
Akhirnya selesai juga pengobatan Jessy, syukurnya tak ada retak atau hal fatal lainnya. Hanya perkara menampar wajah sang freezer tetapi malah tangannya yang jadi korban.
Mobil masih melaju di keramaian kota Amsterdam, baru saja melintasi sebuah gedung yang begitu ramai.
"Gerry hentikan mobilnya."
"Tuan ingin membeli sesuatu untuk kakak ipar? -" Eh? kok aku merinding ya? 😱
Bagaimana tidak? Jackson yang tadinya duduk dengan tenang pun langsung menarik tubuhnya mendekat ke jok kemudi, dia yang duduk tepat di belakang Gerry bisa dengan mudah melakukannya.
Tangannya sudah berada di leher Gerry, "Kau tidak lupa betapa nikmatnya menghirup udara, kan?"
"Mmmmm... ma- maafkan saya, Tuan..." Aku hanya bercanda!
Jackson kembali ke posisi duduknya, melipat kedua tangannya di depan dada, melirik tajam ke arah Jessy dengan ekor matanya.
"Turun!"
Mengira itu perintah untuk Gerry, "Baik Tuan, saya akan turun."
"Aku tidak menyuruhmu, bodoh!"
Apakah dia sedang bicara kepada kakak ipar? Gumam Gerry.
Apa? Dia mau menurunkan ku di tempat ini? Jessy mulai bergumam.
"Aku yakin kau tidak tuli!" Jackson kembali menatap lurus ke depan, lalu tangannya merogoh saku celana, mengambil kunci borgol.
"Kau mau ini?"
__ADS_1
"Berikan padaku," pinta Jessy dengan kedua tangannya yang mencoba meraih kunci.
Pluk!
Jackson membuangnya keluar mobil.
Lihat seberapa kesalnya Jessy, entah ekspresi apa lagi yang ia buat untuk mewakili kekesalannya.
"Brengsek! Kau pria gila! Kalau kau mau membuang ku kenapa harus dengan cara yang berputar-putar seperti ini, hah!"
Bruk!
"Aduh!"
Jackson menurunkannya dengan paksa dari mobil, sampai membuat Jessy terduduk di jalanan.
"Cepat jalan!"
Sebelum mobil benar-benar melaju, Jackson pun sempat melemparkannya uang $20000 yang jatuh tepat mengenai wajah Jessy.
"Sialan! Sampai mati pun aku akan membencimu!" teriakannya seperti menggema dan langsung menjadi pusat perhatian para pelancong.
"Mama, lihat itu ada orang gila..." ucap seorang anak lelaki tampan.
"Ssssttt.... jangan keras-keras, nanti dia marah..."
Akh! Sial sekali hidupku. Aku bersumpah tak akan pernah berurusan lagi dengan mu! Dasar bujang lapuk berwajah besi! Tak habis-habisnya Jessy mengutuki Jackson.
***
__ADS_1
Jessy akhirnya bisa melepaskan borgol di tangannya, dia berjalan jauh melewati satu gedung ke gedung lainnya.
"Hei Nona!" seseorang memanggilnya tak jauh dari gedung klub tersohor di kota.
"Iya, aku?" menunjuk diri sendiri, yang langsung di angguki oleh pria tersebut.
Jessy pun melangkah cepat ke arahnya, "Ada apa?"
"Nona, kami membutuhkan karyawan lepas secepatnya, kalau kau berminat maka kau bisa bekerja mulai hari ini."
"Berapa gaji ku?"
"1000€ selama satu Minggu."
Aku bisa kaya mendadak, haha... "Kalau ada lembur kau harus menambahkan bonusnya 500€ bagaimana?"
"Tidak masalah, selama hasil kerjamu memuaskan, ayo."
"Siap."
Akhirnya Jessy mendapatkan pekerjaan yang lebih layak lagi, dari pada harus menjadi seorang pencuri.
Dia pun segera berganti baju seragam khas klub, lalu memulai pekerjaannya. Mulai dari mengantar wine, bersih-bersih meja, semua dia lakukan dengan senang sembari memikirkan uang 1500€ itu.
"Lalalala.... lalalala... nananana... boy with luv, oh my my my, oh my my my, nananana... love is nothing stronger," hatinya sangat berbunga-bunga, begini kah rasanya jatuh cinta?
Apakah Jessy benar-benar. mulai menyukai Jackson si manusia freezer itu?
Semoga kalian berjodoh.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...