
Tahu apa artinya itu? Jackson membawa paksa Megan ke sebuah rumah sakit jiwa. Mencebloskan nya dengan kejam ke tempat itu adalah hal yang setimpal.
"Lepaskan aku! Jackson, sialan kau! Cepat lepaskan aku... Aw!" dia di dorong masuk ke dalam sebuah kamar berukuran tiga kali empat meter, kecil, dan hanya ada kipas angin gantung.
Lalu beberapa petugas mencoba untuk memegangi tangan dan kaki Megan agar tak memberontak, "Jangan! Kalian akan mu tuntut lihat saja nanti!"
Sekuat tenaga dia memberontak sampai pada akhirnya dia berteriak kesakitan akibat suntikan penenang otak dalam jumlah dosis yang besar.
"Setiap kali dia sadar, suntikan dia dengan obat yang sama. Buat dia gila."
"Tuan, jika kita memberikan obat dengan dosis yang berlebihan maka itu bisa membuat syaraf dan otaknya lumpuh permanen secara perlahan."
"Tak masalah, dia memang pantas mendapatkannya." tandas Jackson yang langsung melenggang pergi dari rumah sakit jiwa itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tuan muda Reykhel yang baru saja sampai di vila, dia masuk ke dalam kamar dan mendapati Ariana sudah tidur.
Dia duduk di tepi ranjang untuk membelai rambut Ariana, "Jangan menyentuhku!" Ariana membuka mata, lalu duduk menjauh dari Reykhel.
__ADS_1
"Aku suamimu, dan kau tak boleh menolak ku -"
"Ceraikan aku!"
"Aku tidak akan pernah menceraikan mu, Ariana. Sampai mati pun, tidak akan pernah!"
Ariana mulai kesal dan terbawa emosi, dia turun dari ranjang untuk mengambil gunting di dalam laci nakas, mengarahkan gunting itu ke lehernya.
"Ariana apa yang kau lakukan? Cepat buang gunting itu, jangan gila!"
"Kau yang gila, kau menginginkan anak dariku tetapi kau malah memiliki anak dari wanita lain, kau tak peduli jika aku melahirkan anak perempuan ataupun laki-laki, itu karena kau sudah memiliki seorang anak laki-laki dari wanita itu!" pekik Ariana dengan air matanya yang mengalir deras.
"Ariana hentikan ini, aku mohon. Kau hanya salah paham, Ariana."
"Ceraikan aku!" teriak Ariana tak peduli lagi dengan luka di lehernya, dia semakin memperdalam luka itu.
"Baiklah jika memang itu keinginanmu, setelah pulang dari Jepang, aku akan meminta pengacaraku untuk mengurus perceraian kita!" dadanya naik turun menahan emosi, Reykhel merasa kepalanya ingin pecah dan dia pun memilih untuk pergi dari vila setelah membanting pintu kamarnya dengan begitu kuat.
Gunting yang ada di tangan Ariana pun terjatuh, lalu di susul dengan dirinya yang ikut-ikutan terduduk di lantai.
__ADS_1
Dia menangis sesegukan sembari menutup wajah dengan kedua tangannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi hari, seluruh penghuni vila di buat gaduh. Terutama Jackson, dia memerintahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Reykhel.
Namun tak satupun yang bisa menemukannya, "Kenapa tak ada seorang pun yang tahu kemana perginya Tuan muda? Apa pekerjaan kalian selam di sini, hah!" seru Jackson dengan wajahnya yang merah menahan emosi.
"Tuan, tuan Jackson...." seorang petugas dari satuan keamanan berlari cepat menghampirinya, "Tu- tuan!!" mengatur napas.
"Ada apa, cepat bicara!" imbuh Jackson dengan pikirannya yang tak karuan.
"Se- semalam jet pribadi milik Tuan lepas landas meninggalkan kota menuju Amsterdam, Tuan."
"Apa?" pekik Jackson, sekarang satu-satunya orang yang bisa menjelaskan kronologi ini hanyalah Ariana seorang.
Dengan amarah yang menggebu, Jackson menapaki anak tangga untuk menemui Ariana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1