
Andreas menyeringai saat menangkap wajah ketakutan Ariana, dia mendekat dan mencengkeram rahangnya.
"Jangan takut sayang, setelah ini aku akan memberikan mu rasa yang sangat begitu nikmat hingga ke ubun-ubun, sama saat seperti aku menikmati tubuh Sena yang begitu indah."
"Lepaskan aku!" pekik Ariana yang menepis tangan Andreas, "Kematian kakak pasti ada hubungannya dengan mu, kau penjahat! Dasar tak tahu diri. Aaaakkkhh!!"
Ariana mengernyit kesakitan saat Andreas menjambak rambutnya, membuat wajahnya mendongak, kasar, lalu dia mencium bibir tipis Ariana.
"Mmmmm...." Ariana semakin menangis, lalu sekuat tenaga menendang benda keramatnya, dia pun memekik kesakitan
"Aaaaarrrgggghhh!!! Wanita sialan, berani sekali kau menolak ciumanku, mau kemana kau, hah!" teriak Andreas sembari menyeret tubuh Ariana yang hampir berhasil turun dari ranjang, dia membuat Ariana berada di bawah kungkungannya, dan mulai memaksa Ariana untuk menerima keperkasaannya.
"Jangan! Hentikan! Tidak!" Ariana menangis sejadi-jadinya, kedua tangannya di tekuk ke atas kepalanya.
Andreas sudah sangat menegang, dan mulai membuka pakaian Ariana dengan kasar.
"Reykhel!" dia meneriakkan nama itu seolah telah mendapatkan kekuatan untuknya melawan.
Lagi, dia menendang benda keramat itu untuk yang kedua kalinya. Kesempatan bagus untuk melarikan diri.
Untung saja pintu kamarnya tak di kunci jadi Ariana bisa kabur melarikan diri, dia bersembunyi sebentar saat melihat penjaga.
Dia takut, dia tak mau mati di neraka ini, dan tak rela jika ada pria lain yang menodai tubuhnya selain suaminya sendiri.
__ADS_1
Hanya untuk Reykhel.
"Penjaga! Penjaga!" teriak Andreas, "Cari kupu-kupu malam itu, akan ku cabik-cabik dia dihadapan kalian, lalu menggilir nya!"
"Kami akan segera menemukannya."
Ariana yang bersembunyi itu pun bisa mendengar apa yang di katakan Andreas, dia begitu ketakutan.
Nafasnya terengah akibat menahan sesegukan nya, sekarang bagaimana caranya agar dia bisa lolos dari neraka ini?
Di dalam hati, dia hanya berdoa berharap Reykhel akan datang untuk menyelamatkannya.
Semua penjaga berlalu lalang mencari keberadaan Ariana, namun belum juga menemukannya, "Tuan Andreas, kami tak menemukannya, Tuan."
"Kami pasti akan menemukannya!" seru mereka yang kemudian langsung kembali berpencar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Suasana sepi, Ariana pun keluar dari persembunyiannya, dia berlari menuju pintu gerbang namun naas dia tertangkap.
"Ahahha... mau kemana, sayang?"
"Ayo, datang lah kepelukan ku, baby!"
__ADS_1
Lidah mereka menjulur menggodanya.
Ariana menggeleng dengan deraian air matanya, "Jangan sentuh aku, jangan..." Ariana menyedekapkan tangannya, dia memohon dengan begitu iba.
Gairah mereka tak mau memberikan belas kasih, berhasil menangkap Ariana dan memaksanya untuk kembali masuk ke dalam rumah.
Andreas yang berdiri tak jauh darinya pun langsung mendekat, dan Plak!
"Aaaakkkhh!" pekik Ariana kesakitan saat menerima tamparan itu, wajahnya memerah memar dengan luka di bagian sudut bibirnya.
"Dasar perempuan hina! Berani sekali kau menolak ku!"
"Lebih baik aku mati, dari pada harus tidur dengan mu-" kedua matanya terpejam erat saat Andreas mencekiknya.
"Baik, setelah kau mati maka aku akan langsung menikmati tubuhmu, lalu memberikannya kepada semua anak buah ku, bukankah itu sangat nikmat? Hahaha..."
Andreas semakin menguatkan cekikan nya, membuat Ariana gelagapan hampir kehabisan napas.
Saat Ariana memilih untuk menyerah, dia juga sangat ingin bertemu dengan mama dan mengadukan semua kesedihannya selama hidup di dunia ini.
Tiba-tiba saja sebuah mobil menabrak pagar pembatas itu, melaju dengan kecepatan tinggi dan hampir menabrak mereka yang gugup gemetar.
Bruk!
__ADS_1
"Emh!" rintih Ariana dengan suara lirih saat Andreas menghempaskan tubuhnya dan tergeletak di tepat di depan mobil yang baru saja berhenti dari kelajuan nya.