
Sebastian duduk di belakang Ariana dan hanya bisa menatap punggung rampingnya saja.
Dia ingin sekali menyapa gadis itu, saat ingin menyapa, Miss pun datang untuk segera memulai mata kuliahnya.
Materi pagi ini membahas tentang lingkungan sosial dan keluarga, suasananya masih berjalan biasa-biasa saja seperti pada umumnya.
Entah mengapa tiba-tiba saja Natali mulai membuat ulah, dia mengacungkan tangannya ke atas, "Mis!"
"Ya, Natali? Ada yang ingin kau tanyakan?"
"Jika hubungan sosial antar seseorang dan keluarga itu penting, lalu apa yang akan terjadi pada sebuah hubungan jika seseorang menjadi simpanan dari pira kaya?"
Deg!
Ariana mulai merasakan firasat buruk, tangannya mulai mengepal erat.
Sebastian juga masih menyimak.
"Natali, mengapa kau bisa melontarkan pertanyaan itu?"
"Soalnya di kelas ini ada yang menjadi simpanan pria kaya, Miss!" imbuh Maura membantu menjawab.
Semua mulai merasa ingin tahu, siapakah gerangan wanita itu?
"Benarkan, Ariana?" seru Maura yang secara spontan mengejutkan semuanya.
__ADS_1
Ariana pagi hari ini menjadi sorotan seisi kelas, bisik-bisik di antara mereka mulai terdengar.
"Sudah, sudah, ayo semuanya tenang... jam pelajaran masih belum selesai."
"Maaf Miss, saya mau ke toilet." pinta Ariana langsung berdiri.
"Ah iya silakan."
Lalu tak lama kemudian Sebastian pun beranjak dari duduk nya.
"Sebastian? Mau kemana kamu? Mau ke toilet juga?"
"Ya."
"O-oh, ya silakan."
Ariana mempercepat langkah kakinya saat mau masuk ke toilet, Sebastian menarik tangan Ariana dan membuatnya hampir jatuh karena keseimbangan tubuhnya yang goyah.
Langsung saja Sebastian menariknya ke dalam pelukannya. Ariana menangis.
"Lepaskan aku!" berontak Ariana berusaha melepaskan diri, namun pria itu enggan melepaskannya.
"Katakan padaku yang sebenarnya, apa yang terjadi?"
"Bukan urusanmu, Bas. Ku mohon lepaskan aku!"
__ADS_1
"Tidak, sebelum kau mengatakannya dengan terus terang -" Sebastian mengernyit menahan sakit saat Ariana menggigit dadanya. Tapi tak juga melepaskan pelukannya.
"Lepaskan aku! Seperti apa yang kau dengar dan itu memang benar adanya, aku hanya simpanan pria kaya!"
"Kau berbohong, Ariana yang ku kenal dulu, tak pandai berbohong."
"Dulu dan sekarang, semuanya sudah berubah."
"Nona!" pekik Gerry yang sudah berada di tempat itu, dia menatap tajam pada apa yang sudah ia lihat, adegan apa itu? Kenapa otaknya serasa di godok panas di atas bara api, angin panas berhembus membuat kobaran api semakin membesar.
Sebastian menoleh ke sumber suara itu, masih enggan melepaskan pelukannya. Namun Ariana berusaha sekuat tenaga dan berhasil lepas dari pelukan Sebastian.
Tatapan mematikan itu membuat Ariana langsung menundukkan pandangannya.
Dada Gerry masih bergemuruh hebat, dia merasa jantung hatinya terbakar, dia pun mendekat dan menarik kuat kerah kemeja Sebastian.
"Jauhi nona mudaku! Bukankah aku sudah memperingati mu!" seru Gerry menatap nyalang, sembari mendorongnya hingga membuat Sebastian mundur beberapa langkah kebelakang.
Saat Gerry melangkahkan kakinya hendak meninggalkan tempat sembari membawa Ariana, pertanyaan Sebastian mampu menghentikan langkah kakinya.
"Siapa kau? Kenapa membawa Ariana, kau tidak punya hak untuk melakukan hal itu!"
Geram memanas, tangannya yang terkepal itu pun langsung lolos begitu saja mendarat di sudut bibirnya.
"Jangan ikut campur, nona Ariana adalah istri tuanku, aku sudah memperingatkan mu sebelumnya!" lalu Gerry menatap Sebastian dengan sorot mata tajamnya, "Mendengar lah, demi kebaikanmu sendiri!"
__ADS_1
"Gerry hentikan, untuk apa kau mengancamnya? Ini hanya salah paham!"