SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Kelakuan Reykhel


__ADS_3

Satu Minggu setelah tour kenegaraan sepasang suami istri itu berakhir, Ariana malah masuk rumah sakit.


Dia kelelahan selama perjalanan, dan Reykhel tak bisa diam. Dia mondar mandir seperti setrikaan panas.


Bolak balik melihat Ariana, pintu ruangan, Ariana dan pintu ruangan lagi. Kalau hatinya gelisah tak karuan dan tak bisa tenang, tak segan-segan dia menekan tombol nurse call.


Petugas medis itu pun berkali-kali keluar masuk ruangan, sampai-sampai mereka mencebik kesal.


Kalau saja dia bukan penguasa di rumah sakit ini, sudah pasti mereka akan memberikannya obat suntik mati, 🧐


"David, kenapa Ariana masih belum bangun? Apakah kalian tidak punya obat mujarab?"


"Tidak ada yang seperti Tuan, Nona Ariana hanya kelelahan selama perjalanan tour ke berbagai Negara," imbuh David.


"Kami juga sudah menyuntikan vitamin untuk membantu menguatkan daya tahan tubuh Nona, dan ... " David diam sejenak.


"Dan apa?" tanya Reykhel dengan serius, dia yang kembali duduk di sofa lalu berdiri lagi, kembali ke tempat duduknya di kursi hanya untuk mengusap rambut Ariana.


"Dan jangan bersikap kekanak-kanakan, Tuan. Jangan mengganggu petugas medis dengan menekan tombol nurse call berulang kali."


"Cih! Kalian kan di gaji."

__ADS_1


"Tapi jangan bertindak seperti itu juga Tuan!" protes David, "Satu jam lagi akan ada petugas medis yang datang untuk memantau kondisi Nona, jadi Tuan tak perlu khawatir. Apakah Tuan mengerti?"


"Hm," mangguk-mangguk, entah dia mendengarnya atau tidak. Toh, dia kan Tuan muda sang penguasa, 🙄


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara Tuan muda masih bermain dengan tombol nurse call, bahkan sampai dia di tendang keluar oleh David.


Di dalam ruangan VVIP itu hanya ada pasien, satu dokter, dan juga suster.


Reykhel hanya boleh melihat dari kaca pintu, hukuman untuknya karena bandel tak mau mendengar apa yang sudah di katakan oleh dokter David tadi.


Jackson pagi ini masih di sibukkan dengan tumpukan berkas, dia butuh sesuatu untuk menyegarkan pikirannya.


"Siap, Tuan... segera meluncur."


Satu Minggu pasca kesembuhannya, Gerry sudah mulai beraktifitas normal seperti biasanya.


"Tuan memanggil saya?"


"Masuklah."

__ADS_1


Mereka duduk berhadapan di sofa, "Kenapa Tuan terlihat lesu? Apakah seorang wanita telah meninggalkan anda?" tanya Gerry dengan wajah tengilnya.


"Sekali lagi kau berbicara seperti itu, aku akan menggantung mu di menara gedung!"


"Mmmmm... maafkan saya Tuan, lalu mengapa Tuan berdiam diri seperti tak biasanya?"


"Tidak apa-apa," diam sejenak, "Bagaimana menurutmu jika aku menikah?"


"Dengan siapa?"


Jackson menghela napas, wajahnya sudah sangat kesal. Dia mengambil vas bunga dan menggenggamnya, "Aku ingin tahu, seperti apa rasa sakitnya jika benda ini mendarat di kepala mu!"


"Mmmmmm... maafkan saya, Tuan, saya bercanda. Tidak ada yang salah dengan pernikahan. Tetapi ... "


"Apa?" tanya Jackson sembari mengerutkan keningnya.


"Saya akan kesepian jika Tuan menikah, Aaaaaaa!!!" Gerry melarikan diri sebelum vas di tangan Jackson melayang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hampir seharian penuh Ariana belum sadarkan diri, lelaki yang tak punya pekerjaan tetapi selalu merepotkan sekretarisnya, siapa lagi jika bukan Reykhel.

__ADS_1


Dia masih tak bisa masuk ke dalam ruang rawat Ariana, masih duduk dengan gelisah di kursi tunggu.


Mendadak dia kangen dengan Mama dan Papa di Indonesia, sudah lama juga dia tidak pulang ke sana.


__ADS_2