SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Seorang Gadis Yang Sebatang Kara


__ADS_3

Lantunan lagu K-Pop yang ceria dan girly sudah seperti sedang berada di dalam suasana konser saja, lagu yang di putar di hp, membuat Ariana semakin merona merah, lagu girl band Korea, membuat Ariana serasa terbang di atas awang.


Dia masih sibuk menyembunyikan rona merah wajahnya di ruang ganti pakaian, mencoba membayangkan bagaimana reaksi tubuhnya saat di sentuh Reykhel.


Aaaaa... membayangkan itu semua membuatnya menenggelamkan wajahnya pada dress yang sedang ia pegang.


"Apakah semalaman aku mengerang? Atau mendesah, atau ... atau ... Aaaaaa... pasti sangat memalukan sekali, kan? Ummmh..." dia menggeleng.


"Wajah mu bisa sama datarnya dengan dress itu!" seru Reykhel yang mengejutkannya, cepat-cepat dia mematikan lagu di hp nya, Reykhel baru saja selesai mandi dan memakai kimono, memperlihatkan dada bidangnya.


Mata Ariana mulai nakal, mencoba untuk mengabsen bagian-bagian tubuhnya.


"Kenapa melihatku seperti itu? Kau begitu terpesona?" tanya Reykhel seraya menaikan satu alisnya.


"Mmmmm..." Ariana menggeleng, "Tidak, Tuan."


"Alasan, cepat ambilkan pakaian kerja ku."


"Baik."


Baru saja Ariana membuka pintu lemari dan mengambil setelan jas putih untuk Reykhel, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan dari luar kamar.


"Siapa yang datang sepagi ini?"

__ADS_1


Ariana pun melihat Reykhel yang keluar dari ruang ganti menuju pintu kamar, dia membukanya setengah lebar.


"Pak Jang, ada apa?"


Pak Jang terlihat sedang membisiki sesuatu di telinga Reykhel, "Apa? Kau yakin itu sudah terkonfirmasi?"


Pak Jang mengangguk, "Benar, Tuan... dan tuan Jackson sedang menunggu di ruangan tengah."


"Aku mengerti, pergilah."


Reykhel segera menutup pintu kamarnya dan mengambil setelan jas, "Berikan aku yang warna hitam, kau juga bergegaslah memakai pakaian formal hitam."


"Serba hitam? Ada apa, Tuan?"


"Jangan membantah!" pekik Reykhel dengan tatapan dinginnya, akhirnya dia kembali ke mode kulkas dingin LV 10.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keduanya pun segera turun menapaki anak tangga, koki sudah menyiapkan sarapan pagi tapi sepertinya mereka tidak akan sarapan.


"Selamat pagi, Nona, Tuan muda," Jackson beranjak dari duduknya, lalu memberikan mereka bow.


"Pagi, ayo."

__ADS_1


Eh, mau kemana mereka? Tidak sarapan dulu, kah?


"Kenapa diam, cepat langkahkan kakimu."


"I- iya."


Ariana bahkan sama sekali tak tahu kemana mereka berdua akan membawanya pergi, dia juga heran mengapa sekretaris memakai setelan jas hitam. Eh, tapi biasanya dia memang suka memakai yang hitam-hitam juga sih di kesehariannya dalam bekerja.


Mobil sudah siap di pelataran rumah, mereka segera masuk dan duduk dengan tenang. Kecuali Ariana, dia masih belum menemukan jawaban atas pertanyaan di dalam hatinya.


"Tuan, kita mau kemana?"


"Menemui seseorang untuk yang terlahir kalinya."


"Siapa?" tanya Ariana yang mulai merinding, apakah itu Megan? Ariana sendiri pun tidak tahu, sebelum mereka sampai di lokasi tujuan maka dia pun hanya bisa menerka-nerka nya saja.


Jackson mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan pelataran rumah mewah itu, lalu menembus pintu gerbang yang tinggi.


Terus mengemudikan mobilnya memecah jalanan kota yang mulai ramai oleh kendaraan lainnya juga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ariana mengenali jalan ini, dia sejenak memperhatikan jalanan sekitar sampai dia benar-benar yakin.

__ADS_1


"Taun, bukankah ini jalanan menuju rumah papa?"


"Kau sudah tak punya Papa, atau pun kakak perempuan. Semenjak kau memasuki dunia pernikahan denganku, aku sudah menghapus semua status hubungan itu. Dan kau, hanyalah seorang gadis sebatang kara!"


__ADS_2