekretaris Jackson? Kita harus memberi tahunya jika Jessy sudah siuman."


Reykhel memicingkan matanya menatap Ariana, "Jangan terlalu dalam mencampuri urusan seseorang, sadari batasan dirimu, siapa mereka dan siapa dirimu."


Lagi-lagi Ariana merasa auranya itu begitu gelap, entah apa yang merasukinya.

__ADS_1


__ADS_2