SUPER RICH MAN

SUPER RICH MAN
Memerah Panas


__ADS_3

Ariana segera memungut kimononya lalu memakainya, terlebih dahulu dia mencuci wajahnya di wastafel bedroom.


Wajahnya nampak memerah melihat pantulan tubuhnya yang ada di dalam cermin, ada banyak tanda merah di tubuhnya.


Usai mencuci dan mengelap wajahnya, Ariana pun bergegas untuk menyiapkan pakaian kerja Reykhel.


Dia melewati ranjang dan melihat Reykhel yang masih pulas di dalam tidurnya, entah mengapa lagi-lagi adegan panas itu kembali terngiang di dalam otaknya.


Wajahnya kembali memerah panas,🤧


Dari dalam lemari besar itu ia mengambil setelan tuxedo berwarna navy, lengkap dengan kemejanya yang berwarna putih. Lalu membawanya masuk ke ruangan ganti. Lalu kembali lagi ke tepi ranjang.


"Tuan, pakaian kerjanya sudah siap... saya mau kembali ke kamar saya, Tuan."


"Hm," sahut Reykhel yang baru saja membuka kedua matanya, dia menatap Ariana dari ujung kepala sampai batasan yang bisa ia lihat.


Gadis itu mengangguk dan segera memutar tubuhnya melangkah mendekati pintu, sebelum tangannya memutar handle.


"Tunggu!" seru Reykhel yang berhasil menghentikan langkah kakinya.


Membuat Ariana menoleh ke belakang, "Iya, Tuan? Apakah Tuan muda memerlukan sesuatu?"

__ADS_1


"Setiap pagi sebelum aku membuka kedua mataku, kau harus sudah ada di sini."


"Hm?" tanya Ariana sedikit bingung.


Ditatap seperti itu membuat Reykhel seperti salah tingkah, "Pokoknya aku bilang seperti itu, ya kau harus melakukannya! Sudah pergi sana!"


"Em... i- iya," Ariana mengangguk dan segera keluar dari kamar itu.


Reykhel? Kenapa tidak mengatakannya dengan terus terang saja? Kau ingin dia tidur di ranjang yang sama dengan mu, kan? Tapi bicaramu kenapa harus berbelit-belit seperti itu.


Di lantai bawah dia bertemu dengan beberapa pelayan yang sedang melakukan pekerjaannya.


"Mmmmm... i- iya," malu-malu Ariana menjawabnya, bagaimanapun juga Clara adalah salah satu pelayan yang pernah melihat tubuhnya.


Ariana langsung menundukkan wajahnya dan mempercepat langkah kakinya menuju kamar tidurnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di dalam bath room, Ariana merendam tubuhnya di dalam air hangat, benar-benar teringat kembali akan pergumulan panas mereka.


Dia menggeleng lalu mencelupkan wajahnya ke dalam air hangat itu, meniup-niupkan air hingga bergelembung.

__ADS_1


Selesai mandi Ariana bergegas mengambil pakaiannya dari dalam lemari, karena tidak kuliah jadi dia pun hanya memakai jeans dan blouse saja.


Rambutnya yang sudah setengah kering ia biarkan terurai begitu saja setelah menyisirnya.


Tring!


Hpnya bergetar, pesan masuk dari Gerry, "Selamat pagi Nona, anda sudah bangun? Perihal insiden kemarin saya benar-benar minta maaf karena telah gagal menjaga Nona dari pria itu dan menyebabkan saya menjadi lalai, semoga Nona sehat dan bahagia selalu, 🙏"


Membaca pesan singkat itu membuat Ariana diam sejenak, dia juga mengerti jika hal itu tak ada hubungannya dengan Gerry.


Tetapi Tuan muda mana mau mengerti akan hal itu, " Ya, aku baik-baik saja... semoga dirimu pun seperti itu," pesan terkirim.


Ariana menghela nafasnya dengan pelan, lalu meletakkan hpnya di atas nakas dan segera bergegas keluar dari kamar.


Baru saja pintu kamarnya terbuka, dan, "Dar!" Gerry muncul di balik pintu, benar-benar membuat Ariana terlonjak kaget.


"Aaaaaa!!!" kedua tangannya menekuk di samping wajah dengan jemarinya yang saling terkepal.


Melihatnya seterkejut itu Gerry malah tertawa, "Hahahahaha...." lucu sekali dia melihatnya.


"Gerry!" pekik Ariana tak terima.

__ADS_1


__ADS_2