
Usai membuat masalah besar dengan manusia freezer yang memiliki sifat menakutkan melebihi seekor serigala, tentu saja Jessy tak akan bisa hidup dengan tenang.
Setelah Jessy keluar dari ruang rapat dia pun bergegas pergi dengan berlari.
Namun Jackson tak membiarkannya, dia menelefon bagian keamanan agar menutup semua pintu masuk, keluar.
Jessy kalah cepat, tapi bukan Jessy namanya kalau tidak punya akal yang cerdik. Dia memanjat tembok dan berhasil kabur.
"Aaaaah! Ya Tuhan, aku hampir mati... wajahnya keras sekali, aku sudah seperti memukul bongkahan es."
"Hei!" petugas keamanan Brilian Group meneriakinya, "Tangkap dia! Dan segera bawa kehadapan tuan Jackson!" dia berseru kepada rekan-rekannya.
"Ya, baik, cepat tangkap sebelum dia pergi!" jawab rekan yang lainnya.
"Aaaaa... berisik sekali sih, mau menangkap ku saja pakai adegan seperti itu! Dasar satpam lebay!"
Jessy kabur dengan langkah cepatnya, dia berlari menjauh sampai tak tersentuh.
Entah sudah ada di mana dirinya saat ini, dia lelah, tenggorokannya kering.
"Haus, hp ku -" Jessy terdiam saat di depannya ada sekelompok preman kota, "Ha- hai, sepertinya aku sudah salah tempat."
"Wah, ada Nona cantik... kenapa diam saja? Ayo temani kami minum," ajak seorang di antara mereka dengan rambut merah dan tindikan banyak di telinga kanannya.
__ADS_1
"Maaf, aku tidak minum... maaf sudah mengganggu," imbuh Jessy sembari menundukan kepala, sebelum melangkah pergi, pria itu mencengkeram tangannya.
"Lancang! Sudah berani masuk ke tempat ini, mana mungkin kami membiarkan rubah cantik dan sexy seperti mu pergi begitu saja," kalimat itu mengundang tawa pada rekannya yang lain, dan dia juga malah memainkan lidahnya sendiri, mengusap bibirnya yang hitam.
Cih! Bau alkohol! "Maaf Tuan, kalian bukan seleraku, kalian terlalu jelek."
"Cih! Sudah lama aku tak bermain dengan wanita yang menarik seperti dirimu!" dia pun menarik Jessy hampir jatuh di pelukannya.
Namun dari belakang seseorang pun menariknya.
"Ah!" pekik Jessy kesakitan saat di tarik kesana sini. Tubuhnya terhuyung ke belakang saat pria itu menariknya dengan kuat.
"Hei! Siapa pria brengsek ini! -"
Bugh!
Sementara Jessy yang shock saat tahu siapa yang sedang mencengkeramnya, tubuhnya mendadak gemetar dengan bulu kuduknya yang merinding sempurna.
Demi apa?
Satu gigitan di bibir tipis Jessy membuatnya mengernyit sakit, "Emh..."
__ADS_1
Gerry yang baru saja sampai di tempat itu pun langsung mengerem kakinya, "Haaaaah nasibku selalu jomblo!" ðŸ˜
"Kakak ipar, awas!" teriak Gerry memperingati Jessy, saat mereka hampir mengayunkan tangan untuk menangkapnya.
Jackson pun melepas ciuman panasnya, lalu membawa Jessy untuk berdiri di belakang tubuh tegapnya, tanpa melepas genggaman tangannya.
Jantung Jessy masih berdegup kencang, wajahnya merona merah, Aaaaaa!!! A- apakah aku sudah mati? Jessy mencubit pipinya sendiri, Aw! Aku masih hidup!
"Siapa kau, kenapa mengganggu kesenangan kami, hah!" tanya pria yang baru saja di tendang Jackson, dia bertanya dengan bersungut-sungut.
"Cepat berikan wanita rubah itu, dia harus segera melayani kami -"
"Enak saja! Pria ini suamiku, tahu..." tanpa malu Jessy mengakuinya, kepalanya nyempil muncul dibalik ketiak Jackson, "Sayang, pukul mereka!"
"Kalian dengar?" tanya Jackson kepada Gerry dan satuan pengaman Brilian Group.
"Siap, laksanakan!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Gerry : Sudah menemukan kakak iparnya.
Jackson : Wanita Rubah mendadak mengakuinya sebagai seorang suami.
__ADS_1
Jessy : Suamiku, pukul mereka.
🤣🤣🤣🤣