
3 hari pasca di rawat di rumah sakit, Ariana sudah di perbolehkan pulang dan beristirahat di rumah.
"Hati-hati sayang, perhatikan langkahmu..." pinta Reykhel yang berjalan di samping Ariana, bersamaan menapaki anak tangga.
Mendadak Ariana menghentikan langkah kakinya di pertengahan tangga, "Sayang?"
"Ya, ada apa?"
"Aku haus tolong ambilkan es susu..."
Reykhel melirik anak tangga yang ia pijaki sampai di anak tangga terakhir, ada belasan anak tangga.
"Kau mengerjaiku?"
"Emh..." pura-pura lemah 🥴, Ariana memegangi kepalanya karena pusing. Dia bersandar di pagar tangga, "Sayang, aku kehausan..." memegangi lehernya 🥺.
"Hm, tunggu di sini... aku akan segera kembali dengan segelas es susu mu."
Ariana mengangguk, "Iya, tapi jangan lama-lama ya..." Ariana duduk di tangga, menatap suaminya yang baru saja menuruni anak tangga.
Di dapur Reykhel bertemu dengan pak Jang yang baru selesai minum, "Tuan muda memerlukan sesuatu?"
__ADS_1
"Susu..."
"Susu? Tuan muda mau minum susu?"
"Bukan aku, tapi Ariana yang ingin minum susu... di mana kalian menaruh susunya?"
buka-buka lemari, laci, tapi tidak ketemu, "Pak Jang, di mana susunya? Kenapa tidak ketemu?"
"Susunya ada di atas meja, Tuan..."
"Di atas meja?" Reykhel menoleh meja yang ada di belakangnya, "Astaga, kenapa aku bisa tak melihatnya?"
"Biarkan saya yang membuatnya Tuan, biasanya saya atau pelayan yang membuatkan susu untuk Nona dengan takaran yang pas."
"Maksudmu, kau meragukan kemampuanku dalam membuat susu?" kesal Reykhel sembari membuka kotak susu, dengan kesal juga dia menyendokan susu ke dalam gelas.
"Tidak Tuan, bukan begitu maksud saya -"
"Sudahlah lebih baik pak Jang pergi saja lanjutkan kembali pekerjaan yang belum selesai. Lagi pula Ariana yang meminta langsung kepadaku untuk membuatkannya es susu."
Reykhel menuang dua sendok susu bubuk ke dalam gelas yang berbentuk plisner glass, sungguh takaran yang tidak sesuai. Entah seperti apa rasa susunya, mungkin saja akan hambar.
__ADS_1
Tanpa mencicipinya terlebih dahulu Reykhel pun langsung membawanya ketempat Ariana menunggu tadi, "Ariana sayang, ini es susu yang kau mau -"
"Ariana?" Reykhel tak mendapati istrinya di anak tangga itu, "Kemana dia? Apakah di kamar?"
Reykhel pun mencoba untuk mencari Ariana ke kamar, "Kenapa dia tak sabaran, sih?" begitu membuka pintu kamar, Reykhel mendapati Ariana tengah tertidur di ranjang, tapi anehnya dia malah tidur dengan memakai kemeja Reykhel.
"Dia tidur di saat aku membuatkannya es susu?" Reykhel menghela napas pelan, dia meletakkan gelas itu di atas meja dekat ranjang.
Reykhel duduk di samping Ariana, dia menyelimutinya Ariana lalu mencium kening dan bibirnya dengan lembut.
"Jackson, kau tahu kemeja ini?" pesannya terkirim ke hp sang sekretaris dengan menunjukan sebuah foto saat ia memakai kemeja yang ia maksud.
"Kemeja yang di berikan sebagai hadiah Tuan muda dari desainer terkenal asal London," pesan di terima.
"Benar, aku mau kau menghubungi desainer itu untuk membuatkan ku kemeja yang sama sebanyak 100 pcs."
Apa? Tidak kah Tuan tahu satu kemejanya saja sudah menghabiskan 15000€... Jackson membaca pesan itu dengan mengernyitkan dahi.
Karena Jackson tak kunjung membalas pesan nya, jadi Reykhel pun langsung menelefonnya melalui video call.
Dia menelefon ku, ih... malas sekali! Lebih baik tidak kuangkat saja, pura-pura tidak tahu saja. Jackson memasukan hp nya kedalam laci.
__ADS_1